Generasi Muda Moloku Kie Raha dan Tanggung Jawab Merawat Warisan Leluhur
- calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
- visibility 520
- comment 0 komentar
- print Cetak
Muhamad Affath Hidayah, penulis adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, jurusan ilmu pemerintahan . Sumber foto : Istimewa
Sudah berapa kali kita ganti pemimpin, tapi kita masih sangat jauh dari harapan, apalagi sejahtera hanya sebagai slogan. Berapa kali juga kita memilih pemimpin, namun selalu menghasilkan pemerintahan yang bobrok, artinya yang dijanjikan saat kampanye tidak searah dengan yang dilaksanakan saat memimpin. Berkoar tentang keadilan, kemajuan, dan kemaslahatan umat, namun realitas di lapangan malah sebaliknya, yakni penjajahan untuk negeri ini.
Saya percaya, bahwa generasi Moloku Kie Raha pasti memahami tentang pesan para leluhur dengan dalih pemimpin harusnya mengerti apa itu Bahasa orang tua-tua tentang adab, tindakan, dan bertawakkal. Sebab, banyak orang yang membawa nilai kebudayaan pada ruang-ruang politik, namun hanya sebatas pada kepentingan untuk mengambil hati rakyat, demi mendapatkan sebuah kekuasaan. Artinya, kebudayaan dan sejarah dijadikan kendaraan untuk menunjang popularitas meraih kekuasaan. Kebiasaan semacam ini harus segera dihilangkan, karena dapat berakibat buruk pada masyarakat dan rusaknya pola pikir dan perilaku generasi mendatang.
Begitu pun sebagai generasi muda mestinya ada kesadaran diri, menjadi penerus tidak hanya tentang kepekaan tentang situasi dan keadaan. Tetapi, benar-benar merasa bahwa sejatinya hidup adalah tentang rasa menemukan jati diri menuju insani. Maka jadilah generasi peradaban yang berdiri tegak seperti tegaknya Kie Matubu, jadilah penerus pemimpin yang dengan segala kondisi dapat menyelesaikan masalah dengan tenang, seperti ketenangan yang ciptakan sibela di Pulau Bacan.
Dan jadilah penerus peradaban yang tidak sekadar membaca, tapi mengerti arah untuk mengimplementasi mimpi. Di mana, anak muda harus menempatkan doa sebagai alat yang beriringan dengan barakat yang tak hanya sekadar ucapan, tapi lahir dari hati untuk kehidupan yang lebih baik.
Untuk itu, sebagai generasi muda yang menjadi harapan banyak orang, adalah kepercyaan yang berlandaskan tanggung jawab dengan menggenggam setiap pesan dan lahirkan pembaharuan. Maka bangkitlah generasi pembaharu tentukan arah, mulailah melangkah pada jalan yang sebenarnya, yang teguh hatinya, yang sabar, seperti kesabaran yang di ajarkan Jailolo dari rajanya. Kita adalah satu-satu harapan negeri tua ini, hanya kitalah yang akan membawa perjuangan Moloku Kie Raha terbang tinggi menggapai cahaya, selayaknya Goheba dengan rahasianya.
- Penulis: Muhamad Affath Hidayah
- Editor: Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar