Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » ISRA’ MI’RAJ dan PERADABAN SUJUD

ISRA’ MI’RAJ dan PERADABAN SUJUD

  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Menurut saya hanya ada dua nilai-value dalam peristiwa kemukjizatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw yang menjadi spirit kebangsaan untuk digunakan oleh seorang pemimpin baik Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota dalam membangun Indonesia yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Pertama, kalau hendak sukses membangun bangsa Indonesia ini menjadi sebuah negara yang maju, kuat dan hebat maka harus dimulai dengan membangun ‘peradaban sujud’. Saya, anda dan kita semua harus bersujud sebelum bekerja dan kita kembali lagi bersujud sesudah sukses bekerja dalam membangun bangsa ini. Kita sujud sebelum belajar dan lebih-lebih kita kembali sujud lagi sesudah belajar.

Seorang Presiden harus sujud sebelum membuat policy-kebijakan dalam pemerintahannya dan kemudian bersujud lagi setelah kebijakan itu dieksekusi untuk kemashlahatan rakyatnya. Kalau kita hendak membangun peradaban ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, sosial-kemasyarakatan, maka kita harus mulai membangun peradaban ini dari masjid ke masjid-dari peradaban sujud ke sujud. Kalau jabatannya sudah ikut sujud maka otomatis jabatan itu tidak akan pernah disalahgunakan untuk menyengsarakan rakyatnya. Seorang ilmuwan yang rajin bersujud maka ilmunya tidak akan disalahgunakan untuk menipu orang lain.

Seorang pedagang, pengusaha, kontraktor dalam bekerja yang selalu bersujud maka profesinya itu tidak akan pernah disalahgunakan untuk menipu orang lain. Kecerdasannya, kekayaannya, populeritasnya, gelarnya yang selalu ikut bersujud dalam mencium tanah airnya maka ia akan gunakan semua itu untuk kemashlahatan umat. Ia tidak pernah sombong dengan segala yang dimilikinya. Karena hakikat sujud itu adalah kembali ke asal kejadian kita yakni ‘Turaab’-tanah-aadamu min turaab-bahwa Nabi Adam itu berasal dari Tanah kawan!

Kedua, bahwa Masjid sebagai tempat ‘peradaban sujud’ bagi seorang Muslim, sehingga dipastikan badannya sudah dijamin suci dari hadas kecil dan ia pun berada dalam keadaan suci dengan air wudhu’nya. Ketika selesai ia bersujud di dalam Masjid dengan mencium tanah air itu, maka ia pun harus kembali lagi bersujud dimana saja ia berada. Karena bumi ini adalah Masjid tempat bersujud bagi orang yang beragama untuk selalu mencium tanah airnya. Jangan berkhianat dengan tanah airmu sendiri, siapa yang terbukti berkhianat dengan tanah airnya sendiri maka halal darahnya untuk di eksekusi mati.

Untuk membangun bangsa ini seorang pemimpin harus mencium tanah airnya sendiri dengan cara bersujud, sehingga tanah-tanah yang kita miliki haram untuk dirusaki-dieksploitasi karena dijelaskan dalam sebuah kaedah ushulul fiqhi, “siapa saja yang merusak tanah airnya-mengeksploitasi tanah airnya untuk dijual ke tangan bangsa asing, maka sama saja ia merusak agamanya”. Dan semua kekayaannya jika bersumber dari cara merampas tanah rakyat, merusak dan melakukan eksploitasi tanah-tanah miliki rakyat, maka yang bersangkutan adalah pendusta agama dan pembohong agama. Ia akan mati dalam keadaan ‘su’ul khaatimah’ dan mulutnya akan dipenuhi oleh tanah. Karena selama hidupnya ia rakus, tamak karena memang hobinya yang suka merampas tanah-tanah orang lain.

Kalau ada yang merusak bumi ini akan berdampak terhadap kerusakan ekosistem bumi, merusak kerukunan kebhinekaan kita sebagai sesama warga bangsa Indonesia dan akan memutuskan hubungan shilaturrahim dengan alam ini. Apakah anda sudah bosan dengan agama, sehingga anda akan merusak dan menciderai agamamu sendiri kawan! 

Dengan memperingati peristiwa yang Maha Agung ini, marilah saya, anda dan kita semua secara barjama’ah untuk membangun ‘peradaban sujud’ ke sujud di bumi ini, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw saat diperjalankan dari Masjidil Haram sebagai tempat peradaban sujud dan menuju ke satu titik peradaban yakni Masjidil Aqsha juga sebagai tempat peradaban sujud kepada Allah Swt. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Bajo Institut Malut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panggung talkshow Kita Berkebaya di ARTJOG 2025 menampilkan Lantun Orchestra di Jogja National Museum.

    Talkshow Kita Berkebaya di ARTJOG 2025 Angkat Peran Perempuan dan Budaya

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 501
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA (8/8/25) – Sebagai bagian dari rangkaian acara ARTJOG 2025, sebuah talkshow bertajuk “Kita Berkebaya“ sukses digelar pada Kamis, 7 Agustus 2025, di Jogja National Museum. Acara ini menjadi sorotan publik karena mengusung isu penting seputar pemberdayaan perempuan melalui kebaya sebagai simbol budaya dan identitas nasional. Talkshow Kita Berkebaya diselenggarakan oleh Narasi, Bakti […]

  • Suasana pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Fakultas Inovasi Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) angkatan 2022 yang digelar di Aula Kampus Utama Unutara, Ternate, Sabtu (10/1/2026). (Sumber foto: Humas Unutara)

    FIP Unutara Gelar Pembekalan PPL, Siapkan Calon Guru Adaptif Berbasis Nilai Aswaja

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Ternate — Fakultas Inovasi Pendidikan (FIP) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) menggelar kegiatan pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa angkatan 2022, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Kampus Utama Unutara dan diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta PPL. Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor […]

  • Pertemuan hangat antara Ketua Umum HIPPMAMORO Yogyakarta sekaligus Koordinator Umum Forum BEM DIY dengan Dr. Firman Jaya Daeli, mantan anggota DPR RI/MPR RI, menjadi ruang dialog seputar kepemimpinan dan peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa.

    BACARITA MOROTAI: PERTEMUAN ANTARA KETUM HIPPMAMORO JOGJA SEKALIGUS KOORINATOR UMUM FORUM BEM DIY,  BERSAMA DR. FIRMAN JAYA DAELI MANTAN DPR RI/MPR RI

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faturahman Djaguna
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    Pertemuan antara Dr. Firman Jaya Daeli, S.H., M.H., seorang tokoh nasional yang dikenal dengan pandangan kenegarawanan dan pengalaman panjang sebagai mantan anggota DPR RI dan MPR RI, bersama Faturahman Djaguna, Koordinator Umum Forum BEM Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga putra daerah Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi ruang diskusi strategis yang sarat makna tentang arah pembangunan […]

  • Source : Istimewa

    Banjir Halmahera Barat: HMI Maluku Utara Desak Komisi VIII DPR RI Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 254
    • 0Komentar

    HALMAHERA BARAT (BALENGKO) — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (BADKO) Maluku Utara mendesak Komisi VIII DPR RI untuk meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat. Desakan ini muncul menyusul banjir besar akibat curah hujan tinggi sejak awal Januari 2026 yang merendam rumah warga hingga setinggi atap dan melumpuhkan aktivitas ekonomi. Kegagalan […]

  • Polres Pulau Morotai Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan Negeri

    Polres Pulau Morotai Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan Negeri

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 262
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Morotai resmi melimpahkan tersangka dan barang bukti dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Morotai. Pelimpahan tahap II ini menandai berakhirnya proses penyidikan dan dimulainya tahap penuntutan oleh pihak kejaksaan. Proses serah terima dilaksanakan pada Senin (29/6/2026) pukul […]

  • Direktur RS Pratama Bisui Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan

    Direktur RS Pratama Bisui Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 950
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Bisui,(6/2/25) – Direktur Rumah Sakit Pratama Bisui, dr. Elisabeth Bernadete, beserta seluruh staf dan tenaga medis mengucapkan selamat kepada Bapak Hasan Ali Bassam Kasuba dan Bapak Helmi Umar Muchsin atas terpilihnya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan. “Kami mengucapkan selamat atas terpilihnya Bapak Hasan Ali Bassam Kasuba dan Bapak Helmi […]

expand_less