Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 288
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Rakyat diundang untuk memilih, tetapi jarang diajak merumuskan. Demokrasi berdiri, tetapi menopang dirinya pada tiang bambu yang mudah patah oleh kepentingan jangka pendek.

Fenomena ini terasa lebih telanjang di daerah, termasuk di Maluku Utara. Provinsi yang kaya sumber daya alam ini seolah menjadi panggung kecil dari problem besar negara. Atas nama pembangunan, investasi, dan hilirisasi, izin-izin dikeluarkan dengan cepat. Alat berat masuk, bentang alam berubah, dan ruang hidup warga menyempit. Dalam banyak kasus, konflik agraria dan ekologis bukan kejadian luar biasa, melainkan keseharian.

Negara hadir dengan tembok beton kewenangan: surat izin, regulasi, dan aparat. Namun sering kali ia absen sebagai penopang keadilan. Warga di lingkar tambang, pesisir, dan pulau-pulau kecil berhadapan dengan debu, pencemaran, dan ketidakpastian hidup. Ketika mereka bersuara, negara kerap datang bukan untuk mendengar, melainkan menertibkan.

Di titik ini, pembangunan kehilangan maknanya.

Ironisnya, semua proses itu selalu dibungkus dengan bahasa kesejahteraan. Kritik dianggap penghambat kemajuan, keberatan warga dicap sebagai ancaman stabilitas. Negara lupa bahwa stabilitas sejati justru tumbuh dari rasa adil, bukan dari pembungkaman. Beton bisa menahan beban, tetapi hanya bambu yang memberi kelenturan ketika badai datang.

Masalahnya bukan pada pembangunan itu sendiri, melainkan pada cara negara memahami kekuatan. Kekuatan terus-menerus dimaknai sebagai kemampuan memaksa, mengatur, dan mempercepat. Padahal, kekuatan sejati negara justru terletak pada kemampuannya menahan diri, mendengar, dan mengakui batas. Negara yang kuat bukan yang paling banyak membangun, tetapi yang paling mampu menjaga kepercayaan warganya.

Kepercayaan adalah fondasi yang sering diremehkan. Ia tidak bisa dicetak seperti beton, tidak bisa dipercepat dengan target, dan tidak bisa dibangun melalui pidato. Kepercayaan lahir dari pengalaman konkret warga: ketika hukum bekerja adil, ketika kebijakan masuk akal, dan ketika negara berdiri bersama rakyat, bukan di atas mereka.

Sejarah menunjukkan, runtuhnya negara jarang diawali oleh kekurangan infrastruktur atau anggaran. Ia bermula dari rusaknya fondasi etik: hukum yang kehilangan orientasi keadilan, kekuasaan yang melampaui batas, dan kebijakan yang menjauh dari nalar publik. Bangunan negara bisa tampak utuh dari luar, tetapi kosong di dalam.

Indonesia tidak kekurangan sumber daya. Maluku Utara pun demikian. Yang langka adalah keberanian untuk memperkuat tiang merawat nilai-nilai dasar yang selama ini dibiarkan lapuk. Negara perlu berhenti semata-mata membanggakan beton, dan mulai menaruh perhatian pada bambu: memperbaiki kualitas hukum, memperluas ruang deliberasi, serta menempatkan rakyat sebagai subjek pembangunan.

Pembangunan yang tidak berpijak pada keadilan hanya akan melahirkan ketegangan baru. Demokrasi tanpa deliberasi hanya akan menghasilkan jarak. Hukum tanpa nurani hanya akan memproduksi ketertiban semu. Semua itu membuat negara tampak kuat di permukaan, tetapi rapuh di kedalaman.

Indonesia masih berada di persimpangan. Kita bisa terus membangun negara bertembok beton tapi bertiang bambo mengejar kesan kokoh sambil mengabaikan fondasi. Atau kita bisa memilih jalan yang lebih sulit, tetapi lebih jujur: memperkuat tiang, merawat nilai, dan mengembalikan negara pada fungsi dasarnya sebagai pelayan kepentingan publik.

Jika pilihan pertama terus ditempuh, maka suatu saat bangunan besar bernama Indonesia akan runtuh oleh beratnya sendiri. Dan ketika itu terjadi, yang jatuh lebih dulu bukan temboknya, melainkan kepercayaan rakyat. Tetapi jika pilihan kedua diambil, Indonesia masih punya kesempatan menjadi rumah bersama yang kokoh bukan karena betonnya paling tebal, melainkan karena fondasinya benar-benar kuat.

  • Penulis: Rahmat Rajak Mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampah Bukan Masalah, Tapi Peluang: Kenali Jenis Sampah Yang Bernilai Tinggi

    Sampah Bukan Masalah, Tapi Peluang: Kenali Jenis Sampah Yang Bernilai Tinggi

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 647
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Pexels Sampah sering kali dianggap kotor, tidak berguna, dan membawa aroma yang kurang sedap. Namun, tidak semua sampah hanya membawa dampak negatif bagi lingkungan. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi aset yang berharga, bahkan menghasilkan pundi-pundi rupiah. Berikut ini adalah beberapa jenis sampah yang bisa didaur ulang dan dijual, sekaligus membantu […]

  • Flayer

    Transmigrasi Patlean Dinilai Stagnan, IKPM-HT dan PSPK UGM Siap Buka Dialog Publik

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Program transmigrasi yang selama ini diproyeksikan sebagai instrumen pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi kawasan pedesaan dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan struktural, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Salah satu kawasan yang menjadi sorotan adalah Transmigrasi Patlean di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang meliputi SP 1, SP 2, SP 4, […]

  • Suasana pembukaan Konfercab II dan PKD III GP Ansor Halmahera Selatan

    Konfercab II dan PKD III GP Ansor Halmahera Selatan Resmi Dibuka

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 269
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, BACAN – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Halmahera Selatan resmi menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) II sekaligus Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) III. Hajatan akbar organisasi kepemudaan ini dipusatkan di Aula Hotel Buana Lipu, Bacan, pada Jumat (17/07/2026). Mengusung tema “Merawat Nilai, Memperkuat Khidmat dan Meneguhkan Kepemimpinan Menuju Ansor Masa Depan”, forum […]

  • 9 Siswa MTsN 1 Morotai Lolos Seleksi OMI Bidang Sains 2026, Siap Berlaga di Tingkat Kabupaten

    9 Siswa MTsN 1 Morotai Lolos Seleksi OMI Bidang Sains 2026, Siap Berlaga di Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 226
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – MTs Negeri 1 Morotai sukses melaksanakan seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Sains Tingkat Madrasah Tahun 2026. Dari proses seleksi tersebut, sebanyak sembilan siswa dinyatakan lolos dan dapat melanjutkan perjalanan pada seleksi tingkat Kabupaten Pulau Morotai yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai. Dalam pelaksanaan OMI Tahun 2026 tingkat […]

  • KETUA FATAYAT NU CABANG TIDORE

    Astuti Ardenan Terpilih Jadi Ketua Fatayat NU Tidore, Fokus Isu Perempuan dan Anak

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.575
    • 0Komentar

    Dalam kepemimpinannya ke depan, Astuti menyampaikan bahwa Fatayat NU Cabang Tidore akan lebih aktif berkolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan lainnya untuk memperkuat advokasi isu-isu strategis yang menjadi konsen utama Pengurus Besar Fatayat NU. “Fatayat NU Tidore harus berani tampil dan bersuara untuk merespons isu-isu besar seperti pemberdayaan perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan kekerasan terhadap anak,” […]

  • Skuad Timnas Iran saat berlaga di Stadion SoFi, Los Angeles. Di tengah pembatasan ketat, performa solid mereka berhasil membuka peluang lolos ke babak 16 besar. (Foto: Dok. Istimewa

    Hadapi Pembatasan Ketat, Timnas Iran Tinggalkan Pesan Emosional di Ruang Ganti Stadion LA

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 100
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, CALIFORNIA – Tim Nasional sepak bola Iran menorehkan aksi simpatik di luar lapangan setelah melakoni laga sengit di fase grup Piala Dunia. Skuad berjuluk Team Melli tersebut meninggalkan sebuah pesan tertulis di ruang ganti Stadion SoFi, Los Angeles, pada Minggu (21/06/2026) waktu setempat, sebagai bentuk apresiasi atas sambutan hangat yang mereka terima selama […]

expand_less