Maluku Utara 27 Tahun: Menata Ruang, Memastikan Pertumbuhan Terasa
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oleh: Ibrahim S. Zakaria, Peneliti Tata Ruang dan Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota UNUTARA
Setiap kali melihat perubahan wajah Maluku Utara, saya selalu sampai pada satu pertanyaan: apakah wilayah yang semakin berkembang ini juga membuat kehidupan masyarakatnya semakin baik?
Di satu sisi, kita menyaksikan geliat pembangunan yang semakin nyata. Kawasan industri tumbuh, investasi mengalir, infrastruktur berkembang, dan angka pertumbuhan ekonomi menempatkan Maluku Utara dalam sorotan nasional. Namun, di sisi lain, pembangunan juga menghadirkan pertanyaan tentang pemerataan, keberlanjutan lingkungan, kepastian ruang hidup, dan masa depan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil serta kawasan pesisir.
Bagi saya, persoalan ini tidak cukup dijawab dengan melihat seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi atau seberapa besar investasi yang masuk. Kita perlu melihat lebih dekat bagaimana perubahan itu berlangsung di ruang tempat masyarakat hidup, bekerja, dan menggantungkan masa depannya. Sebab, pembangunan pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang dibangun, tetapi juga tentang siapa yang merasakan manfaatnya dan siapa yang harus menanggung dampaknya.
Memasuki usia ke-27 pada momentum Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku Utara, pertanyaan tersebut terasa semakin relevan. Tema “Tumbuhnya Harus Terasa” semestinya tidak berhenti sebagai slogan perayaan. Ia harus menjadi ukuran untuk menilai arah pembangunan sekaligus keberanian kita mengoreksi hal-hal yang belum berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam pandangan saya, salah satu kunci untuk menjawab tantangan itu adalah penataan ruang. Sebab, di balik setiap kawasan industri, jalan, pelabuhan, permukiman, dan pusat pertumbuhan ekonomi, selalu ada keputusan tentang bagaimana ruang dimanfaatkan, untuk kepentingan siapa, dan dengan konsekuensi apa bagi masa depan wilayah.
- Penulis: Ibrahim S. Zakaria, Peneliti Tata Ruang dan Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota UNUTARA
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: Mursid Puko

Saat ini belum ada komentar