Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Generasi Muda Moloku Kie Raha dan Tanggung Jawab Merawat Warisan Leluhur

Generasi Muda Moloku Kie Raha dan Tanggung Jawab Merawat Warisan Leluhur

  • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
  • visibility 745
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sudah berapa kali kita ganti pemimpin, tapi kita masih sangat jauh dari harapan, apalagi sejahtera hanya sebagai slogan. Berapa kali juga kita memilih pemimpin, namun selalu menghasilkan pemerintahan yang bobrok, artinya yang dijanjikan saat kampanye tidak searah dengan yang dilaksanakan saat memimpin. Berkoar tentang keadilan, kemajuan, dan kemaslahatan umat, namun realitas di lapangan malah sebaliknya, yakni penjajahan untuk negeri ini.

Saya percaya, bahwa generasi Moloku Kie Raha pasti memahami tentang pesan para leluhur dengan dalih pemimpin harusnya mengerti apa itu Bahasa orang tua-tua tentang adab, tindakan, dan bertawakkal. Sebab, banyak orang yang membawa nilai kebudayaan pada ruang-ruang politik, namun hanya sebatas pada kepentingan untuk mengambil hati rakyat, demi mendapatkan sebuah kekuasaan. Artinya, kebudayaan dan sejarah dijadikan kendaraan untuk menunjang popularitas meraih kekuasaan. Kebiasaan semacam ini harus segera dihilangkan, karena dapat berakibat buruk pada masyarakat dan rusaknya pola pikir dan perilaku generasi mendatang.

Begitu pun sebagai generasi muda mestinya ada kesadaran diri, menjadi penerus tidak hanya tentang kepekaan tentang situasi dan keadaan. Tetapi, benar-benar merasa bahwa sejatinya hidup adalah tentang rasa menemukan jati diri menuju insani. Maka jadilah generasi peradaban yang berdiri tegak seperti tegaknya Kie Matubu, jadilah penerus pemimpin yang dengan segala kondisi dapat menyelesaikan masalah dengan tenang, seperti ketenangan yang ciptakan sibela di Pulau Bacan.

Dan jadilah penerus peradaban yang tidak sekadar membaca, tapi mengerti arah untuk mengimplementasi mimpi. Di mana, anak muda harus menempatkan doa sebagai alat yang beriringan dengan barakat yang tak hanya sekadar ucapan, tapi lahir dari hati untuk kehidupan yang lebih baik.

Untuk itu, sebagai generasi muda yang menjadi harapan banyak orang, adalah kepercyaan yang berlandaskan tanggung jawab dengan menggenggam setiap pesan dan lahirkan pembaharuan. Maka bangkitlah generasi pembaharu tentukan arah, mulailah melangkah pada jalan yang sebenarnya, yang teguh hatinya, yang sabar, seperti kesabaran yang di ajarkan Jailolo dari rajanya. Kita adalah satu-satu harapan negeri tua ini, hanya kitalah yang akan membawa perjuangan Moloku Kie Raha terbang tinggi menggapai cahaya, selayaknya Goheba dengan rahasianya.

  • Penulis: Muhamad Affath Hidayah
  • Editor: Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah Malut Dukung Transformasi Digital Gubernur Sherly Tjoanda

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Digitalisasi Sebagai Keharusan Senada dengan hal tersebut, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara, Muhammad Fadly, menegaskan bahwa digitalisasi pemerintahan di era teknologi saat ini sudah menjadi sebuah keharusan, bukan lagi pilihan. “Pelayanan publik harus beradaptasi agar lebih responsif dan efisien. Digitalisasi akan meminimalisir jalur birokrasi yang berbelit-belit, sehingga akses masyarakat terhadap layanan pemerintah menjadi lebih […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahmat Rajak Mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Rakyat diundang untuk memilih, tetapi jarang diajak merumuskan. Demokrasi berdiri, tetapi menopang dirinya pada tiang bambu yang mudah patah oleh kepentingan jangka pendek. Fenomena ini terasa lebih telanjang di daerah, termasuk di Maluku Utara. Provinsi yang kaya sumber daya alam ini seolah menjadi panggung kecil dari problem besar negara. Atas nama pembangunan, investasi, dan hilirisasi, […]

  • Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H oleh PW GP Ansor Maluku Utara di Masjid Al-Khalid

    Maulid Nabi 1447 H GP Ansor Malut Penuh Khidmat

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Maluku Utara (PW GP Ansor Malut) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Masjid Al-Khalid, Senin (29/9) malam. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri pengurus, kader, tokoh agama, dan masyarakat. Peringatan Maulid tahun ini mengangkat tema “Meneladani Rasulullah, Mengokohkan Iman, Menjaga Negeri”. Rangkaian acara diawali […]

  • Simon Tahamata: Darah Maluku yang Bersinar di Eropa, Kini Pimpin Pencarian Bakat Timnas Indonesia

    Simon Tahamata: Darah Maluku yang Bersinar di Eropa, Kini Pimpin Pencarian Bakat Timnas Indonesia

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Indonesia Timur telah lama dikenal sebagai lumbung talenta sepak bola. Bakat-bakat besar seperti Boaz Solossa, Yance dan Yakob Sayuri, hingga Ilham Udin Armayin mewarnai era 2000-an dan seterusnya. Namun, jauh sebelum itu bahkan sebelum sepak bola Indonesia diramaikan oleh nama-nama muda dari Timur telah lahir seorang legenda yang bersinar terang di panggung Eropa: Simon Melkianus […]

  • Pelatihan Etnovideografi di Universitas Khairun: Meningkatkan Kemandirian Mahasiswa dalam Pembuatan Konten Sosial

    Pelatihan Etnovideografi di Universitas Khairun: Meningkatkan Kemandirian Mahasiswa dalam Pembuatan Konten Sosial

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, Kamis (20/2/25) – Program Studi Antropologi Sosial Universitas Khairun mengadakan pelatihan Etnovideografi pada Kamis, 20 Februari 2025. Kegiatan yang diadakan di ruang Program Studi Antropologi Sosial ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dan bertujuan untuk mengajarkan teknik pengambilan gambar serta pembuatan video etnovideografi. Ariyo Dermawan, sebagai narasumber, menyampaikan materi dengan cara […]

  • Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar

    Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate)
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Gambaran yang lebih mengkhawatirkan muncul dalam laporan UNICEF Indonesia. Evaluasi yang diterbitkan pada Maret 2026 menyebutkan bahwa 99,4 persen anak menggunakan internet dengan rata-rata waktu penggunaan sekitar 5,4 jam per hari. Artinya, bagi banyak anak, waktu di depan layar dapat lebih panjang daripada waktu bermain di luar rumah, berbicara dengan orang tua, atau membaca buku […]

expand_less