Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Proyek Labkesmas Pulau Morotai Senilai Rp15,3 Miliar Belum Rampung

Proyek Labkesmas Pulau Morotai Senilai Rp15,3 Miliar Belum Rampung

  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • visibility 238
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Pulau Morotai senilai Rp15,3 miliar hingga kini belum juga rampung, meski telah melewati beberapa kali adendum pekerjaan. Proyek yang dikerjakan oleh PT Wahana Dimensia Indonesia melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 itu kini menuai sorotan publik karena dinilai molor tanpa kepastian penyelesaian yang jelas.

Pantauan wartawan Balengko Space di lokasi proyek pada Kamis (18/6) menunjukkan aktivitas pekerjaan masih berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat masih menyelesaikan beberapa bagian bangunan, sementara pemasangan plafon di sejumlah ruangan juga belum tuntas sepenuhnya.

Tak hanya itu, beberapa bagian fisik bangunan lainnya masih dalam tahap perbaikan dan penyempurnaan. Sejumlah pekerjaan konstruksi bahkan masih terus dikerjakan, sedangkan sebagian material bangunan disebut masih dalam proses pengiriman dari luar daerah.

Ironisnya, proyek miliaran rupiah tersebut telah melewati adendum 1, 2, dan 3, namun progres pekerjaan belum juga menunjukkan tanda-tanda penyelesaian total. Alasan soal keterlambatan material dari Pulau Jawa kembali menjadi dalih utama keterlambatan proyek.

Kepala Dinas Kesehatan Pulau Morotai dr. Diana Pinangkaa selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mengatakan pihaknya terus menekan kontraktor agar mempercepat pekerjaan.

“Saya sebagai KPA selalu menekankan kepada kontraktor untuk segera mempercepat pekerjaan. Hanya saja, kendalanya karena material harus dipesan dari Jawa, bukan tersedia di Morotai, sehingga proses penyelesaian menjadi terhambat,” ujar Diana.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan direktur lapangan proyek, keterlambatan terjadi akibat keterbatasan material di daerah.

“Kalau semua material tersedia di Morotai, kemungkinan hal seperti ini tidak akan terjadi,” katanya.

Namun, alasan keterlambatan material tersebut bukan kali pertama disampaikan kepada publik. Sayangnya, hingga kini belum terlihat langkah konkret maupun solusi cepat yang benar-benar mampu memastikan proyek tersebut segera diselesaikan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait keseriusan kontraktor maupun pengawasan terhadap proyek bernilai fantastis tersebut.

Di tengah molornya proyek, pekerjaan disebut tetap berjalan sambil menunggu kedatangan material lainnya.

“Pekerjaan tetap berjalan sambil menunggu bahan lainnya datang,” tambah Diana.

Diana juga menegaskan bahwa pihaknya telah meminta kontraktor agar menuntaskan pekerjaan dalam waktu dekat.

“Kontraktor sudah kami tekankan untuk berusaha menyelesaikan di bulan Juli selesai,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, proyek pembangunan Labkesmas Pulau Morotai masih terus berjalan tanpa kepastian kapan benar-benar rampung. Publik kini menanti apakah target penyelesaian yang kembali dijanjikan dapat terealisasi, atau justru kembali lamban seperti sebelumnya.

  • Penulis: Mujizad Mandea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akreditasi Prodi PWK UNUTARA oleh BAN-PT di Fakultas Sains dan Teknologi

    UNUTARA Laksanakan Akreditasi Prodi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota oleh BAN-PT

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Mursid
    • visibility 1.617
    • 0Komentar

    Ternate (Balengko Space) – Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) melaksanakan Akreditasi Program Studi (Prodi) S1 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) pada 29–30 September 2025 di Ruang Rapat Fakultas Sains dan Teknologi UNUTARA. Kegiatan ini dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Turut hadir dalam agenda akreditasi, Wakil Rektor I UNUTARA, Sunaidin Ode Mulae, […]

  • Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.562
    • 0Komentar

    Balengkospace.com, Yogyakarta, 15 Juni 2025 – Komunitas Magister Peduli Pendidikan Maluku Utara (KOMPPI-MU) di Yogyakarta menyuarakan kritik tajam terhadap arah kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Melalui rilis pers resminya, KOMPPI menilai bahwa banyak program pendidikan yang dijalankan masih bersifat seremonial dan tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Ketua KOMPPI […]

  • Telaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yang masuk dalam wilayah rencana proyek geothermal WKP Telaga Ranu. (Dok. Ardian)

    SEMAINDO Tolak Proyek Geothermal Telaga Rano, Desak Pemerintah Cabut Penetapan WKP

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO), 23 Januari 2026 — Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) menyatakan penolakan keras terhadap proyek geothermal Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. SEMAINDO menilai penetapan proyek oleh Kementerian ESDM RI berpotensi mengancam sekitar 16.650 hektare kawasan hutan, daerah tangkapan air, serta ruang hidup masyarakat […]

  • ​Naswin Rowo Ajak Lulusan Unipas Mengabdi, Atasi Krisis Operator Dapodik di Morotai

    ​Naswin Rowo Ajak Lulusan Unipas Mengabdi, Atasi Krisis Operator Dapodik di Morotai

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 409
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI-Guna memutus rantai kendala klasik pendataan sekolah, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, meluncurkan gagasan strategis dengan mengajak para sarjana komputer lokal turun tangan. Ketua DPC PKB Pulau Morotai periode 2026–2031 tersebut mengimbau para lulusan Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, khususnya dari program studi Teknik Informatika yang belum memiliki kesibukan, untuk […]

  • ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 23 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pemuda (LBH GP) Ansor Kota Ternate mendesak Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, untuk memanggil dan meminta klarifikasi dari Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, terkait dugaan kuat keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam aksi penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sofifi. Aksi […]

  • Ketua GP Ansor Maluku Utara memberikan pernyataan sikap terkait DOB Sofifi

    GP Ansor Maluku Utara Sayangkan Pernyataan Senator Hasbi Yusuf: “Sikap Emosional Tidak Menjawab Substansi Masalah DOB Sofifi”

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.683
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 29 Juli 2025 — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maluku Utara menyayangkan pernyataan Senator DPD RI dari Maluku Utara, Hasbi Yusuf, yang meminta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk “diam saja” dalam menyikapi wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sofifi. Pernyataan tersebut dinilai tidak hanya keliru secara posisi kelembagaan, tetapi […]

expand_less