Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 580
  • comment 0 komentar
  • print Cetak


Sistem kaderisasi PMII terlalu menekankan transfer nilai-nilai organisasi dan kesetiaan tanpa memberikan kesempatan bagi kader untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mencari solusi untuk masalah sosial. Ini dapat menyebabkan kemandegan intelektual di kalangan kader. Oleh karena itu, kurikulum kaderisasi yang lebih luas harus memasukkan pemikiran yang lebih kritis dan kreatif, sehingga kader dapat menghadapi tantangan zaman dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif.

Malas Membaca Buku: Intelektual dan Kualitas Akademis Kader PMII
Salah satu masalah yang sering dibahas adalah bahwa anggota PMII tidak memiliki budaya membaca buku. Meningkatkan pengetahuan akademis dan kualitas pemikiran sangat penting untuk meningkatkan kualitas pemikiran dan kemampuan menganalisis. Namun, fenomena yang dikenal sebagai “kecenderungan malas membaca” yang dialami beberapa anggota dari Tingkat Rayon hingga Komisariat dapat berdampak negatif pada perkembangan intelektual mereka. Tanpa literasi yang memadai, anggota akan kesulitan mengikuti perkembangan dinamika sosial-politik dan menghasilkan solusi yang dilandasi oleh pemikiran yang komprehensif.


Pergerakan PMII secara keseluruhan mungkin lebih buruk jika tidak ada budaya membaca buku ini. Ketika anggota tidak memahami sepenuhnya berbagai masalah sosial yang ada, advokasi yang dibuat cenderung tidak akan memiliki efek yang signifikan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat. Selain itu, ketidakmampuan anggota untuk berpikir kritis dan membuat solusi yang lebih akurat dapat disebabkan oleh kurangnya literasi.

Antara Menggugat dan Romantisme: Apakah PMII Siap untuk Perubahan atau Terjebak dalam Masa Lalu?
Terdapat ketegangan antara upaya PMII untuk menentang paradigma lama dan keinginan untuk mempertahankan gambaran sejarah gerakan di balik dinamika ini. PMII berusaha mempertahankan relevansinya terhadap masalah sosial-politik yang berkembang, tetapi mereka juga merasa memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan prinsip perjuangan yang telah diwariskan. Pertanyaan penting muncul sebagai akibat dari ketegangan ini: apakah PMII benar-benar siap untuk mengalami transformasi total atau malah terperangkap dalam mempertahankan identitas masa lalunya, yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan zaman modern?


Meskipun ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mengatasi tantangan saat ini, perubahan yang terjadi dalam PMII belum mencerminkan transformasi yang benar-benar mendasar dan radikal. Pergerakan PMII tampaknya lebih berkonsentrasi pada menjaga warisan yang ada daripada melakukan inovasi baru yang membawa perubahan besar. Akibatnya, sangat penting bagi PMII untuk melakukan introspeksi mendalam mengenai masa depan organisasinya untuk menghindari terjebak dalam romantisme sejarah yang tidak lagi relevan dengan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.

  • Penulis: (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kegiatan Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I di depan Lab Pendidikan Geografi Unkhair, anggota membaca dan berdiskusi untuk tingkatkan literasi.

    Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I Tingkatkan Literasi Anggota

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 525
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE– Ternate, (15/8/25), Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I menjadi program literasi rutin untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung pada 13 Agustus 2025 di depan ruang Lab Pendidikan Geografi, Universitas Khairun. Pengurus menyediakan berbagai buku sosial, novel, dan pendalaman Alkitab. Peserta membaca buku pilihan, lalu mempresentasikan ringkasan bacaan […]

  • Titiek Puspa Meninggal Dunia, Wakil Gubernur Maluku Utara Sampaikan Belasungkawa

    Titiek Puspa Meninggal Dunia, Wakil Gubernur Maluku Utara Sampaikan Belasungkawa

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Ternate, (11/4/25) — Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa, yang tutup usia pada 10 April 2025. Melalui pesan singkat yang dibagikan kepada awak media, KH. Sarbin Sehe menyatakan rasa duka cita yang mendalam. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi, keluarga, saya […]

  • Foto para pimpinan dan kader Fatayat NU Kepulauan Sula berpose bersama pada pembukaan Konfercab III di Sanana, 23 November 2025.

    Konferensi Cabang Ke-III Fatayat NU Kepulauan Sula Resmi Digelar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Sanana (BALENGKO) – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Sula resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-III di Sanana pada Ahad (23/11). Kegiatan ini mengusung tema: “Menguat Bersama, Maju Bersama untuk Perempuan Indonesia dan Peradaban Dunia.” Ketua PC Fatayat NU Kepulauan Sula, Faujia Buamona, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan organisasi melalui kaderisasi yang berjenjang dan […]

  • Sejumlah massa aksi dari PMII Cabang Persiapan Pulau Morotai membentangkan spanduk tuntutan di depan Kantor Bupati, Kamis (22/1/2026). Mereka mendesak pemerintah segera menyelesaikan proyek Labkesmas senilai Rp15,3 Miliar dan meratakan bantuan bagi lansia. Sumber foto : Istimewa

    Aksi Unjuk Rasa PMII Morotai: Soroti Ketimpangan Sosial hingga Proyek Infrastruktur Bermasalah

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 520
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI (BALENGKO) , 22 Januari 2026 – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Persiapan Kabupaten Pulau Morotai menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pulau Morotai, Kamis (22/1). Massa menuntut keadilan terkait penyaluran bantuan sosial serta transparansi proyek pembangunan di daerah tersebut. Aksi yang berlangsung sejak pukul 09:30 […]

  • Source : Istimewa

    IAIN Ternate Sosialisasi PMB 2026 di Morotai: Kenalkan Jalur PTKIN dan Target UIN

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 172
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO) — Tim sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IAIN Ternate menyambangi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Yaqin, Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memotivasi siswa kelas XII untuk melanjutkan studi sekaligus memperkenalkan program unggulan tahun akademik 2026/2027. Jalur Masuk dan Beasiswa Dalam sosialisasi tersebut, tim memaparkan tiga jalur utama pendaftaran bagi calon […]

  • Kolaborasi PKPM Nuku Yogyakarta dan Taman Pelajar Aceh Meriahkan HUT Tidore ke-917

    Kolaborasi PKPM Nuku Yogyakarta dan Taman Pelajar Aceh Meriahkan HUT Tidore ke-917

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 27 April 2025 – Perkumpulan Keluarga Pemuda Mahasiswa (PKPM) Nuku Yogyakarta bersama Taman Pelajar Aceh sukses menggelar peringatan Hari Jadi Tidore (HJT) ke-917 kegiatan ini di gelar pada Sabtu, (26/4/25) Balai Bale gading Asrama Putri Aceh Yogyakarta. Kolaborasi lintas budaya ini menegaskan semangat persatuan Indonesia dari Aceh hingga Maluku Utara. Siti Chumairah Anwar, Ketua […]

expand_less