Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » ISRAEL-PALESTINA TERCIPTA DARI TANAH SENGKETA

ISRAEL-PALESTINA TERCIPTA DARI TANAH SENGKETA

  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 294
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Yahudi itu siapa? Ternyata Yahudi itu adalah anak-anak dari Nabi Ya’qub As. Karena Nabi Ya’qub memiliki 12-dua belas anak yaitu: Ruben, Levi, Yusuf, Yahuda, Simon, Benyamin, Dina, Naftali, Gad, Asyer, Ishakar, dan Zebolun. Lalu Samiri ini membuat bentuk sesembahan mereka dari bahan material untuk dijadikan patung Sapi. Samiri berinovasi untuk mamatrealiasasikan bentuk spritualitas mereka dengan cara mentajassumkan atau dengan melakukan pembendaan sesembahan itu sedemikian rupa, menjadi benda berbentuk patung sapi sebagai Tuhan yang patut untuk mereka sembah.

Kemudian, Nabi Musa As sekembalinya dari bukit Thursina-tempat Nabi Musa menerima wahyu kepada kaumnya dan menyaksikan keadaan mereka sudah berubah 180-seratus delapan puluh derajat akibat berhasilnya Samiri menghasut kaumnya untuk merubah Minset mereka agar tidak lagi menyembah kepada Allah Swt-Tuhan-Nya Nabi Musa As. Akhirnya Nabi Musa menjadi marah besar lalu memukul Samiri dengan satu kali pukulan yang menyebabkan Samiri jatuh pinsang selama 7-tujuh hari tak sadarkan diri-ente rasakan itu. Pada saat yang sama Nabi Musa juga begitu marah kepada saudaranya Nabi Harun As karena dianggap gagal menjaga iman kaumnya dengan cara menarik jenggot Harun sehingga mengalami kesakitan yang serius sambil Musa berkata kepada Harun, kenapa engkau membiarkan mereka berpaling keluar dari ajaran Tauhid-kalimat Laa Ilaha Illallahi. Harun pun berkata kepada saudaranya Musa, bahwa mereka sudah aku peringatkan untuk tetap istiqamah-konsisten menyembah Allah Swt, tapi mereka dasarnya memang bandel-kaflal-kapal angin dan memiliki watak yang sangat keras karena berhasil dihasut oleh Samiri itu sendiri.

Jumlah mereka sekitar 12-dua belas ribu orang yang ikut murtad dengan hasutan dari Samiri untuk menyembah patung sapi. Patung sapi yang mereka sembah itu memang memiliki nuansa mistik, seperti bisa bersuara dengan menyebutkan nama orang-dapat berbicara dengan orang lain dan seterusnya karena disetting oleh kecerdasan Samiri. Akhirnya, Nabi Musa As mencoba mengajak mereka agar kembali bertaubat kepada Allah Swt-menyembah kepada Allah Swt-Tuhan Yang Maha Tunggal-Esa. Tapi, mereka pun tidak mau lagi-hati mereka sudah menjadi keras, sehingga Nabi Musa As memutuskan untuk mengeksekusi-membunuh mereka karena sudah murtad akibat pengkhianatannya kepada ajaran Nabi Musa As.

 Nabi Musa As sangat memiliki kekuatan yang luar biasa-kekuatan mukjizatnya. Semua orang ketika itu sangat takut berbantah-bantahan dengannya. Nabi Musa As kalau membentak orang saja, maka orang itu pasti pinsang apalagi memukulnya pasti mati orang itu. Dalam Al-Qur’an ditemukan terminologi “qawiyyun amin” artinya orang yang kuat lagi berintegritas, maksudnya orang yang kuat itu adalah Nabi Musa As-lihat QS. Al-Qashash:26. Aneh tapi nyata kawan, ketika Musa kecil pernah dirawat oleh Ramses bin Meneftan yang bergelar Fir’aun di Mesir pada Istananya sebagai anak angkatnya.

Istrinya Ramses bernama Asiyyah binti Mazahim yang berperan aktif mengasuh dan mendidik Nabi Musa As dalam lingkungan Istana yang penuh dengan perilaku kemusyrikan dan maksiat kepada Allah Swt. Tapi, Nabi Musa As tetap saja dipelihara keimanannya kepada Allah Swt, sehingga Nabi Musa As sama sekali tidak terpengaruh dengan perilaku Ramses-Fir’aun dan rakyatnya yang takut dengan kelakuan Fir’aun yang mengakui dirinya sebagai Tuhan yang bisa mematikan orang dengan menyiksanya dan bisa menghidupkan orang dengan tidak menyiksanya.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendiri Ruang Nyata, Kevin Mardianto, Muhammad Ilham, dan Fatur Djaguna

    Ruang Nyata hadir : gerakan Berdaya, Berjaya, dan Berdampak

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 460
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Yogyakarta, Jumat (15/8/2025) – Tiga serangkai Kevin Mardianto, S.H., Muhammad Ilham, dan Faturahman Djaguna menggagas Ruang Nyata. Gerakan mahasiswa ini lahir dari kegelisahan mereka melihat berbagai persoalan yang membutuhkan wadah untuk menampung dan mengaktualisasikan ide demi kemajuan bangsa. “Politik, hukum kebijakan publik, ekonomi, dan pendidikan menjadi tiga bidang yang konstitusi kita akomodasi. […]

  • Tiga Jamaah Haji Asal Halmahera Selatan Dirawat di Makassar, Wagub Malut Turun Langsung Play Button

    Tiga Jamaah Haji Asal Halmahera Selatan Dirawat di Makassar, Wagub Malut Turun Langsung

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 640
    • 0Komentar

    Makassar,(balengkospace.com) –Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, menjenguk tiga jamaah haji asal Halmahera Selatan yang sedang dirawat di RSUP Tadjuddin Chalid, Makassar, Senin pagi (12/5). Ia ingin memastikan langsung kondisi mereka sebelum berangkat ke tanah suci. Dalam kunjungan ini, Wagub didampingi oleh dua petugas kesehatan, dr. Rosita Alkatiri dan dr. Ali Akbar Taslim. Mereka […]

  • Hutan Menangis, Rakyat Berdarah: Surat Terbuka untuk Penguasa Buta

    Hutan Menangis, Rakyat Berdarah: Surat Terbuka untuk Penguasa Buta

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Muhamad Yudis Kamah
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Di tengah geliat pembangunan yang digadang-gadang membawa kesejahteraan, kampung sering kali dipandang sebagai wilayah tertinggal, identik dengan kekumuhan, konflik, dan ketertinggalan. Namun di balik stigma itu, kampung justru menjadi garda terdepan dalam mempertahankan ruang hidup dari berbagai bentuk ketidakadilan: penggusuran, bentrokan lahan, hingga perampasan wilayah adat. Ironisnya, ketika warga kampung mempertahankan haknya, respons yang muncul […]

  • Panitia Pelaksana Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kota Tidore Kepulauan

    Panitia Konfercab NU Kota Tidore Kepulauan Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Tidore (BALENGKO) – Panitia Pelaksana Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tidore Kepulauan memastikan seluruh rangkaian Konferensi Cabang (Konfercab) akan diselenggarakan pada 20 Desember 2025 dan siap berjalan dengan lancar. Kepastian ini disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Cabang, Jafar Noh Idrus, saat ditemui pada rapat persiapan panitia di Tugulufa, Jumat (21/11/2025). Sebagai Panitia Pelaksana Konferensi […]

  • Foto ilustrasi kawasan karst di Weda Utara

    Penolakan Tambang PT Gamping Mining Indonesia Weda Utara oleh Mahasiswa Halteng di Yogyakarta

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 653
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Yogyakarta, 14 Agustus 2025 — Aliansi Mahasiswa Sagea/Kiya dan Ikatan Keluarga Mahasiswa Pelajar Halmahera Tengah (Ikemap Halteng) di Yogyakarta menolak aktivitas tambang PT Gamping Mining Indonesia di Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Mereka menilai kegiatan tambang itu berisiko merusak lingkungan, mengancam sumber air, merusak kawasan karst, serta menghilangkan ruang hidup dan […]

  • HMI

    Arah Baru Komsariat Janabadra: HMI Komisariat Janabadra Canangkan “Rekonstruksi Arah Perkaderan” Sambut Era 5.0

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 6 Desember 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Janabadra Cabang Yogyakarta baru saja menggelar acara pelantikan pengurus periode 2025–2026. Acara ini menjadi momentum penting dengan diangkatnya tema sentral: “Rekonstruksi Arah Perkaderan Komsariat Janabadra Demi Menciptakan Kader Umat dan Kader Bangsa dalam Pergulatan 5.0.” Panggilan Jiwa untuk Pembaharuan Kaderisasi Ketua Umum HMI Komisariat […]

expand_less