Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Filosofi Idul Fithri: Mengembalikan Jati Diri Manusia

Filosofi Idul Fithri: Mengembalikan Jati Diri Manusia

  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Karakter manusia ketika masih sebagai ruh memang demikian. Namun ketika ruh itu dipertemukan dengan jasad kasar kemudian menghirup udara dunia ini, masalahnya menjadi lain. Hal itu karena ruh yang menjadi tetap dalam watak keasliannya—fitrahnya sementara jasad mulai tergoda—muwaswas dengan tuntutan-tuntutan kenikmatan duniawi yang bersifat sementara dan sesaat. Di sinilah mulai terjadi tarik-menarik—tug of wer antara kepentingan rohani dengan kepentingan jasmani, atau antara kepentingan ukhrawi dengan kepentingan duniawi—conflict of interest. Pergumulan dua kutub kepentingan ini akan terus berlanjut sampai manusia yang bersangkutan meninggalkan dunia ini—karena telah wafat dan harus masuk ke dalam kuburan.

Manusia memang telah diberi ‘hak kebebasan’—al-hurriyyah oleh Allah Swt untuk menentukan pilihan mana yang ia kehendaki. Ia dapat memilih kepentingan rohani, dan ia juga diberi kekuatan untuk memilih kepentingan jasmani. Dalam kaitan ini Allah Swt berfirman, “dan Kami telah menunjukkan—memberi kekuatan kepada manusia akan dua jalan”. (rujuk QS. al-Balad, 10). Dua jalan ini adalah jalan kebaikan—rohani dan jalan kejahatan—jasmani. Apabila manusia mampu mengalahkan kepentingan jasmaninya, maka karakter rohaninya akan mendominasi perilaku hidup kesehariannya sehingga ia akan tampil sebagai manusia dengan segala watak kemanusiaannya. Tetapi manakala ia tidak mampu mematahkan kepentingan-kepentingan jasmaninya, maka sirnalah segala watak dan sifat kemanusiaannya, dan kini ia lebih didominasi oleh watak-watak binatang—nafsul bahimah yang hanya memiliki watak-watak jasmani dari-pada sebagai manusia. Maka manusia yang seperti ini sebenarnya sudah menjadi binatang dalam dirinya, bahkan lebih jahat daripada binatang itu sendiri. Meskipun ia berpenampilan necis—neces, tetapi sesungguhnya ia lebih jahat dari-pada seekor serigala dan seekor laba-laba yang siap menelan—menerkam sesamanya. Inilah yang disebut dengan gelar ‘manusia serigala’—insaan al-mustadz’ib dan ‘manusia laba-laba’—Insaan al-‘ankabuut.  

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Dari Sajdah ke Kesadaran: Ramadan dan Tanggung Jawab Menjaga Bumi

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Gilang Hi Adam
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Di awal bulan Ramadan ini, mari kita berhenti sejenak. Sebab di tengah ibadah yang kita jalani, ada ketertindasan yang terus berlangsung di hadapan mata dan batin kita.Ramadan bukan sekadar menahan lapar, dahaga, dan nafsu. Ia seharusnya menjadi latihan empati—agar kita tidak lagi memandang penderitaan sebagai sesuatu yang biasa. Lebih dari itu, puasa adalah momentum kesetaraan. […]

  • Ketua Ansor Malut Tegaskan Komitmen: Kritik Membangun untuk Kemajuan Maluku Utara

    Ketua Ansor Malut Tegaskan Komitmen: Kritik Membangun untuk Kemajuan Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Nurul Hafizatul
    • visibility 702
    • 0Komentar

    Ternate, 25 April 2025 – GP Ansor Maluku Utara menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan pengawal kepentingan rakyat dalam puncak peringatan Harlah ke-91, Kamis (24/4/2025) di Ballroom Muara Ternate. Ketua GP Ansor Maluku Utara Syarif Abdullah menekankan peran strategis organisasi dalam penguatan sektor pangan dan pelestarian nilai-nilai kebhinekaan. “GP Ansor akan terus memperkuat kemandirian pangan Maluku Utara. […]

  • Dr. Fahrul Abd. Muid Calon Ketua IKA PMII Maluku Utara 2025

    Visi-Misi Dr. Fahrul Abd. Muid untuk Kemajuan IKA PMII Maluku Utara

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 909
    • 0Komentar

    TUJUAN DAN SASARAN Pada penetapan visi, misi dan program tersebut tentunya memperkuat organisasi IKA PMII Provinsi Maluku Utara dalam memberikan konsekuensi logis pada upaya bagaimana mengembangkan tujuan dan sasarannya. Sesuai dengan visi, misi dan program maka tetap merujuk bahwa tujuan awal IKA PMII Maluku Utara yang harus dicapai yakni, meningkatkan kualitas konsolidasi  IKA PMII Maluku […]

  • HMPV Virus lama, ancaman baru?

    HMPV Virus lama, ancaman baru?

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Ilustrasi :Istimewa Pada akhir 2024, masyarakat dikejutkan oleh lonjakan kasus virus HMPV (Human Metapneumovirus) yang terus meningkat. Meski bukan virus baru, kemunculannya yang kembali meluas menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan. Apa sebenarnya virus HMPV itu? Seberapa berbahayakah dampaknya? Menurut laporan dari Medical Review Virology, Human Metapneumovirus (HMPV) adalah anggota genus Metapneumovirus dalam famili Paramyxoviridae. Meski […]

  • Foto penulis

    RSUD Jailolo: Paripurna yang Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Aditya Billy Anoraga, S.Kep.Ns., M.Kep
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Ketika sebuah rumah sakit meraih Akreditasi Paripurna, publik biasanya langsung membayangkan layanan yang nyaman, peralatan yang lengkap, tenaga medis yang bekerja dengan tenang, dan sistem manajemen yang berjalan rapi. Seperti hotel bintang lima, begitulah kira-kira bayangan dari Akreditasi Paripurna yang dihadiahi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo pada […]

  • Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 755
    • 0Komentar

    Sumber Foto : BloombergDimas Ardian Pada 6 Februari 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mengenai Persentase Usia Muda (15-24 Tahun) yang Tidak Sedang Sekolah, Bekerja, atau Mengikuti Pelatihan, atau yang dikenal dengan istilah NEET (Not in Education, Employment, or Training). NEET merujuk pada sekelompok penduduk usia muda yang tidak aktif di dunia pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apapun. […]

expand_less