Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » ISRAEL-PALESTINA TERCIPTA DARI TANAH SENGKETA

ISRAEL-PALESTINA TERCIPTA DARI TANAH SENGKETA

  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 518
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Apakah konflik antara orang-orang yahudi Israel dengan orang-orang arab palestina adalah konflik agama atau hanya rebutan tanah sengketa saja? Dengan pendekatan historis dapat kita temukan jawaban yang sebenarnya atas pertanyaan tersebut. Dulu, pendiri Koloseum di Romawi bernama Vespasianus yang sekaligus menjabat sebagai Walikota Romawi. Pada tahun 1979 Koloseum ini berhasil diresmikan oleh anaknya Vespasianus bernama Titus sebagai Kaisar Romawi yang sangat kejam-bengis-diktator. Koloseum di Romawi ini seperti Stadion Sepak Bola yang kapasitasnya bisa menampung penonton sebanyak 80.000.000 -delapan puluh ribu orang penonton.

Hanya saja yang ditonton di stadion itu bukan pertandingan sepak bola antara satu club melawan club lainnya. Tetapi, yang mereka saksikan adalah pertarungan semacam Gladiator antara seorang petarung manusia melawan manusia dan/atau seorang budak melawan budak lainnya dan kebanyakan budak-budak yang disuruh bertarung itu berkebangsaan yahudi, dan seorang budak yahudi juga dipaksa untuk melawan binatang buas. Jika dalam pertarungan itu, seorang budak atau petarung itu tumbang dan berdarah-darah bahkan tewas-mati karena dikalahkan oleh binatang, maka mereka yang menonton di Koloseum akan bersorak-sorak dan bertepuk tangan penuh kegembiraan karena budak atau petarung sudah ada yang tergelatak tewas karena dikalahkan oleh binatang. Tradisi Gladiator-saling baku bunuh ini dianggap biasa-biasa saja-betapa rusaknya kemanusiaan mereka. Coba itu kawan!

 Untuk memahami asal-muasal akar konflik agrarian-sengketa tanah antara orang yahudi Israel dengan orang arab palestina ini. Marilah kita memotretnya pada approach-historical Nabi Musa As.  Suatu ketika, Nabi Musa As berpamitan kepada kaumnya untuk pergi sebentar saja kurang lebih 40-empat puluh hari lamanya ke bukit Tursina untuk menerima wahyu dari Allah Swt-wakallamallhu Muusaa takliman. Maka, dibelakang Musa tampillah seorang muridnya yang bernama Samiri. Dan, Samiri telah berhasil mempengaruhi akidah kaumnya untuk meninggalkan ajaran Nabi Musa As, dengan tidak lagi menyembah kepada Allah Swt-Tuhan-Nya Nabi Musa As.

Samiri sebagai provokator ulung telah berhasil membangun basis argumennya dengan mengatakan kepada kaum Nabi Musa As, bahwa saat ini kita secara nyata telah ditinggalkan oleh Nabi Musa As dan Tuhan-Nya. Maka, mulai saat ini kalian harus ikut kepadaku untuk meninggalkan ajaran Nabi Musa As yang penuh dengan kebohongan dan tidak lagi menyembah Tuhan-Nya. Karena Nabi Musa dengan sengaja telah meninggalkan kita. Samiri pun dengan penuh percaya diri mengatakan kepada mereka bahwa, saya ini adalah murid terbaiknya Musa As yang mengetahui secara persis bahwa, Tuhan-Nya Musa itu tidak masuk akal sehat dan selama ini kita ternayata telah dibohongi oleh Nabi Musa. Watak Samiri inilah awal-mulanya merupakan pesonifikasi dari watak aslinya orang-orang yahudi di atas dunia ini.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiri Islam, Oksidentalisme, dan Kritik Hasan Hanafi

    Kiri Islam, Oksidentalisme, dan Kritik Hasan Hanafi

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 902
    • 0Komentar

    Secara fundamental ajaran Islam sejak dari Nabi Adam hinggah Nabi Muhammad SAW dapat kita pahami sebagai sebuah paradigma”Kiri” yang berorientasi kepada keadilan social. Konteks “Kiri” yaag di maksudkan tentu merujuk kepada prinsip teologi yang kritis terhadap sturuktus social diskriminatif dan berkomitmen untuk membongkar sistim penindasan sebagai problem structural dan personal. Teologi  Islam melalui perspektif ini […]

  • Khidmat dan Tertib: Keluarga Besar MTs Negeri 1 Morotai Peringati Maulid Nabi dengan Tausiah dan Doa Bersama

    Khidmat dan Tertib: Keluarga Besar MTs Negeri 1 Morotai Peringati Maulid Nabi dengan Tausiah dan Doa Bersama

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 93
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Keluarga Besar MTs Negeri 1 Pulau Morotai menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTs Negeri 1 Pulau Morotai tersebut diikuti para siswa, guru dan keluarga besar madrasah. Peringatan Maulid tahun ini mengangkat tema “Mencintai Rasulullah, Meneladani Akhlaknya, Merawat Indonesia.” Peringatan Maulid […]

  • Foto para pimpinan dan kader Fatayat NU Kepulauan Sula berpose bersama pada pembukaan Konfercab III di Sanana, 23 November 2025.

    Konferensi Cabang Ke-III Fatayat NU Kepulauan Sula Resmi Digelar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Sanana (BALENGKO) – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Sula resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-III di Sanana pada Ahad (23/11). Kegiatan ini mengusung tema: “Menguat Bersama, Maju Bersama untuk Perempuan Indonesia dan Peradaban Dunia.” Ketua PC Fatayat NU Kepulauan Sula, Faujia Buamona, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan organisasi melalui kaderisasi yang berjenjang dan […]

  • Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut

    Menggugat “Rektornya Rektor”: Menanti Fajar Baru Kepemimpinan Visioner.

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Ada fenomena aneh tapi nyata kawan pada rezim kepemimpinan Rektorat di IAIN Ternate saat ini. Memang ada Rektor, Wakil Rektor satu, dua, dan tiga. Namun, ada jabatan yang lebih tinggi dari seorang Rektor dan sangat besar pengaruhnya dalam mengambil sebuah kebijakan strategis tapi sangat menyebalkan. Jabatan itu diistilah dengan “Rektornya Rektor” di IAIN Ternate yang […]

  • Titelfikasi dan Mimikri: Lahirnya Sarjana di Era AI

    Titelfikasi dan Mimikri: Lahirnya Sarjana di Era AI

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Amril N Hi Ade, Mahasiswa Universitas Widya Mataram Yogyakarta
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Orang-orang hidup dengan meniru. Cara berpakaian dipelajari dari sekitar, cara menulis diserap dari yang sering dibaca, cara beretorika ditiru dari yang dianggap meyakinkan. Tanpa sadar, tumbuh, kembang manusia bergerak dalam pola pengulangan. Aristoteles menyebut manusia itu homo mimesis (makhluk peniru). Artinya, makhluk yang belajar dengan cara menyalin dunia di sekitarnya. Apa yang awalnya ditiru, lama-lama […]

  • Siswa SD mengikuti lokakarya Merawat Warisan Kukuran Desa Tongole di Ternate

    Gandeng Siswa SD, BPK Malut Gelar Lokakarya Merawat Warisan Kukuran Desa Tongole Berbasis Etnosains

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 121
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Maluku Utara menggelar lokakarya edukatif bertajuk Merawat Warisan Kukuran Desa Tongole di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Kota Ternate, Rabu (05/08/2026). Mengangkat tema “Pengetahuan Lokal dan Etnosains untuk Siswa Sekolah Dasar”, agenda ini diikuti oleh puluhan siswa gabungan dari SD N 3, SD N 4, SD N […]

expand_less