Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 576
  • comment 0 komentar
  • print Cetak


Berkaitan dengan Klaim transformasi PMII memicu perdebatan mendalam tentang seberapa jauh transformasi tersebut benar-benar mengubah perspektif gerakan mahasiswa. Ada beberapa pengamat yang berpendapat bahwa perubahan yang terjadi hanya bersifat sementara dan terbatas pada perbaikan mekanisme organisasi dan pendekatan gerakan, tanpa mengubah tujuan atau prinsip ideologis dasar PMII. Namun demikian, perlu dicatat bahwa perubahan yang terjadi menunjukkan penyesuaian strategis terhadap tuntutan zaman. Ini memungkinkan PMII untuk tetap relevan dalam menangani berbagai masalah saat ini yang dihadapi mahasiswa Indonesia, seperti penurunan kualitas pendidikan, ketidakadilan sosial, dan peningkatan kesenjangan ekonomi.


Pada dasarnya, polemik ini menunjukkan dilema antara mempertahankan idealisme yang mendasari gerakan mahasiswa dan mencoba menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungan sosial, politik, dan ekonomi yang semakin kompleks. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa secara menyeluruh apakah perubahan yang terjadi dalam PMII selama “Era Baru” ini benar-benar membawa perubahan besar atau sekadar perubahan organisasi yang tidak cukup besar untuk mengubah arah gerakan mahasiswa secara mendasar. Pada akhirnya, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kemampuan PMII untuk menyesuaikan nilai-nilai dasar yang diwariskan dengan tuntutan zaman yang berubah.

Perubahan Paradigma dalam Gerakan PMII
PMII didirikan pada tahun 1960 dan merupakan organisasi yang dilandasi oleh komitmen untuk perjuangan sosial, keagamaan, dan kebangsaan. Namun, keraguan tentang kemampuan PMII untuk menyesuaikan diri muncul seiring dengan kemajuan dan perubahan sosial-politik di Indonesia. Di era modern, masalah sosial-politik semakin rumit. Ini mencakup berbagai masalah seperti ketimpangan sosial, politik identitas, dan kemajuan teknologi yang cepat. Apakah PMII telah mengadopsi pendekatan klasik untuk gerakan, yang menekankan demonstrasi publik dan tindakan langsung di lapangan, atau apakah itu telah mengadopsi pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini?
Sebagai contoh, memasukkan teknologi dan media sosial ke dalam strategi gerakan sekarang menjadi orientasi baru yang sangat penting.

  • Penulis: (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana diskusi publik SEMAINDO Halmahera Barat tentang pengembangan geothermal dan transisi energi rendah karbon di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

    Diskusi SEMAINDO Bahas Geothermal Halmahera Barat: Potensi Energi Bersih dan Isu Keadilan Ekologis

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Julfi Hadi, menilai bahwa panas bumi merupakan salah satu kekuatan energi strategis yang dimiliki Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara vulkanik memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. “Jika negara di Timur Tengah memiliki minyak sebagai energi utamanya, maka Indonesia memiliki panas bumi sebagai energi khasnya,” ujarnya. Menurut […]

  • HMI Ali Maksum Universitas Alma Ata Kutuk Keras Aksi Brutal Oknum Brimob di Tual yang Menewaskan Pelajar

    HMI Ali Maksum Universitas Alma Ata Kutuk Keras Aksi Brutal Oknum Brimob di Tual yang Menewaskan Pelajar

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 132
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (BALENGKO), 21 Februari 2026 – Ketua HMI Komisariat Ali Maksum Universitas Alma Ata Yogyakarta, M. Asril Sermaf, mengecam keras dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS yang menyebabkan tewasnya Arianto Tawakal (14), seorang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs) di Kota Tual, Maluku. Peristiwa tragis yang terjadi pada Kamis (19/2) pagi tersebut bermula […]

  • Abdurahman bin Kamel Assegaf Kecam Keras Pernyataan Rasis Muhammad Fuad Riyadi terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri

    Abdurahman bin Kamel Assegaf Kecam Keras Pernyataan Rasis Muhammad Fuad Riyadi terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Nurul Hafizatul
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Ternate, (28/3/25), Melalui pesan WhatsApp yang diterima pada 28 Maret 2025, Abdurahman bin Kamel Assegaf, Mudir Pondok Pesantren Al-Khairat Sasa dan anggota Abnul Khoirat, dengan tegas mengecam tindakan pernyataan rasis yang dilontarkan oleh Muhammad Fuad Riyadi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Fuad Plered, terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri. Dalam pesan […]

  • Sejumlah barang bukti hasil razia aparat gabungan di Galela Barat diamankan untuk proses hukum. Source: Humas Polres Halut.

    Bentrok Warga di Galela Barat, Polisi Lakukan Penyisiran, Senjata dan Miras Disita

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Halmahera Utara (Balengko) – 1 April 2026 — Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara bersama aparat gabungan TNI–Polri melakukan penyisiran dan razia di dua desa, yakni Desa Kira dan Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menyusul bentrokan antar pemuda yang terjadi pada Selasa (31/3/2026). Razia tersebut dilakukan sebagai langkah cepat aparat untuk […]

  • AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

    AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 1.302
    • 0Komentar

    Aku menemukan Tuhan bukan di mimbar yang gaduh, melainkan di simpul tajam antara iman, ilmu, dan amal. Di situlah Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) Himpunan Mahasiswa Islam menyalakan makna tauhid sebagai pusat gravitasi, kemanusiaan sebagai medan kerja, dan keadilan sosial sebagai faktor gerakan. Jika di baca dengan amat teliti NDP memiliki tiga poin penting yang perlu […]

  • Ilustrasi

    Terisolasi dan Gelap, Fasilitas Gedung Baru FTIK IAIN Ternate Bikin Sekjen Kemenag Geleng Kepala

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Kontroversi Lahan: Mengapa Bukan di Dodinga? Polemik ini kian meruncing menyusul mencuatnya informasi mengenai status lahan. Diketahui, Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebenarnya telah menghibahkan lahan siap bangun seluas 20 hektare di Dodinga yang sudah bersertifikat atas nama IAIN Ternate. Namun, pihak birokrasi kampus justru memilih membangun di Gambesi yang kini Isu mengenai kejelasan status administratif […]

expand_less