Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

  • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar

Pendidikan kerap dipuji sebagai jalan utama menuju kemajuan. Ia disebut jembatan masa depan, tangga mobilitas sosial, bahkan mesin peradaban. Namun, di balik retorika yang berulang, ada kenyataan yang jarang diucapkan dengan jujur: banyak anak Indonesia hari ini sedang belajar dalam kondisi yang rapuh, seolah membaca buku di atas perahu bocor.

Perahu itu tidak selalu tampak dari kejauhan. Ia masih bergerak, masih mengangkut penumpang, dan masih diklaim laik jalan. Namun bila diperhatikan lebih dekat, kebocorannya terasa dari bawah: dari ketimpangan kualitas sekolah, dari lemahnya dukungan bagi guru, serta dari kebijakan yang sering kali lebih cepat berubah dibanding kesiapan di lapangan.

Retakan yang Terukur oleh Data

Laporan Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menempatkan kemampuan literasi membaca siswa Indonesia di bawah rata-rata negara OECD. Angka ini bukan sekadar statistik internasional, melainkan cermin dari persoalan mendasar: banyak siswa mampu mengeja, tetapi belum mampu memahami. Membaca belum sepenuhnya menjadi alat berpikir.

Masalah tersebut tidak berdiri sendiri. UNESCO dalam Global Education Monitoring Report 2023 menegaskan bahwa tantangan utama pendidikan di negara berkembang bukan hanya akses, tetapi juga kualitas pembelajaran dan dukungan berkelanjutan bagi guru². Di Indonesia, persoalan ini terasa nyata, terutama di wilayah nonperkotaan, tempat sekolah sering kali bekerja dalam keterbatasan sarana, pelatihan, dan pendampingan profesional.

Di titik inilah perahu pendidikan mulai kemasukan air. Ketika kualitas guru tidak ditopang secara sistematis, kurikulum sebaik apa pun akan sulit berfungsi. Ketika kesenjangan antardaerah dibiarkan, pendidikan justru mereproduksi ketidakadilan yang seharusnya ia koreksi.

Nostalgia sebagai Cermin, Bukan Tujuan

Ada kecenderungan untuk memandang masa lalu pendidikan dengan nada romantik. Padahal, sekolah dahulu juga penuh kekurangan. Namun, nostalgia tetap memiliki nilai reflektif. Ia mengingatkan bahwa pendidikan pernah dijalankan dengan tujuan yang lebih sederhana namun jujur: mencerdaskan, membentuk watak, dan memandirikan manusia.

Paulo Freire menulis, “Education does not change the world. Education changes people. People change the world.” Ketika pendidikan kehilangan orientasi pada manusia dan terlalu terikat pada indikator administratif, daya transformatif itu memudar. Sekolah menjadi ruang pelaporan, bukan ruang pertumbuhan.

Hari ini, siswa sering dihadapkan pada tuntutan capaian yang seragam, sementara kondisi belajar mereka sangat beragam. Dalam situasi seperti ini, kegagalan kerap dibaca sebagai kelemahan individu, bukan sebagai kegagalan sistem.

Murka yang Rasional

Kritik terhadap pendidikan tidak selalu lahir dari pesimisme. Ia justru berangkat dari kepedulian. Bank Dunia mencatat bahwa tingkat learning poverty di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu persentase anak usia 10 tahun yang belum mampu membaca dan memahami teks sederhana⁴. Fakta ini menunjukkan bahwa masalah pendidikan bukan berada di ujung jenjang, melainkan di fondasi paling awal.

Ivan Illich pernah mengingatkan, “Schooling confuses process and substance.” Ketika kehadiran di kelas disamakan dengan belajar, dan kelulusan disamakan dengan kecakapan hidup, maka pendidikan berisiko kehilangan maknanya. Perahu tetap berlayar, tetapi arah dan keselamatannya dipertanyakan.

Kemarahan yang muncul dari kondisi ini bukan kemarahan emosional, melainkan kegelisahan rasional. Sebab, membiarkan pendidikan berjalan dalam kondisi bocor berarti menerima risiko hilangnya satu generasi dalam diam.

Menambal dari Dalam

Di atas perahu bocor adalah metafora tentang daya tahan, tetapi juga peringatan. Ketangguhan guru dan siswa tidak boleh dijadikan alasan untuk menormalisasi keterbatasan. Justru dari sanalah negara seharusnya memulai pembenahan: memperkuat sekolah yang paling lemah, menyederhanakan beban guru, dan memastikan kebijakan berpijak pada realitas kelas, bukan semata pada konsep.

Pendidikan seharusnya menjadi perahu yang mengantarkan, bukan ujian bertahan hidup. Jika kebocoran terus diabaikan, maka seberapa pun rajinnya membaca, penumpang tetap akan kelelahan menimba air. Dan pada titik tertentu, kelelahan itu akan berubah menjadi keheningan yang berbahaya.

  • Penulis: Subhan Samsudin
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Jakarta (21/1). Kemenkop kini tengah melakukan transformasi besar-besaran, mulai dari digitalisasi data hingga perubahan strategi komunikasi agar koperasi lebih diminati anak muda sebagai badan usaha yang profitabel dan kekinian. Sumber Foto: JMSI

    Bikin Koperasi Jadi “Cool”, Menteri Ferry Juliantono Rangkul Milenial dan Gen Z Masuk Ekosistem Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 92
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO), 22 Januari 2026 – Citra koperasi yang selama ini dianggap “jadul” kini sedang dirombak total. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmennya untuk mengubah strategi komunikasi kementerian agar lebih relevan dengan gaya hidup anak muda, khususnya kelompok Milenial dan Gen Z. Hal ini disampaikan Menkop Ferry saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia […]

  • Sumber foto : (instagram.com/Pandji.pragiwaksono) Play Button

    LBH Ansor Maluku Utara Nilai Pelaporan Materi Stand Up Comedy Pandji Berlebihan

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menilai pelaporan terhadap materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono dalam acara Mens Rea sebagai bentuk reaksi yang berlebihan dan tidak proporsional. Menurut LBH Ansor, langkah tersebut berpotensi mengaburkan fungsi kritik sosial dalam ruang demokrasi. Ketua LBH Ansor Maluku Utara menyampaikan bahwa stand up comedy merupakan […]

  • Penulis : Mohammad Rifqi. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    Pembangkangan Konstitusi: Kudeta Sunyi atas Kedaulatan Rakyat

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Penulis : Mohammad Rifqi. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    • visibility 42
    • 0Komentar

    “Pemilihan pejabat oleh DPRD bukan langkah maju. Bukan pendewasaan demokrasi. Bukan solusi konflik. Ini Adalah pembangkangan terhadap konstitusi,” Mohammad Rifqi. Konstitusi membuka dengan kalimat agung “Kedaulatan berada di tangan rakyat.” Namun dalam praktik politik mutakhir, kalimat itu tampaknya perlu direvisi menjadi “Kedaulatan berada ditangan rakyat selagi tidak merepotkan elite.” Wacana pemilihan pejabat publik oleh DPRD […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Dinilai Ciderai Marwah Organisasi, Bidang Keuangan KNPI Morotai Desak DPD I Pecat Ketua Terpilih

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 136
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO) – Krisis kepemimpinan melanda Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pulau Morotai. Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan DPD II KNPI Pulau Morotai, Fahri Sibua, secara resmi merilis pernyataan sikap yang mendesak DPD I KNPI Provinsi untuk segera mengambil langkah tegas berupa pemecatan terhadap Ketua KNPI Pulau Morotai. Langkah […]

  • Seorang kader PMII memegang kotak donasi bertuliskan “Aksi Galang Dana Peduli Sumatera” sambil berdiri di pinggir jalan raya Gejayan, Yogyakarta, mengenakan jas almamater biru dan masker hitam.

    Aksi Solidaritas PMII Komisariat Wahid Hasyim UII Galang Dana untuk Korban Musibah di Sumatera

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 30 November 2025 — Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Wahid Hasyim Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar aksi solidaritas berupa penggalangan dana untuk membantu korban musibah di Sumatera. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 30 November 2025, di kawasan Perempatan Gejayan, Ring Road Utara, Yogyakarta. Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa […]

  • Tim PMR MAN Insan Cendekia Halbar menerima penghargaan Juara 1 Gebyar PMR & KSR se-Maluku Utara.

    Kerja Keras Berbuah Manis, PMR MAN IC Halbar Tampil sebagai Juara 1 Terbaik

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Halmahera Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim Palang Merah Remaja (PMR) mereka meraih Juara 1 Terbaik dalam ajang Gebyar PMR & KSR se-Provinsi Maluku Utara yang berlangsung pada 18–21 September 2025. Perlombaan ini digelar oleh PMI Provinsi Maluku Utara untuk memperingati HUT PMI ke-80. Sebanyak […]

expand_less