Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Filosofi Idul Fithri: Mengembalikan Jati Diri Manusia

Filosofi Idul Fithri: Mengembalikan Jati Diri Manusia

  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 336
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Untuk menjaga—al-muhafazah agar manusia tetap berada pada karakter kemanusiaannya—al-insaniyyah yang dibentuk oleh kata anasun, anisun dan anisah, yang artinya, harmonis, intim, kangen, saling menyanyagi, dan kasih-sayang, maka diperlukan upaya yang terus-menerus untuk merawat itu. Menjadi manusia yang baik dan ini watak manusia adalah sangat mudah, namun menjadi manusia yang terus menerus baik—khair al-Naasi adalah sulit untuk dipertahankan. Karena tidak ada kebaikan—al-hasanah bagi kebaikan—al-hasanah yang tidak terus-menerus, sementara tidak ada kejelekan—al-sysyarr bagi kejelekan—al-sysyarr yang terus menerus dilakukan. Kejahatan—al-sayyi’ah yang bersifat sementara, kemudian disusul dengan kebajikan—‘amilu ash-shaalihaati yang terus-menerus akan lebih baik dari-pada kebajikan yang bersifat sesaat yang kemudian disusul dengan kejahatan yang terus-menerus. Maka, mantan seorang penjahat—kajahatang lebih baik dari-pada mantan seorang ustadz—kiyai, ulama, dan pendeta. Dan upaya untuk menjaga—al-muhafazah manusia yang selalu memanusiakan manusia dan terus-menerus kearah itu dalam bahasa agama disebut dengan istiqamah—konsisten yang sulit untuk dipertahankan oleh manusia dalam hidupnya.

 Dan, Maha Besar Allah Swt yang telah menurunkan bulan ramadhan kepada kita dengan segala amalan-amalannya baik yang wajib dikerjakan maupun dianjurkan untuk dikerjakan oleh kita. Karena bulan ramadhan adalah sarana untuk menjaga secara terus-menerus agar manusia tetap menjadi manusia, dan agar manusia tetap berada pada watak-watak aslinya sebagai manusia pengabdi Allah—‘abdullah bukan sebaliknya manusia sebagai pengabdi setan—‘aabid sy-syaithaan. Karenanya, keberhasilan manusia dalam menjalankan ibadah ramadhan akan banyak ditentukan oleh sejauh mana ia mampu melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam bulan ramadhan itu pada bulan-bulan lain pasca ramadhan ini. Karena ramadhan bukanlah untuk ramadhan, melainkan ramadhan untuk bulan-bulan yang bukan ramadhan. Manusia yang berhasil dalam menjalankan ibadah ramadhan akan melestarikan amalan-amalan itu pasca bulan ramadhan, sementara manusia yang tidak berhasil dalam beribadah pada bulan ramadhan ia akan kembali menjadi manusia yang kehilangan watak-watak dasar—fitrah kemanusiaannya. Maka tepat sekali apabila keberhasilan itu kemudian dirayakan dengan bentuk ‘idul fithri yang merupakan hari raya keberhasilan manusia dalam menjadikan dirinya kembali menjadi manusia yang manusiawi—berhasil merawat kemanusiaannya.

Sifat yang lain lagi bagi manusia ketika awal mula ia diciptakan adalah ia bersifat lemah—dha’if. Allah Swt berfirman, “dan manusia itu diciptakan dalam sifat yang lemah” (rujuk QS al-nisaa’:27). Konteks ayat ini adalah bahwa manusia yang tidak mampu menikahi wanita—harim merdeka, ia diizinkan menikahi wanita sahaya—budak, karena ia makhluk yang lemah, tidak dapat hidup seorang diri. Dan, begitulah betapa tingginya ilmu pengetahuan seseorang, namun mustahil ia hidup sendirian. Seorang failasuf ‘Abdurrahman bin Ibnu Khaldun juga mengatakan bahwa manusia adalah zoon politicon—makhluk yang bermasyarakat—sosiologis-antropologis. Karena sifat kelemahan manusia inilah sejak awal agama Islam menyuguhkan amalan-amalan yang dapat menumbuhkan sikap-sikap kebersamaan. Disyari’atkannya zakat, infaq, sedekah, shalat berjama’ah, ifthar—memberikan buka puasa, dan lain-lain adalah antara lain dalam rangka menumbuhkan rasa kemanusiaan dan sikap kebersamaan dalam hidup di dunia ini. Sikap kebersamaan ini pada gilirannya akan menghilangkan sifat-sifat keserigalaan—kebinatangan manusia yang selalu siap menerkam—memakan sesamanya, tetapi justru akan menumbuhkan sifat-sifat kemitraan—kolaborasi, di mana setiap orang akan memandang yang lain tanpa membedakan status sosialnya sebagai mitra kehidupan dan saling membutuhkan antara sesama mereka dalam merawat kemanusiaannya untuk menata masa depan bersama, tanpa membeda-bedakan apa pun agama dan sukunya. Inilah substansi ‘Idul Fitri yang dirayakan hari ini—untuk konsisten merawat nilai-nilai kemanusiaan saya, anda, dan kita semua sampai hari kiamat tinggal dua hari lagi. Demikian tulisan ini semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bishshawab.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi banjir setinggi atap rumah yang merendam permukiman warga di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (7/1/2026). (Istimewa)

    Banjir Setinggi Atap Rumah Rendam Kecamatan Ibu Halmahera Barat, Warga Selamatkan Diri ke Atap

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Halmahera Barat (BALENGKO) – Banjir dengan ketinggian dilaporkan mencapai atap rumah melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Rabu (7/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi setelah wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sejak dini hari. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari keterangan warga setempat, banjir merendam sejumlah wilayah permukiman, di […]

  • Organda Morotai Tolak Kenaikan Dexlite

    Tolak Kenaikan Dexlite, Organda Morotai Gelar Hearing di DPRD: Ancam Mogok Massal 7 Hari

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 333
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Gelombang protes akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai menyasar sektor transportasi di daerah. Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Kabupaten Pulau Morotai menggelar aksi konvoi dan hearing di Kantor DPRD Pulau Morotai, Senin (11/5/2026). Aksi ini dipicu oleh kenaikan harga […]

  • Oleh: Dr. Fahrul Abd Muid, S.Th.I., MA Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut

    ANALISIS KRITIS—DISKURSIF IAIN TERNATE

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Dr. Fahrul Abd Muid, S.Th.I., MA
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Dewasa ini muncul sikap jadaliyyin—kontroversial terhadap amaaman—posisi dan wujuudun—keberadaan Institut Agama Islam Negeri Ternate sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan negeri ilmiah. Padahal masyarakat Maluku Utara memiliki ekspektasi—harapan yang tidak main-main bagi kehadiran IAIN Ternate, karena institusi ini dianggap memiliki kelompok akademis—religius ilmiah yang berperan sebagai ‘jagoan’ keagamaan ditengah masyarakat Maluku Utara yang berbasis pada empat […]

  • ​Naswin Rowo Ajak Lulusan Unipas Mengabdi, Atasi Krisis Operator Dapodik di Morotai

    ​Naswin Rowo Ajak Lulusan Unipas Mengabdi, Atasi Krisis Operator Dapodik di Morotai

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 425
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI-Guna memutus rantai kendala klasik pendataan sekolah, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, meluncurkan gagasan strategis dengan mengajak para sarjana komputer lokal turun tangan. Ketua DPC PKB Pulau Morotai periode 2026–2031 tersebut mengimbau para lulusan Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, khususnya dari program studi Teknik Informatika yang belum memiliki kesibukan, untuk […]

  • Source : Istimewa

    Densus 88 Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di MTS Alkhairaat Tobelo, Soroti Modus Game Online

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 233
    • 0Komentar

    TOBELO (BALENGKO) — Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri menggelar program Densus Goes To School di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Alkhairaat Tobelo, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini bertujuan membentengi siswa SMP dan SMA dari penyebaran paham radikalisme serta terorisme yang kini menyasar anak muda melalui media sosial dan game online. Waspada Digital Grooming Kanit Pencegahan Satgaswil […]

  • Sarbin Sehe Ikuti Retret di Akmil Magelang untuk Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

    Sarbin Sehe Ikuti Retret di Akmil Magelang untuk Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Magelang, (27/2/25) – Setelah menjalani serangkaian kegiatan pasca-pelantikan sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe bertolak ke Magelang untuk mengikuti kegiatan retret selama dua hari, mulai hari ini, Kamis (27/2/25), hingga besok, Jumat (28/2/25). Kegiatan ini digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah. […]

expand_less