Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » FALSAFAH KIE RAHA DAN KARAKTER MERDEKA

FALSAFAH KIE RAHA DAN KARAKTER MERDEKA

  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 154
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pendidikan sering kali terjebak dalam jebakan mekanistik, mereduksi manusia menjadi sekadar angka-angka statistik, rapor kuantitatif, dan pencetak tenaga kerja siap pakai demi roda industri global. Padahal, jauh sebelum istilah “Merdeka Belajar” bergema di ruang-ruang birokrasi modern, nusantara kita telah memiliki ekosistem nilai yang mandiri dan berdaulat. Di bumi Maluku Utara, warisan luhur Kie Raha (Empat Gunung/Kesultanan: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan) bukan sekadar catatan sejarah tentang kejayaan rempah dan geopolitik masa silam. Ia adalah kompas moral, sebuah cetak biru peradaban yang mengajarkan harmoni antara manusia, alam, dan kekuasaan.

Hari ini, ketika arus globalisasi dan homogenisasi budaya mengikis identitas lokal anak-anak muda kita, pertanyaannya bagaimana kita merawat jiwa keindonesiaan tanpa kehilangan akar kepulauan? Jawabannya terletak pada upaya radikal untuk mengawinkan kembali ruh falsafah Kie Raha dengan semangat Kurikulum Merdeka.

Membaca Ulang Kie Raha dalam Lanskap Pedagogi Modern

Secara historis, konfederasi Kie Raha merepresentasikan tatanan sosial yang dibangun di atas fondasi keseimbangan, musyawarah, dan penghormatan terhadap martabat manusia (saling menghargai). Alam Maluku Utara yang kaya baik rempah, laut, maupun gugusan gunung yang tidak dipandang sebagai objek eksploitasi semata, melainkan bagian dari entitas kebudayaan yang mendidik.

Berdasarkan konteks pedagogi kritis, merdeka belajar sejatinya adalah proses memerdekakan akal budi (liberating minds). Ketika kurikulum lokal di Maluku Utara hanya diisi oleh pengetahuan generik yang bersumber dari pusat, peserta didik kita sedang mengalami keterasingan kognitif. Mereka mengenal teori ekologi global, tetapi abadi dalam ketidaktahuan mengenai filosofi Fagogoru (sikap hidup yang menjunjung tinggi kejujuran, kesetiaan, dan solidaritas) yang hidup di tanah kelahiran mereka.

Maka, menanamkan akar kebudayaan melalui Kie Raha ke dalam ruang-ruang kelas bukanlah bentuk chauvinisme daerah. Ini adalah strategi kebudayaan untuk melahirkan subjek didik yang memiliki local rootedness, global outlook yang berakar kuat pada kearifan lokal, namun siap berdiri tegak menghadapi kompleksitas zaman.

Tiga Pilar Transformasi Kurikulum Berbasis Kie Raha

Agar integrasi ini tidak berhenti sebagai slogan seremonial di atas kertas, transformasi kurikulum lokal harus diterjemahkan secara taktis ke dalam tiga pilar utama:

1. Transformasi Muatan Lokal 

Selama ini muatan lokal kerap direduksi menjadi pelajaran tambahan yang sekadar hafalan seni tari atau bahasa daerah. Ke depan, nilai-nilai Kie Raha harus diintegrasikan sebagai core values dalam pendekatan lintas mata pelajaran. Konsep kepemimpinan dan kebijaksanaan Kesultanan masa lampau dapat diadaptasi dalam proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Nilai gotong royong dalam tradisi maritim lokal diintegrasikan ke dalam sains lingkungan dan sosiologi.

2. Kontekstualisasi Ruang Belajar

Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan melalui ceramah di dalam kelas. Wilayah Maluku Utara dengan bentang alam kepulauan dan sejarah rempahnya adalah laboratorium hidup yang paling otentik. Sekolah-sekolah di Ternate, Tidore, Halmahera, hingga pulau-pulau terluar harus mampu menjadikan situs-situs sejarah kesultanan dan ekosistem pesisir sebagai living classroom. Siswa diajak untuk tidak hanya memahami sejarah secara tekstual, tetapi merawat situs budaya, memahami kearifan nelayan lokal dalam membaca musim, dan merajut kembali memori kolektif tentang jalur rempah.

3. Rekonstruksi Peran Guru 

Guru di Maluku Utara tidak boleh lagi diposisikan sekadar sebagai penyampai materi kurikulum nasional. Mereka harus mengambil peran kultural layaknya para tetua adat yang menuliskannya dalam laku hidup sehari-hari. Pelatihan guru berbasis kearifan lokal mendesak untuk dilakukan, agar para pendidik memiliki kapasitas menerjemahkan filosofi leluhur ke dalam bahasa pedagogi yang relevan dengan generasi digital (Gen Z dan Alpha).

Menyongsong Kedaulatan Manusia Maluku Utara

Hilirisasi industri nikel dan eksploitasi sumber daya alam yang masif saat ini sedang mengubah wajah Maluku Utara secara drastis. Jika dunia pendidikan kita gagal menanamkan fondasi karakter yang kokoh, kita tidak hanya akan menjadi penonton di atas tanah sendiri, tetapi juga melahirkan generasi yang mengalami amnesia kultural yang asing di rumahnya sendiri, gagap di dunia luar.

Falsafah Kie Raha menawarkan penawar yang mujarab. Ia mengajarkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi harus berjalan seiring dengan keluhuran budi pekerti. Dengan mengawinkan kearifan lokal ini ke dalam Kurikulum Merdeka, kita sedang membangun benteng pertahanan mental yang tangguh.

  • Penulis: Irfandi R. Hi Mustafa Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara Wakil Sekretaris GP Ansor Maluku Utara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keutamaan Malam Nisfu Syaban: Waktu Mustajab untuk Doa dan Pengampunan Dosa

    Keutamaan Malam Nisfu Syaban: Waktu Mustajab untuk Doa dan Pengampunan Dosa

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 1.119
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Dok. Balengko Space Ternate, (13/2/25) – Umat Muslim di seluruh dunia segera menyambut bulan suci Ramadhan. Sebelum itu, ada satu malam istimewa yang penuh dengan keutamaan, yaitu Malam Nisfu Syaban. Tahun ini, malam tersebut jatuh pada malam Jumat, 14 Syaban 1446 H (13 Februari 2025). Malam ini menjadi waktu yang sangat mustajab […]

  • Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Gelar Lomba Hari Gizi Nasional ke-65 Bersama DPD PERSAGI

    Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Gelar Lomba Hari Gizi Nasional ke-65 Bersama DPD PERSAGI

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, 25/1/24 – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-65, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate bekerja sama dengan DPD PERSAGI menyelenggarakan berbagai kegiatan bertema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat”. Acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate, Ridwan Yamko, SKM., M.Kes, dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, masyarakat […]

  • PPPK

    LBH Ansor Maluku Utara Soroti Dugaan Ketua DPC Parpol Dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu di Kota Ternate

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO)— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyoroti dugaan keterlibatan oknum berenisial MJ—yang disebut masih menjabat sebagai pengurus sekaligus Ketua DPC salah satu partai politik di Kecamatan Ternate Tengah—dalam proses pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Pemerintah Kota Ternate pada Senin (1/12/2025). Informasi yang beredar menyebutkan bahwa nama MJ tercantum […]

  • Foto: PBSI dan HIMABIN Universitas Khairun melepas 70 mahasiswa peserta Pekan Pengabdian Masyarakat (PPM) di Kecamatan Oba Tengah, Desa Akesai, Sabtu (10/1/2026). Sumber foto: Istimewa

    PBSI dan HIMABIN Unkhair Lepas 70 Mahasiswa Ikuti PPM di Desa Akesai

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Ternate, 10 Januari 2026 — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) bersama Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABIN) Universitas Khairun secara resmi melepas 70 mahasiswa peserta Pekan Pengabdian Masyarakat (PPM) yang akan bertugas di Kecamatan Oba Tengah, Desa Akesai, Sabtu (10/1/2026). PPM merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi berbasis pengabdian kepada masyarakat […]

  • Inovasi Satpol PP Morotai: Layanan Pengaduan Kebakaran dan Ketertiban Berbasis Online

    Inovasi Satpol PP Morotai: Layanan Pengaduan Kebakaran dan Ketertiban Berbasis Online

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 160
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kebakaran di Kabupaten Pulau Morotai kerap terjadi pada lahan yang ditumbuhi rumput alang-alang. Vegetasi yang mudah kering, terutama saat musim kemarau, membuat api berpotensi menjalar dengan cepat dan meluas. Guna meningkatkan kecepatan respons penanganan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pulau Morotai tengah menyiapkan inovasi […]

  • Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) saat menggelar demonstrasi di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/1/2026), mendesak tindak lanjut temuan BPK terkait anggaran Pemilu KPU Maluku Utara. (Sumber foto: Tangkapan layar video aksi)

    SEMAINDO Desak KPK Tindaklanjuti Temuan BPK soal Anggaran Pemilu KPU Maluku Utara

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO) — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (5/1). Mereka mendesak KPK menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pengelolaan anggaran Pemilu di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara. Aksi tersebut merujuk pada Laporan […]

expand_less