Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Filosofi Idul Fithri: Mengembalikan Jati Diri Manusia

Filosofi Idul Fithri: Mengembalikan Jati Diri Manusia

  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 402
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Setiap kali kita merayakan hari raya ‘Idul Fitri, kita selalu dituntut untuk merenungkan dan menghayati pesan-pesan moral—al-mawaa’izh al-akhlaaqiyyah yang terkandung dalam Idul Fitri itu. Pesan-pesan itu sesungguhnya dapat ditelusuri lewat kata ‘Idul Fitri itu sendiri. ‘Idul Fitri adalah kata majemuk—tarkib al-idhafi yang terdiri dari kata ‘id dan al-fitr. Kata ‘id semula berasal dari kata ‘aud, yang berarti kembali. Hari raya disebut ‘id karena ia kembali dalam setiap tahun menemui kita. Sementara kata ‘al-fithr’ atau ‘al-fithra’h adalah sifat dasar asal kejadian bagi setiap makhluk. Maka apabila disebutkan fithrah manusia, hal itu berarti sifat-sifat dasar manusia ketika ia pertama kali diciptakan, sebelum ia tercemar oleh sifat-sifat lain setelah ia hidup di dunia ini. Maka ‘Idul Fitri dapat berarti kembalinya manusia kepada sifat-sifat aslinya ketika ia diciptakan pertama kali oleh Allah Swt—setiap anak manusia yang baru dilahirkan pasti dirinya dalam keadaan suci—fithrah yang membuat dirinya sebagai penganut agama tertentu adalah kedua orang tuanya. Dan itulah kehendak Allah Swt—Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kini, apakah sifat-sifat asli manusia ketika ia diciptakan pertama kali itu masih bertahan dalam dirinya? Berikut ini akan dicoba diketengahkan sifat-sifat tersebut sebelum hal itu dicemari oleh sifat-sifat lain setelah manusia itu bergumul dengan kehidupan dunia. Dengan demikian, sejatinya manusia dapat mendeteksi dirinya, sejauh mana ia mampu mengembalikan dirinya kepada karakteristik dasar itu sehingga ia kembali menjadi manusia yang memiliki karakter manusia seperti pertama kali ia diciptakan oleh Allah Swt. Maka ada beberapa sifat dasar manusia, yang pertama adalah manusia diciptakan semata-mata sebagai pengabdi Allah Swt, dalam Surah al-Dzaariyaat ayat 56, Allah Swt berifrman, “dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali hanyalah agar mereka mengabdi kepada-Ku”. Mengabdi kepada Allah Swt adalah taat kepada-Nya dan tidak taat kepada selain-Nya. Taat kepada Allah Swt ini merupakan perwujudan dari-pada iman manusia kepada-Nya, karena pada dasarnya makhluk yang bernama manusia itu sejak semula telah beriman kepada Allah Swt. Allah pernah menanyakan kepada ruh-ruh manusia, “bukankah Aku ini Tuhanmu semua? Mereka menjawab, “betul, Engkau Tuhan kami, dan kami menjadi saksi”. (rujuk QS. al-‘araf, 172). Tidak ada satu manusia pun di atas dunia ini yang tidak mengakui bahwa pencipta dunia ini adalah Allah Swt—manusia bukan makhluk atheis—ketidakpercayaan pada keberadaan Tuhan. Bahkan orang-orang musyrik pun apabila ditanyakan kepada mereka, siapa yang menciptakan langit dan dunia ini semuanya, mereka akan menjawab bahwa yang mencipatakan seluruhnya itu adalah Allah Swt. (rujuk QS. Luqman, 25). Ini artinya bahwa watak dasar manusia itu adalah beriman dan ia diciptakan sebagai makhluk yang beribadah kepada Allah Swt. Namun kenapa ada manusia-manusia yang tidak loyal kepada Allah Swt, padahal ia telah memiliki potensi atau benih sebagai makhluk yang beriman?

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH Sarbin Sehe didampingi Direktur RSUD Maba dr. Callice Jackline, Bupati Halmahera Timur, serta unsur Forkopimda saat meninjau fasilitas dan ruangan pelayanan di RSUD Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Sabtu (27/12/25).

    Wagub KH Sarbin Sehe Tinjau RSUD Maba Halmahera Timur

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Halmahera Timur (BALENGKO) – Wakil Gubernur Maluku Utara, KH Sarbin Sehe, meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba, Kabupaten Halmahera Timur, pada Sabtu (27/12/25). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana rumah sakit dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam peninjauan itu, Wagub didampingi Direktur RSUD Maba, dr. Callice Jackline. Kegiatan ini juga dihadiri Bupati […]

  • Oleh: Irfandi R. Hi Mustafa Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara

    BUKAN LAGI GEDUNG DAN IJAZAH

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Irfandi R. Hi Mustafa Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Memasuki petengahan 2026, wajah pendidikan Indonesia sedang berada di persimpangan jalan yang krusial. Jika satu dekade lalu kemegahan Gedung sekolah dan legalitas ijazah menjadi parameter tunggal kesuksesan institusi, hari ini narasi tersebut mulai using. Kita menyaksikan pergeseran fundamental dari “pendidikan berbasis fasilitas fisik” menuju “pendidikan berbasis ekosistem kompetensi”. Data menunjukkan bahwa relevansi ijazah konvensional terus […]

  • Saremo Putera Bungkam HPPT JR 5-2 di Laga Perdana Turnamen U-16 Dowora

    Saremo Putera Bungkam HPPT JR 5-2 di Laga Perdana Turnamen U-16 Dowora

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 423
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Tidore, 26 Juni 2025 — Saremo Putera tampil gemilang pada laga perdana Turnamen Usia-16 yang digelar oleh Himpunan Pemuda dan Pelajar Kelurahan Dowora. Bertanding di Lapangan Dowora, tim muda asal Saremo sukses menaklukkan HPPT JR dari Kelurahan Doyado dengan skor meyakinkan 5-2. Gol pembuka dicetak M. Firdan pada menit ke-27 setelah memanfaatkan kelengahan lini […]

  • Menggali Api Islam Cak Nur

    Menggali Api Islam Cak Nur

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Arsrhum
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Dikisahkan dalam novel Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Faudi, suatu ketika Mintaredja, seorang politisi dan pejabat pemerintahan pada masa Orde Baru, mengajukan pertanyaan kepada Lafran Pane: mengapa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus bersikap independen? “Kami independen tidak bergabung dan menjadi bagian dari partai politik untuk membuktikan kesungguhan kami mempersatukan semua bagian umat tidak peduli partai […]

  • Source : Istimewa

    Partisipasi tak bermakna, penetapan hakim mahkamah konstitusi secara ugal-ugalan.

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Yuridin, Kader HMI Yogyakarta.
    • visibility 708
    • 0Komentar

    Di tengah krisis kepercayaan terhadap institusi hukum, Mahkamah Konstitusi seharusnya berdiri sebagai benteng terakhir konstitusi (guardian of constitution). Namun ironisnya, proses penetapan hakimnya justru kerap berlangsung ugal-ugalan, jauh dari prinsip partisipasi publik yang bermakna. Konsep partisipasi publik yg bermakna (meaningful participation) iyalah keterlibatan aktif secara subtansial oleh masyarakat dalam memutuskan kebijakan, bukan sekedar formalitas akan […]

  • Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Bayangkan sebuah kota yang setiap senjanya dipenuhi gema adzan, tetapi di saat yang sama langitnya diterangi bukan oleh cahaya magrib, melainkan kilatan ledakan. Analogi ini bukan sekadar retorika puitis, melainkan realitas yang masih terjadi di sejumlah wilayah dunia Islam. 

expand_less