Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » ISRAEL-PALESTINA TERCIPTA DARI TANAH SENGKETA

ISRAEL-PALESTINA TERCIPTA DARI TANAH SENGKETA

  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 610
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Hari ini, kita mengatahui merk produk terkenal di dunia, misalnya merk Adidas, Nike, Hermes dan sebagainya. Semua merk-merk kelas dunia itu merupakan produksi-asli buatan orang-orang yahudi dalam mengembangkan sektor perekonomian dunia. Setelah perang dunia ke-I dan II ada yang dikenal dengan Bank Dunia-World Bank, dan IMF-international monetary fund. Terjadinya perang antar negara di dunia ini sebenarnya bertujuan untuk jualan senjata dan ingin menguasai kilan minyak bagi negara yang menang perang, karena negara yang mengalami kekalahan dalam peperangan itu akan berusaha untuk bangkit kembali membangun negaranya yang sudah porak-porandakan itu.

Maka, untuk memulihkan negaranya yang telah kalah perang, tidak ada cara lain kecuali dengan cara harus meminjam uang ke Bank Dunia dan IMF yang telah disiapkan sistemnya oleh orang-orang yahudi-begitu cerdiknya otang orang yahudi kawan! Ada seorang ideolog yahudi namanya Theodore Hurzl 1889 Masehi memimpin sebuah gerakan yang terstruktur, sistematis, dan masif yang kemudian memerintahkan agar orang-orang yahudi yang berada di seluruh negara eropa untuk pulang kampung ke tanah yang telah dijanjikan Tuhan kepada mereka. Ketika itu, tanah Palestina yang hingga saat ini menjadi rebutan tak berkesudahan itu masih punya wilayah jajahan kekuasaan kekhalifahan Turki Usmani. Dan, ketika kekhalifahan Turki Usmani runtuh tidak berdaya lagi seperti laki-laki yang sakit-sakitan, maka tanah air palestina menjadi wilayah kekuasaan jajahan bangsa Inggris.

Kemudian, berdasarkan perjanjian Sykes dan Picot, Inggris mengatakan bahwa Mesir, Lebanon, Al-Jazair bukanlah tempat yang tepat untuk menempatkan orang-orang yahudi. Ketika orang-orang yahudi yang berada di eropa itu, jika mereka kembali ke palestina, tanah yang cocok bagi mereka harus kita tempatkan di mana. Oleh karena itu, sangat tidak mungkin Inggris menempatkan orang-orang yahudi di Mesir, Lebanon, Al-Jazair, Lebya, dan Syiria. Maka, Inggris memilih tanah palestina yang merupakan wilayah jajahannya untuk menempatkan orang-orang yahudi pada tanah yang hanya seluas sepertiga dari tanah palestina. Sementara saat itu tanah palestina sudah ditempatkan oleh orang-orang arab yang memiliki watak yang sangat keras tapi meraka tidak bisa menolak keputusan Inggris.

Pada tahun 1930-1946 orang-orang arab sama sekali tidak setuju-bersikap keras jika orang-orang yahudi ditempatkan di tanah palestina, sehingga selama 16-enam belas tahun tidak pernah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak-antara yahudi dan orang Arab. Ketika beberapa negara arab gabung jurus untuk berperang melawan bangsa Israel, maka yang selalu menang dalam perang itu pastilah dimenangi oleh bangsa Israel yang sudah memiliki kekuatan militer yang sudah canggih. Kemudian, pada bulan Mei tahun 1947 bangsa Israel pun melakukan deklarasi untuk menjadi bangsa yang merdeka, dan diakuilah kemerdekaannya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa-PBB.

Sementara posisi palestina tidak melakukan hal yang sama untuk mendeklarasikan negara Palestina untuk Merdeka-disitulah letak kebodohannya. Mereka kalah telak dengan gerakan politik bangsa Yahudi yang cepat-cepat berdaulat untuk Merdeka menjasi sebuah negara. Selanjutnya, terjadi resolusi yang dikeluarkan oleh PBB yang dikenal dengan ‘resolusi 181’ yang isinya adalah bangsa Inggris memberikan sebagian tanah palestina yang tak bertuan itu kepada orang-orang yahudi untuk kemudian menjadi negara Israel sampai hari ini.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skandal klaim lahan 700 hektar di Mamboro, Sumba Barat, dilaporkan ke Polda NTT atas dugaan penggunaan dokumen palsu yang menabrak aturan batasan lahan UUPA. Source : Istimewa

    Sengketa Lahan 700 Ha di Sumba Tengah: Diduga Gunakan Dokumen Palsu, Lima Orang Dilaporkan ke Polda NTT

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.369
    • 1Komentar

    SUMBA TENGAH, BALENGKO SPACE – Dugaan praktik mafia tanah dalam skala besar mencuat di wilayah Sumba Tengah. Skandal klaim lahan seluas 700 hektar yang berlokasi di Sawirara Undu Watu, Desa Wendewa Barat, Kecamatan Mamboro, kini resmi dilaporkan ke Mapolda NTT terkait dugaan penggunaan dokumen palsu. Daniel Ndala Wunu, warga Desa Wendewa Barat, melaporkan lima orang […]

  • Massa aksi BATOMA Jabodetabek membawa poster dan spanduk penolakan rasisme saat menggelar aksi di depan Komnas HAM RI, Jakarta.

    BATOMA Datangi KemenHAM dan Komnas HAM, Tuntut Negara Hentikan Rasisme terhadap Yakob dan Yance Sayuri

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 539
    • 0Komentar

    TUNTUTAN : 1. Mendesak Komnas HAM RI untuk segera menyelidiki secara independen dan terbuka rangkaian tindakan rasisme terhadap Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, termasuk ujaran rasis seperti “monyet”, “hitam”, “keriting”, dan “penghuni hutan” yang berulang kali muncul di ruang publik dan media sosial. 2. Menuntut negara melalui Kemenham RI untuk memberikan perlindungan HAM yang nyata […]

  • EDUKASI DIGITAL: Tim Satgaswil Maluku Utara membagikan brosur "Bebas Bersosmed dengan Aman dan Bijak" kepada murid SMA Al-Khairat Ternate sebagai bagian dari upaya preventif menangkal modus baru rekrutmen teroris melalui platform digital, Senin (1/2/2026). (Foto: Source Istimewa)

    Cegah Radikalisme di Media Sosial, Densus 88 Gelar Sosialisasi di SMA Al-Khairaat Ternate

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 537
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara Densus 88 AT Polri melaksanakan kegiatan “Densus Goes to School: Save Generation” di SMA Al-Khairaat Kota Ternate, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini bertujuan membentengi generasi muda dari bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), khususnya melalui media sosial dan game online. Sosialisasi yang dimulai […]

  • Foto : Ilustrasi Source : FARS/HAMED JAFARNEJAD via AFP

    Selat Hormuz Membara: Tiga Kapal Menjadi Sasaran Serangan di Tengah Ketegangan Iran-AS

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 224
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Jalur perdagangan minyak global di Selat Hormuz mencekam setelah sedikitnya tiga kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan proyektil pada Minggu (1/3/2026). Insiden ini terjadi di tengah eskalasi militer yang meningkat setelah Iran melancarkan aksi balasan terhadap serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Dilansir dari CNBC Indonesia Badan Keamanan Maritim Inggris, United Kingdom Maritime […]

  • Sejumlah mahasiswa membentangkan poster saat berlangsungnya Kongres HPMS di Asrama Haji, Ternate, Minggu (11/1/2026). Sumber foto: Istimewa.

    Aksi Tolak 10 IUP Pulau Mangoli Diwarnai Dugaan Kekerasan di Kongres HPMS Ternate

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 12 Januari 2026 — Aksi penyampaian aspirasi penolakan 10 Izin Usaha Pertambangan (IUP) bijih besi di Pulau Mangoli, Kepulauan Sula, dilaporkan berujung pada dugaan kekerasan dalam Kongres Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) di Asrama Haji, Ternate Selatan, Minggu malam (11/1/2026). Tiga mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Sula membentangkan poster penolakan sesaat setelah […]

  • Source : Istimewa

    Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Asbar Kuseke
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier […]

expand_less