Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 856
  • comment 0 komentar
  • print Cetak


Sistem kaderisasi PMII terlalu menekankan transfer nilai-nilai organisasi dan kesetiaan tanpa memberikan kesempatan bagi kader untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mencari solusi untuk masalah sosial. Ini dapat menyebabkan kemandegan intelektual di kalangan kader. Oleh karena itu, kurikulum kaderisasi yang lebih luas harus memasukkan pemikiran yang lebih kritis dan kreatif, sehingga kader dapat menghadapi tantangan zaman dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif.

Malas Membaca Buku: Intelektual dan Kualitas Akademis Kader PMII
Salah satu masalah yang sering dibahas adalah bahwa anggota PMII tidak memiliki budaya membaca buku. Meningkatkan pengetahuan akademis dan kualitas pemikiran sangat penting untuk meningkatkan kualitas pemikiran dan kemampuan menganalisis. Namun, fenomena yang dikenal sebagai “kecenderungan malas membaca” yang dialami beberapa anggota dari Tingkat Rayon hingga Komisariat dapat berdampak negatif pada perkembangan intelektual mereka. Tanpa literasi yang memadai, anggota akan kesulitan mengikuti perkembangan dinamika sosial-politik dan menghasilkan solusi yang dilandasi oleh pemikiran yang komprehensif.


Pergerakan PMII secara keseluruhan mungkin lebih buruk jika tidak ada budaya membaca buku ini. Ketika anggota tidak memahami sepenuhnya berbagai masalah sosial yang ada, advokasi yang dibuat cenderung tidak akan memiliki efek yang signifikan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat. Selain itu, ketidakmampuan anggota untuk berpikir kritis dan membuat solusi yang lebih akurat dapat disebabkan oleh kurangnya literasi.

Antara Menggugat dan Romantisme: Apakah PMII Siap untuk Perubahan atau Terjebak dalam Masa Lalu?
Terdapat ketegangan antara upaya PMII untuk menentang paradigma lama dan keinginan untuk mempertahankan gambaran sejarah gerakan di balik dinamika ini. PMII berusaha mempertahankan relevansinya terhadap masalah sosial-politik yang berkembang, tetapi mereka juga merasa memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan prinsip perjuangan yang telah diwariskan. Pertanyaan penting muncul sebagai akibat dari ketegangan ini: apakah PMII benar-benar siap untuk mengalami transformasi total atau malah terperangkap dalam mempertahankan identitas masa lalunya, yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan zaman modern?


Meskipun ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mengatasi tantangan saat ini, perubahan yang terjadi dalam PMII belum mencerminkan transformasi yang benar-benar mendasar dan radikal. Pergerakan PMII tampaknya lebih berkonsentrasi pada menjaga warisan yang ada daripada melakukan inovasi baru yang membawa perubahan besar. Akibatnya, sangat penting bagi PMII untuk melakukan introspeksi mendalam mengenai masa depan organisasinya untuk menghindari terjebak dalam romantisme sejarah yang tidak lagi relevan dengan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.

  • Penulis: (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • EDUKASI DIGITAL: Tim Satgaswil Maluku Utara membagikan brosur "Bebas Bersosmed dengan Aman dan Bijak" kepada murid SMA Al-Khairat Ternate sebagai bagian dari upaya preventif menangkal modus baru rekrutmen teroris melalui platform digital, Senin (1/2/2026). (Foto: Source Istimewa)

    Cegah Radikalisme di Media Sosial, Densus 88 Gelar Sosialisasi di SMA Al-Khairaat Ternate

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 502
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara Densus 88 AT Polri melaksanakan kegiatan “Densus Goes to School: Save Generation” di SMA Al-Khairaat Kota Ternate, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini bertujuan membentengi generasi muda dari bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), khususnya melalui media sosial dan game online. Sosialisasi yang dimulai […]

  • SAKA MESE NUSA Desak Gubernur Maluku dan Polda Usut Penghalangan Mahasiswa Seram Utara

    SAKA MESE NUSA Mendesak Gubernur dan Polda Maluku Usut Dugaan Penghalangan Mahasiswa Seram Utara

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, AMBON – Ketua Wilayah SAKA MESE NUSA Student Association Daerah Istimewa Yogyakarta, Akmal Hitimala, mendesak Gubernur Maluku dan Polda Maluku untuk mengambil langkah tegas menyikapi dugaan tindakan penghalangan terhadap mahasiswa asal Seram Utara yang hendak menyampaikan surat serta aspirasi resmi kepada Gubernur Maluku. Akmal menilai dugaan intimidasi dan penanganan yang represif tersebut tidak boleh […]

  • Ratusan Mahasiswa Unipas Demo DPRD Morotai, Sempat Terjadi Aksi Dorong dengan Aparat

    Ratusan Mahasiswa Unipas Demo DPRD Morotai, Sempat Terjadi Aksi Dorong dengan Aparat

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 240
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE MOROTAI – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Pasifik (Unipas) Morotai menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (17/6/2026) kemarin. Demonstrasi tersebut diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas yang membawa sejumlah tuntutan terkait isu nasional maupun daerah. Massa aksi terdiri atas BEM Unipas, BEM FPIK, BEM FKIP, BEM Ekonomi, […]

  • DPRD Halbar Fokus Soroti Sekda, SEMAINDO Ingatkan Soal Utang Daerah dan Kemiskinan

    DPRD Halbar Fokus Soroti Sekda, SEMAINDO Ingatkan Soal Utang Daerah dan Kemiskinan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 819
    • 0Komentar

    “Bahkan jika seluruh PAD digunakan untuk bayar utang, butuh lebih dari lima tahun untuk melunasinya. Tapi yang diperdebatkan justru ucapan Sekda,” kata Sahrir. Ia menilai DPRD tidak serius menindaklanjuti berbagai persoalan, termasuk proyek Rumah Sakit Pratama yang gagal terealisasi karena pemindahan lokasi sepihak. Dana DAK Rp.42,9 miliar hangus, namun DPRD tidak membentuk pansus maupun melakukan […]

  • Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Bayangkan sebuah kota yang setiap senjanya dipenuhi gema adzan, tetapi di saat yang sama langitnya diterangi bukan oleh cahaya magrib, melainkan kilatan ledakan. Analogi ini bukan sekadar retorika puitis, melainkan realitas yang masih terjadi di sejumlah wilayah dunia Islam. 

  • Pembangunan Masjid Pas Ipa Belum Rampung, Warga Minta Penjelasan

    Pembangunan Masjid Pas Ipa Belum Rampung, Warga Minta Penjelasan

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    “Anggarannya cukup besar, tetapi fisik di lapangan belum menunjukkan kemajuan signifikan. Kami menduga dana sudah terserap, namun hasilnya tidak sesuai harapan,” ujar Mursid kepada redaksi, Rabu (25/6/2025). Ia mendesak agar Badan Kesra Setda dan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula segera melakukan audit dan investigasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut. “Kami menuntut transparansi dan pertanggungjawaban. Pemerintah harus menjamin […]

expand_less