Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Filosofi Idul Fithri: Mengembalikan Jati Diri Manusia

Filosofi Idul Fithri: Mengembalikan Jati Diri Manusia

  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 418
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Untuk menjaga—al-muhafazah agar manusia tetap berada pada karakter kemanusiaannya—al-insaniyyah yang dibentuk oleh kata anasun, anisun dan anisah, yang artinya, harmonis, intim, kangen, saling menyanyagi, dan kasih-sayang, maka diperlukan upaya yang terus-menerus untuk merawat itu. Menjadi manusia yang baik dan ini watak manusia adalah sangat mudah, namun menjadi manusia yang terus menerus baik—khair al-Naasi adalah sulit untuk dipertahankan. Karena tidak ada kebaikan—al-hasanah bagi kebaikan—al-hasanah yang tidak terus-menerus, sementara tidak ada kejelekan—al-sysyarr bagi kejelekan—al-sysyarr yang terus menerus dilakukan. Kejahatan—al-sayyi’ah yang bersifat sementara, kemudian disusul dengan kebajikan—‘amilu ash-shaalihaati yang terus-menerus akan lebih baik dari-pada kebajikan yang bersifat sesaat yang kemudian disusul dengan kejahatan yang terus-menerus. Maka, mantan seorang penjahat—kajahatang lebih baik dari-pada mantan seorang ustadz—kiyai, ulama, dan pendeta. Dan upaya untuk menjaga—al-muhafazah manusia yang selalu memanusiakan manusia dan terus-menerus kearah itu dalam bahasa agama disebut dengan istiqamah—konsisten yang sulit untuk dipertahankan oleh manusia dalam hidupnya.

 Dan, Maha Besar Allah Swt yang telah menurunkan bulan ramadhan kepada kita dengan segala amalan-amalannya baik yang wajib dikerjakan maupun dianjurkan untuk dikerjakan oleh kita. Karena bulan ramadhan adalah sarana untuk menjaga secara terus-menerus agar manusia tetap menjadi manusia, dan agar manusia tetap berada pada watak-watak aslinya sebagai manusia pengabdi Allah—‘abdullah bukan sebaliknya manusia sebagai pengabdi setan—‘aabid sy-syaithaan. Karenanya, keberhasilan manusia dalam menjalankan ibadah ramadhan akan banyak ditentukan oleh sejauh mana ia mampu melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam bulan ramadhan itu pada bulan-bulan lain pasca ramadhan ini. Karena ramadhan bukanlah untuk ramadhan, melainkan ramadhan untuk bulan-bulan yang bukan ramadhan. Manusia yang berhasil dalam menjalankan ibadah ramadhan akan melestarikan amalan-amalan itu pasca bulan ramadhan, sementara manusia yang tidak berhasil dalam beribadah pada bulan ramadhan ia akan kembali menjadi manusia yang kehilangan watak-watak dasar—fitrah kemanusiaannya. Maka tepat sekali apabila keberhasilan itu kemudian dirayakan dengan bentuk ‘idul fithri yang merupakan hari raya keberhasilan manusia dalam menjadikan dirinya kembali menjadi manusia yang manusiawi—berhasil merawat kemanusiaannya.

Sifat yang lain lagi bagi manusia ketika awal mula ia diciptakan adalah ia bersifat lemah—dha’if. Allah Swt berfirman, “dan manusia itu diciptakan dalam sifat yang lemah” (rujuk QS al-nisaa’:27). Konteks ayat ini adalah bahwa manusia yang tidak mampu menikahi wanita—harim merdeka, ia diizinkan menikahi wanita sahaya—budak, karena ia makhluk yang lemah, tidak dapat hidup seorang diri. Dan, begitulah betapa tingginya ilmu pengetahuan seseorang, namun mustahil ia hidup sendirian. Seorang failasuf ‘Abdurrahman bin Ibnu Khaldun juga mengatakan bahwa manusia adalah zoon politicon—makhluk yang bermasyarakat—sosiologis-antropologis. Karena sifat kelemahan manusia inilah sejak awal agama Islam menyuguhkan amalan-amalan yang dapat menumbuhkan sikap-sikap kebersamaan. Disyari’atkannya zakat, infaq, sedekah, shalat berjama’ah, ifthar—memberikan buka puasa, dan lain-lain adalah antara lain dalam rangka menumbuhkan rasa kemanusiaan dan sikap kebersamaan dalam hidup di dunia ini. Sikap kebersamaan ini pada gilirannya akan menghilangkan sifat-sifat keserigalaan—kebinatangan manusia yang selalu siap menerkam—memakan sesamanya, tetapi justru akan menumbuhkan sifat-sifat kemitraan—kolaborasi, di mana setiap orang akan memandang yang lain tanpa membedakan status sosialnya sebagai mitra kehidupan dan saling membutuhkan antara sesama mereka dalam merawat kemanusiaannya untuk menata masa depan bersama, tanpa membeda-bedakan apa pun agama dan sukunya. Inilah substansi ‘Idul Fitri yang dirayakan hari ini—untuk konsisten merawat nilai-nilai kemanusiaan saya, anda, dan kita semua sampai hari kiamat tinggal dua hari lagi. Demikian tulisan ini semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bishshawab.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumber foto : Istimewa

    Mandiri Tanpa Pembimbing, Tim FKIP Unkhair Raih Juara III Debat Kie Raha 2026

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 445
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kompetisi Debat Kie Raha 2026. Tim yang menggabungkan kekuatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pendidikan Bahasa Inggris ini resmi menyabet Juara III dalam partai final yang digelar di Aula Nuku Unkhair, Rabu (28/1/2026). […]

  • Dodola Terbengkalai, Kadispar Morotai Pilih Bungkam saat Dicecar Wartawan

    Dodola Terbengkalai, Kadispar Morotai Pilih Bungkam saat Dicecar Wartawan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 604
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Sikap tidak kooperatif dan terkesan alergi terhadap kritik ditunjukkan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Pulau Morotai yang baru menjabat sekitar dua pekan. Di tengah sorotan publik terhadap buruknya perhatian pemerintah terhadap sejumlah fasilitas wisata unggulan, Kadispar justru memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media. Sikap tidak kooperatif itu terlihat saat sejumlah wartawan […]

  • Makan bergizi Gratis Dimulai Hari Ini, Wujudkan SDM Unggul dan Kurangi Stunting

    Makan bergizi Gratis Dimulai Hari Ini, Wujudkan SDM Unggul dan Kurangi Stunting

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Balengko Space – Hari ini, Senin (6/1/2024), sekolah-sekolah resmi menjalankan Program Makan Bergizi Gratis. Presiden dan Wakil Presiden terpilih Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, menjadikan program ini sebagai prioritas utama untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul. Pemerintah memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi dengan baik dan berkualitas demi meningkatkan kualitas pangan dan gizi […]

  • Sumber Foto: iluvislam.com

    Intelijen di Era Multipolar: Dari Hudzaifah bin al-Yaman hingga Krisis Nurani Global

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Muhammad
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Ketika dunia kembali terbelah dalam persaingan multipolar antara Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, dan kekuatan regional lain, intelijen menjadi senjata utama yang menentukan arah geopolitik. Namun, di tengah kebisingan algoritma dan operasi rahasia lintas negara. Pada bagian ini ada satu hal yang saya ajukan setidaknya paling  mendasar yaitu moral. Figur Hudzaifah bin al-Yaman, Shahibu Sirri Rasulullah […]

  • Source : Istimewa

    IAIN Ternate Sosialisasi PMB 2026 di Morotai: Kenalkan Jalur PTKIN dan Target UIN

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 266
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO) — Tim sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IAIN Ternate menyambangi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Yaqin, Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memotivasi siswa kelas XII untuk melanjutkan studi sekaligus memperkenalkan program unggulan tahun akademik 2026/2027. Jalur Masuk dan Beasiswa Dalam sosialisasi tersebut, tim memaparkan tiga jalur utama pendaftaran bagi calon […]

  • Dua Hari Lebih Listrik Padam Total, Warga Pulau Muari Kayoa Barat Menjelis dan Tuntut Respons Cepat PLN

    Dua Hari Lebih Listrik Padam Total, Warga Pulau Muari Kayoa Barat Menjelis dan Tuntut Respons Cepat PLN

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 113
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, KAYOA BARAT – Jeritan masyarakat kawasan pesisir dan kepulauan terkait pelayanan dasar kembali mencuat. Warga di Pulau Muari, khususnya yang bermukim di Desa Bokimiake, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, mengeluhkan pemadaman listrik total yang berlangsung sejak 27 hingga 29 Juli 2026. Pemadaman listrik berhari-hari yang kerap berulang dalam beberapa waktu terakhir ini […]

expand_less