Immanuel “Noel” Ebenezer: Luka, Empati, dan Gerak di Jalanan Kekuasaan Luka 1998: Barak Kuda dan Sumpah Seorang Anak Manusia
- calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
- visibility 393
- comment 0 komentar
- print Cetak

Immanuel Ebenezer Gerungan (atau dikenal juga sebagai Noel; lahir 22 Juli 1975) adalah seorang politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan aktivis Indonesia kelahiran Riau. | Sumber foto : Istimewa
Turun Sidak: Menghapus Luka Struktural Api yang Menyala
Sidak ke UD Sentoso Seal milik Jan Hwa Diana Owner di kompleks Pergudangan Margomulyo Suri Mulia Permai Blok H-14, Surabaya 20 April 2025 menjadi hari yang menggema. Juga, Noel turun ke PT Sanel Tour & Travel, Pekanbaru, setelah menerima laporan dua belas mantan karyawan yang ijazahnya ditahan selama enam tahun. Dengan suara tegas ia berkata, “Ijazah adalah hak, bukan borgol. Negara tidak boleh diam.” HRD pucat, kamera merekam, dan satu per satu dokumen itu dikembalikan. Video sidak itu diunggah ke akun TikTok @immanuelebenezerofficial, ditonton 3,7 juta kali, disukai ratusan ribu orang, dan dibanjiri komentar: “Pencitraan? Lebih baik begitu, asal hak buruh dipulangkan.”
Maraton Sidak
Setelah itu, sidak menjalar. Malang, Yogyakarta, Depok, Bekasi, dan kota-kota industri lainnya menjadi saksi Ijazah dikembalikan hingga akhir Juli. Noel membawa Surat Edaran (SE) Menaker M/5/HK.04.00/V/2025, yang ditandatangani 20 Mei 2025, sebagai senjata administratif: pengusaha dilarang menahan ijazah, paspor, buku nikah, dan sertifikat kompetensi pekerja. Pelanggaran berulang akan diproses pidana berdasarkan Pasal 137 UU No. 13/2003.
Bagi buruh, momen itu lebih dari sekadar administratif. Ijazah bukan sekadar kertas, tapi pintu harapan. Saat Noel menyerahkan kembali dokumen-dokumen itu, wajah-wajah yang lama tunduk seperti mendapatkan wisuda kedua.
Mengoyak Tirani Umur, Merangkul Difabel
Di Forum Diskusi Kemnaker, Noel menyebut syarat batas usia dalam iklan lowongan kerja sebagai “tirani sunyi yang membunuh harapan.” Dari forum itu lahirlah SE Menaker M/6/HK.04/V/2025, yang melarang batas usia, kriteria fisik “good looking”, dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas kecuali benar-benar relevan dengan pekerjaan.
Data BPS 2023 menunjukkan, pekerja disabilitas hanya 0,55% dari angkatan kerja nasional (sekitar 764 ribu orang). Angka keterlibatan perempuan di pasar kerja formal pun stagnan di angka 46%. Noel menargetkan kuota UU No. 8/2016, 1% pekerja disabilitas di swasta, 2% di BUMN. Di media sosial, kampanye ini hidup. Tagar #KerjaTanpaBatas digunakan lebih dari 68 ribu kali di Instagram dan Reels dalam dua bulan. Di tengah algoritma yang sering mengabaikan isu-isu serius, gaung itu menjadi penanda bahwa negara tidak boleh membiarkan pintu rezeki tertutup hanya karena angka umur atau kursi roda.
Jobs – Skills – Safety Compact: Menjahit Luka Tiga Simpul
Dalam setiap kesempatan Noel menguraikan luka ketenagakerjaan Indonesia menjadi tiga simpul besar: Jobs, Skills, dan Safety.
• Jobs: 59,4% tenaga kerja masih informal (86,58 juta orang; BPS, Februari 2025). Noel mendorong penciptaan Balai Latihan Kerja komunitas dan program padat karya hijau.
• Skills: 42% pekerja lulusan SMA atau lebih rendah, tertinggal menghadapi industri 4.0. Noel menggulirkan sertifikasi digital dan pelatihan micro-credential.
• Safety: 92 kasus kematian kerja di industri tekstil sepanjang 2024.
Konsep ini disatukan dengan doktrin “Pengusaha dan Buruh Patriotik.” Noel menolak narasi klasik buruh vs kapital. Baginya, keduanya adalah pilar republik: modal yang adil dan keringat yang berdedikasi harus bersatu untuk membangun kedaulatan industri.
Pengusaha memuji narasi sebagai “penyejuk tensi hubungan industrial pasca-pandemi.” Di forum Tripartit Nasional, Noel menegaskan: “Patriotisme bukan hanya di medan perang. Patriotisme juga ada di pabrik dan kantor, ketika buruh dan pengusaha sepakat memajukan bangsa tanpa saling mencederai.”
Polisi Penjaga Demokrasi: Luka yang Jadi Jembatan
Paradoks hidup Noel mencapai puncaknya saat ia menggagas . Bagi Noel, luka masa lalu tidak boleh menjadi alasan melahirkan luka baru. Luka harus menjadi jembatan, bukan jurang.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar