LBH Ansor Ternate Desak Presiden Copot Kapolri, Ingatkan Pola Represif 1998
- calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
- visibility 771
- comment 0 komentar
- print Cetak

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
BALENGKO SPACE, Ternate – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate, Zulfikran A. Bailussy, S.H., mengecam tragedi yang menewaskan pengemudi ojek online Affan Kurniawan dalam aksi demonstrasi buruh dan serikat pekerja di depan gedung DPR RI, Kamis (28/8/2025).
Aksi tersebut berlangsung ricuh ketika kendaraan taktis Brimob melindas korban hingga tewas di kawasan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat. LBH Ansor menilai peristiwa ini menunjukkan kegagalan kepolisian menjaga hak konstitusional rakyat.
“Peristiwa ini memperlihatkan brutalitas aparat yang mencederai demokrasi dan melanggar prinsip hak asasi manusia. Polisi justru berubah menjadi ancaman bagi warga yang menyampaikan pendapat, padahal konstitusi menjaminnya,” ujar Zulfikran dalam keterangan pers, Jumat (29/8/2025).
LBH Ansor Mendesak Presiden Copot Kapolri
LBH Ansor menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo gagal mengendalikan aparat di lapangan. Karena itu, Zulfikran menuntut Presiden Prabowo Subianto mencopot Kapolri sebagai langkah memperbaiki citra penegakan hukum.
“Presiden harus bertindak tegas. Jika Kapolri tidak mampu memberikan rasa aman, maka pencopotan menjadi langkah konstitusional sekaligus politis yang wajib segera dilakukan,” tegasnya.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar