Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 577
  • comment 0 komentar
  • print Cetak


Sistem kaderisasi PMII terlalu menekankan transfer nilai-nilai organisasi dan kesetiaan tanpa memberikan kesempatan bagi kader untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mencari solusi untuk masalah sosial. Ini dapat menyebabkan kemandegan intelektual di kalangan kader. Oleh karena itu, kurikulum kaderisasi yang lebih luas harus memasukkan pemikiran yang lebih kritis dan kreatif, sehingga kader dapat menghadapi tantangan zaman dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif.

Malas Membaca Buku: Intelektual dan Kualitas Akademis Kader PMII
Salah satu masalah yang sering dibahas adalah bahwa anggota PMII tidak memiliki budaya membaca buku. Meningkatkan pengetahuan akademis dan kualitas pemikiran sangat penting untuk meningkatkan kualitas pemikiran dan kemampuan menganalisis. Namun, fenomena yang dikenal sebagai “kecenderungan malas membaca” yang dialami beberapa anggota dari Tingkat Rayon hingga Komisariat dapat berdampak negatif pada perkembangan intelektual mereka. Tanpa literasi yang memadai, anggota akan kesulitan mengikuti perkembangan dinamika sosial-politik dan menghasilkan solusi yang dilandasi oleh pemikiran yang komprehensif.


Pergerakan PMII secara keseluruhan mungkin lebih buruk jika tidak ada budaya membaca buku ini. Ketika anggota tidak memahami sepenuhnya berbagai masalah sosial yang ada, advokasi yang dibuat cenderung tidak akan memiliki efek yang signifikan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat. Selain itu, ketidakmampuan anggota untuk berpikir kritis dan membuat solusi yang lebih akurat dapat disebabkan oleh kurangnya literasi.

Antara Menggugat dan Romantisme: Apakah PMII Siap untuk Perubahan atau Terjebak dalam Masa Lalu?
Terdapat ketegangan antara upaya PMII untuk menentang paradigma lama dan keinginan untuk mempertahankan gambaran sejarah gerakan di balik dinamika ini. PMII berusaha mempertahankan relevansinya terhadap masalah sosial-politik yang berkembang, tetapi mereka juga merasa memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan prinsip perjuangan yang telah diwariskan. Pertanyaan penting muncul sebagai akibat dari ketegangan ini: apakah PMII benar-benar siap untuk mengalami transformasi total atau malah terperangkap dalam mempertahankan identitas masa lalunya, yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan zaman modern?


Meskipun ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mengatasi tantangan saat ini, perubahan yang terjadi dalam PMII belum mencerminkan transformasi yang benar-benar mendasar dan radikal. Pergerakan PMII tampaknya lebih berkonsentrasi pada menjaga warisan yang ada daripada melakukan inovasi baru yang membawa perubahan besar. Akibatnya, sangat penting bagi PMII untuk melakukan introspeksi mendalam mengenai masa depan organisasinya untuk menghindari terjebak dalam romantisme sejarah yang tidak lagi relevan dengan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.

  • Penulis: (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • korban penganiayaan di Desa Soakonora, Kecamatan Galela Selatan, Halmahera Utara,Sumber foto: Istimewa

    Keluarga Korban Minta Polsek Galela Percepat Penanganan Dugaan Penganiayaan di Desa Soakonora

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 1.663
    • 0Komentar

    Halmahera Utara (BALENGKO) — Keluarga korban dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Desa Soakonora, Kecamatan Galela Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, menyampaikan kekecewaan atas lambannya penanganan perkara oleh Polsek Galela. Kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi oleh pihak keluarga korban kepada Polsek Galela setelah peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Minggu malam, 21 Desember 2025, sekitar […]

  • Pelatihan Etnovideografi di Universitas Khairun: Meningkatkan Kemandirian Mahasiswa dalam Pembuatan Konten Sosial

    Pelatihan Etnovideografi di Universitas Khairun: Meningkatkan Kemandirian Mahasiswa dalam Pembuatan Konten Sosial

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, Kamis (20/2/25) – Program Studi Antropologi Sosial Universitas Khairun mengadakan pelatihan Etnovideografi pada Kamis, 20 Februari 2025. Kegiatan yang diadakan di ruang Program Studi Antropologi Sosial ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dan bertujuan untuk mengajarkan teknik pengambilan gambar serta pembuatan video etnovideografi. Ariyo Dermawan, sebagai narasumber, menyampaikan materi dengan cara […]

  • Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memberikan sambutan pada Peluncuran dan Diskusi Buku “Empat Kesultanan dan Peradaban di Maluku Utara” di Pendopo Kesultanan Ternate, Jumat (30/1/2026). DOK. BALENGKO

    Gubernur Sherly Dorong Diskusi Buku Empat Kesultanan Masuk Sekolah

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku Utara menggelar Peluncuran dan Diskusi Buku “Empat Kesultanan dan Peradaban di Maluku Utara”, Jumat (30/1/2026), di Pendopo Kesultanan Ternate. Kegiatan ini membedah empat karya yang mengulas sejarah dan peradaban […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe berbincang dengan mahasiswa saat kunjungan ke Asrama Babullah II Ternate di Manado, Senin (27/10/2025).

    Wakil Gubernur Maluku Utara Kunjungi Tiga Asrama Mahasiswa di Manado

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Manado (BALENGKO) – Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, melakukan kunjungan ke tiga asrama mahasiswa asal Maluku Utara yang berada di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Senin pagi (27/10/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. […]

  • Tunjangan DPRD Malut

    GP Ansor Tidore Kepulauan Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum Kasus Tunjangan DPRD Malut

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 103
    • 0Komentar

    TIDORE (BALENGKO) – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, memberikan pernyataan resmi terkait dinamika hukum yang tengah berkembang di Maluku Utara. Ia mengingatkan pentingnya menempatkan penanganan dugaan persoalan tunjangan di DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019–2024 dalam koridor asas legalitas yang tepat. Dalam pernyataannya pada Selasa (17/2/2026), Jafar menegaskan bahwa […]

  • Source : Istimewa

    Keluarga Korban Kekerasan di Sula Laporkan Polres ke Propam Polri Terkait Restorative Justice Kasus Kematian

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 201
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) — Perwakilan keluarga korban kekerasan di Desa Kou, Supriyadi Umasangadji, resmi melaporkan dugaan pelanggaran kode etik personel Polres Kepulauan Sula ke Propam Polri, Rabu (4/2/2026). Laporan ini dilayangkan setelah polisi diduga membebaskan pelaku pembunuhan dengan dalih keadilan restoratif (restorative justice), yang dinilai melanggar hukum positif. Pelanggaran Prosedur Hukum Pihak keluarga menegaskan bahwa tindakan […]

expand_less