Janji Pecat Kades Tak Ditepati, Warga Gita Raja Tuntut Pencopotan Kadis PMD Tidore dan Boikot Akses Jalan
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 206
- comment 0 komentar

LUMPUL TOTAL: Massa aksi dari Desa Gita Raja melakukan pemblokiran jalan lintas utama di Tidore Kepulauan, Kamis (12/2/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes keras warga yang menuntut pencopotan Kepala Desa Ade M. Rasid atas dugaan tindakan amoral dan desakan agar Walikota mencopot Kadis PMD yang dinilai melakukan pembohongan publik terkait janji pemecatan Kades. (Source : Agung Selang/Jurnalis Balengko)
Tuntutan Transparansi Audit Dana Desa
Selain isu moral, massa aksi juga menuntut transparansi dari Inspektorat Kota Tidore Kepulauan terkait hasil audit sejumlah proyek desa, termasuk pembangunan jalan tani dan lapangan sepak bola.
“Kami mendengar kabar sudah ada temuan dari Inspektorat, tapi hasilnya ditutup-tupi. Kami mendesak Kejaksaan Negeri Tidore untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh anggaran desa selama masa jabatan Ade M. Rasid karena kuat dugaan adanya penyelewengan,” tambah Riskiawan.

Sikap Massa: Boikot Total hingga Walikota Turun Tangan
Masyarakat Desa Gita Raja menegaskan tidak akan membuka blokade jalan umum dan segel kantor desa sampai Walikota Tidore Kepulauan dan Kadis PMD menemui langsung warga di lokasi aksi. Warga menuntut bukti konkret berupa surat pemecatan Kepala Desa (Kades) sebelum aktivitas normal dikembalikan.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Kepala Desa Gita Raja, Ade M. Rasid, belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tindakan amoral maupun desakan mundur yang dilayangkan warga. Demikian pula dengan Kepala Dinas PMD Kota Tidore Kepulauan yang belum dapat dikonfirmasi terkait tudingan “pembohongan publik” dan alasan di balik keluarnya surat teguran alih-alih pemecatan.
Sementara itu, pihak kepolisian setempat terlihat berada di lokasi aksi untuk melakukan pengamanan dan mengimbau massa agar tetap menjaga ketertiban umum selama menyampaikan aspirasi. Pemerintah Kota Tidore Kepulauan diharapkan segera mengambil langkah mediasi guna menghindari dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas akibat pemblokiran jalan trans tersebut.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: Agung Selang (Jurnalis Balengko)

Saat ini belum ada komentar