Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTALKS » Sepenggal kisah pulang seorang kakak untuk adik-adiknya di Rote Ndao

Sepenggal kisah pulang seorang kakak untuk adik-adiknya di Rote Ndao

  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • visibility 117
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tiga puluh tahun lalu, tahun 1996, adalah terakhir kalinya saya menetap di Pulau Rote. Saat itu saya hanyalah anak desa yang berangkat merantau untuk melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas, membawa cita-cita yang bahkan saya sendiri belum berani ukur besarnya. Sejak hari itu, jalan hidup membawa saya jauh dari Nusa Fua Funi tercinta ini: kuliah, lalu bekerja di berbagai organisasi nasional dan internasional, berpindah dari satu pulau ke pulau lain, mengunjungi satu negara ke negara lain, dari satu program pembangunan ke program lainnya.

Dua puluh dua tahun saya dedikasikan untuk isu perlindungan anak dan perempuan, energi terbarukan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, tata kelola lingkungan, adaptasi perubahan iklim, kesetaraan gender dan inklusi sosial, hingga pemberdayaan masyarakat di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Namun ada satu hal yang selama itu tak pernah terjadi: belum sekali pun saya hadir secara langsung menyentuh program pembangunan di tanah kelahiran saya sendiri, Pulau Rote.

Guru-guru UPTD SDI Tolama (Sumber: Dokumentasi Rote Mengajar oleh Josephina Manurung).

Maka ketika Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggagas Rote Mengajar 2026, sebuah gerakan yang ‘memanggil’ pulang para diaspora dan pemerhati pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia untuk berbagi inspirasi kepada anak-anak Rote Ndao, saya justru merasa yang lebih dulu terinspirasi adalah saya sendiri. Bukan saya yang datang untuk menginspirasi, tetapi jiwa saya yang dipanggil untuk pulang.

Panggilan ini sederhana. Saya rindu pada suara riang, senyum polos, rasa penasaran, dan sukacita adik-adik di kampung halaman, khususnya di Sekolah Dasar Inpres Tolanama. Saya pulang bukan untuk berceramah tentang keberhasilan, melainkan untuk duduk dekat mereka, bercerita, dan merasakan kembali kehangatan yang selama ini hanya hidup dalam ingatan.

Saya ingin bercerita kepada mereka bahwa dahulu saya juga adalah anak seperti mereka: anak desa dengan segala keterbatasan, yang tumbuh di tengah kesederhanaan, namun menyimpan cita-cita besar seperti yang mungkin kini bersemayam di dada mereka. Yang membedakan bukan bakat atau keberuntungan semata, melainkan ketekunan dan komitmen yang dijaga dari waktu ke waktu, disertai dukungan doa dan kasih dari orang tua, keluarga, serta lingkungan sekitar. Di atas semua itu, saya percaya perjalanan ini terjadi karena penyertaan Tuhan yang tak pernah putus.

Dari titik berangkat yang sederhana itu, saya kemudian diberi kesempatan menikmati sisi dunia yang lain: bekerja bersama lembaga-lembaga internasional, menempuh pendidikan magister di luar negeri (Australia), dan terlibat dalam program-program pembangunan lintas pulau dan lintas negara. Bukan untuk menyombongkan diri, tetapi untuk menjadi bukti hidup bagi adik-adik saya di Rote Ndao: bahwa jarak antara sebuah desa kecil di ujung selatan Indonesia dengan dunia yang luas itu bukan tidak bisa ditempuh.

Rote Mengajar, bagi saya, adalah ruang untuk menutup jarak itu. Bukan dengan panggung besar atau seremoni, tetapi dengan kehadiran yang tulus. Saya ingin anak-anak Tolanama dan Rote Ndao pada umumnya tahu bahwa cita-cita mereka sah untuk besar, sebesar apa pun keterbatasan yang mengelilingi mereka hari ini. Bahwa dari ruang kelas sederhana dengan lantai semen dan bangku kayu, seorang anak tetap bisa tumbuh menjadi apa saja yang ia perjuangkan dengan sungguh-sungguh.

Kembali ke Rote setelah tiga puluh tahun bukan sekadar napak tilas. Ia adalah cara saya membayar rindu sekaligus membayar utang batin kepada tanah yang membesarkan saya. Sebagai seorang kakak, saya hanya ingin memeluk kembali suara-suara riang itu, dan berbisik pelan: ‘Kalian bisa. Karena kakakmu juga pernah berdiri di titik yang sama seperti kalian sekarang.’

Dan jika satu anak di Tolanama kelak percaya bahwa dari desanya yang kecil ia bisa menjangkau dunia, maka perjalanan pulang ini sudah lebih dari cukup maknanya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Wikipedia

    Publik Soroti Penurunan Indeks Kerukunan, FKUB Maluku Utara Didesak Evaluasi Kinerja dan Audit Anggaran

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 322
    • 0Komentar

    MALUT (BALENGKO) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Maluku Utara tengah menjadi sorotan publik menyusul rilis data Indeks Kerukunan Umat Beragama dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Laporan tersebut menempatkan skor variabel kehidupan umat beragama di Maluku Utara pada level rendah, yang mengindikasikan penurunan signifikan dibanding periode sebelumnya. Penurunan indeks ini dinilai kontradiktif dengan mandat […]

  • Proses Pembebasan Lahan AMP PT Eltis Anugrah Sejati di Morotai Dipertanyakan, Camat: Hanya Beri Rekomendasi

    Proses Pembebasan Lahan AMP PT Eltis Anugrah Sejati di Morotai Dipertanyakan, Camat: Hanya Beri Rekomendasi

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 112
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Eltis Anugrah Sejati di Desa Joubela, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menuai sorotan. Selain ukuran dan mekanisme pembebasan lahan yang dipertanyakan, kejelasan status perizinan usaha serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau UKL-UPL juga belum transparan. […]

  • Source : Istimewa

    HMTPWK UNUTARA Gelar Workshop Geospasial: Pelatihan Pemetaan Dan Pengelolaan Data Drone

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (HMTPWK) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) sukses menyelenggarakan Workshop Geospasial Seri 1 dengan tema “Pelatihan Pemetaan dan Pengelolaan Data Drone”, bertempat aula Kampus UNUTARA. Jumat (13/02/2026). Adapun narasumber yang dihadirkan yakni Andi Arkam, S.T, yang juga merupakan Alumni Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas […]

  • Pemerintah Provinsi Maluku Utara Tunjukkan Komitmen Nyata Dampingi Jamaah Haji 2025

    Pemerintah Provinsi Maluku Utara Tunjukkan Komitmen Nyata Dampingi Jamaah Haji 2025

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.090
    • 1Komentar

    Makassar, 10 Mei 2025 (balengkospace.com) – Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi jamaah haji. Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, secara resmi melepas keberangkatan Kloter 13 yang terdiri dari calon jamaah haji asal Kota Ternate, Kepulauan Sula, Halmahera Barat, dan Halmahera Utara, Jumat malam, 9 Mei 2025. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat […]

  • Dugaan Kasus Kekerasan Seksual, BEM UNUTARA Desak Kampus dan Aparat Tindak Tegas Oknum Mahasiswa

    Dugaan Kasus Kekerasan Seksual, BEM UNUTARA Desak Kampus dan Aparat Tindak Tegas Oknum Mahasiswa

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 474
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (BEM UNUTARA) menyatakan keprihatinan mendalam atas mencuatnya dugaan tindakan kekerasan seksual dan pemerkosaan yang menyeret salah satu oknum mahasiswa berinisial BM. Kasus ini dipandang sebagai persoalan yang sangat serius karena menyangkut keselamatan, martabat, serta pemenuhan hak-hak korban. Berdasarkan keterangan keorganisasian, korban dilaporkan merupakan […]

  • Ketua Dekranasda Maluku Utara Ny Rusni Sarbin Hadiri Jogja Fashion Week 2026

    Hadir di Jogja Fashion Week 2026, Ketua Dekranasda Malut Rusni Sarbin Bidik Potensi UMKM Daerah

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Mustakim
    • visibility 297
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Ajang perhelatan mode bergengsi tahunan, Jogja Fashion Week (JFW) 2026 bertajuk “Roots to Resonance”, resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, di Gedung Jogja Expo Center (JEC), Kamis (13/08/2026). Acara tidak hanya dihadiri oleh pejabat dan pelaku industri mode dari […]

expand_less