Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RAGAM » Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 181
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Rakyat diundang untuk memilih, tetapi jarang diajak merumuskan. Demokrasi berdiri, tetapi menopang dirinya pada tiang bambu yang mudah patah oleh kepentingan jangka pendek.

Fenomena ini terasa lebih telanjang di daerah, termasuk di Maluku Utara. Provinsi yang kaya sumber daya alam ini seolah menjadi panggung kecil dari problem besar negara. Atas nama pembangunan, investasi, dan hilirisasi, izin-izin dikeluarkan dengan cepat. Alat berat masuk, bentang alam berubah, dan ruang hidup warga menyempit. Dalam banyak kasus, konflik agraria dan ekologis bukan kejadian luar biasa, melainkan keseharian.

Negara hadir dengan tembok beton kewenangan: surat izin, regulasi, dan aparat. Namun sering kali ia absen sebagai penopang keadilan. Warga di lingkar tambang, pesisir, dan pulau-pulau kecil berhadapan dengan debu, pencemaran, dan ketidakpastian hidup. Ketika mereka bersuara, negara kerap datang bukan untuk mendengar, melainkan menertibkan.

Di titik ini, pembangunan kehilangan maknanya.

Ironisnya, semua proses itu selalu dibungkus dengan bahasa kesejahteraan. Kritik dianggap penghambat kemajuan, keberatan warga dicap sebagai ancaman stabilitas. Negara lupa bahwa stabilitas sejati justru tumbuh dari rasa adil, bukan dari pembungkaman. Beton bisa menahan beban, tetapi hanya bambu yang memberi kelenturan ketika badai datang.

Masalahnya bukan pada pembangunan itu sendiri, melainkan pada cara negara memahami kekuatan. Kekuatan terus-menerus dimaknai sebagai kemampuan memaksa, mengatur, dan mempercepat. Padahal, kekuatan sejati negara justru terletak pada kemampuannya menahan diri, mendengar, dan mengakui batas. Negara yang kuat bukan yang paling banyak membangun, tetapi yang paling mampu menjaga kepercayaan warganya.

Kepercayaan adalah fondasi yang sering diremehkan. Ia tidak bisa dicetak seperti beton, tidak bisa dipercepat dengan target, dan tidak bisa dibangun melalui pidato. Kepercayaan lahir dari pengalaman konkret warga: ketika hukum bekerja adil, ketika kebijakan masuk akal, dan ketika negara berdiri bersama rakyat, bukan di atas mereka.

Sejarah menunjukkan, runtuhnya negara jarang diawali oleh kekurangan infrastruktur atau anggaran. Ia bermula dari rusaknya fondasi etik: hukum yang kehilangan orientasi keadilan, kekuasaan yang melampaui batas, dan kebijakan yang menjauh dari nalar publik. Bangunan negara bisa tampak utuh dari luar, tetapi kosong di dalam.

Indonesia tidak kekurangan sumber daya. Maluku Utara pun demikian. Yang langka adalah keberanian untuk memperkuat tiang merawat nilai-nilai dasar yang selama ini dibiarkan lapuk. Negara perlu berhenti semata-mata membanggakan beton, dan mulai menaruh perhatian pada bambu: memperbaiki kualitas hukum, memperluas ruang deliberasi, serta menempatkan rakyat sebagai subjek pembangunan.

Pembangunan yang tidak berpijak pada keadilan hanya akan melahirkan ketegangan baru. Demokrasi tanpa deliberasi hanya akan menghasilkan jarak. Hukum tanpa nurani hanya akan memproduksi ketertiban semu. Semua itu membuat negara tampak kuat di permukaan, tetapi rapuh di kedalaman.

Indonesia masih berada di persimpangan. Kita bisa terus membangun negara bertembok beton tapi bertiang bambo mengejar kesan kokoh sambil mengabaikan fondasi. Atau kita bisa memilih jalan yang lebih sulit, tetapi lebih jujur: memperkuat tiang, merawat nilai, dan mengembalikan negara pada fungsi dasarnya sebagai pelayan kepentingan publik.

Jika pilihan pertama terus ditempuh, maka suatu saat bangunan besar bernama Indonesia akan runtuh oleh beratnya sendiri. Dan ketika itu terjadi, yang jatuh lebih dulu bukan temboknya, melainkan kepercayaan rakyat. Tetapi jika pilihan kedua diambil, Indonesia masih punya kesempatan menjadi rumah bersama yang kokoh bukan karena betonnya paling tebal, melainkan karena fondasinya benar-benar kuat.

  • Penulis: Rahmat Rajak Mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ketua lbh ansor Ternate

    Menegakkan Martabat Akal: Menemukan Kembali Ruh Pendidikan yang Mencerahkan

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Zulfikran Ketua LBH Ansor Kota Ternate
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Pendidikan adalah jalan untuk memuliakan manusia. Di dalamnya terkandung cita-cita agar setiap insan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, berakhlak, dan mampu berpikir jernih dalam menghadapi kehidupan. Namun, dalam perjalanan panjang dunia pendidikan kita—baik di lembaga formal maupun di lingkungan keagamaan seperti pesantren—masih ditemukan kecenderungan hubungan yang bersifat satu arah: pendidik menyampaikan, peserta didik menerima. Pola […]

  • Foto: Tangkapan layar video rekaman warga di Kelurahan Fitu, Ternate Selatan, 6 Januari 2026

    Hujan Deras Genangi Ruas Jalan di Ternate Selatan, Arus Lalu Lintas Terganggu

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Hujan deras yang mengguyur Kota Ternate, Maluku Utara, pada Selasa (6/1/2026) sejak pukul 16.00 WIT hingga petang menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah Ternate Selatan, khususnya di Kelurahan Fitu, tergenang banjir. Genangan air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa sempat menghambat arus lalu lintas. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat, […]

  • Source : Istimewa

    Warga Sagea-Kiya Melawan Kriminalisasi: “Tanah Kami Bukan Barang Dagangan, Cabut Laporan 14 Warga!

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Menolak Kesepakatan Sepihak Koalisi juga mengklarifikasi terkait pertemuan di Kantor Camat Weda Utara pada 11 Februari 2026. Meskipun sempat beredar kabar adanya kesepakatan antara perusahaan dan pemerintah setempat, Koalisi Save Sagea menyatakan secara tegas keluar dari ruangan (walk out) dan menolak menandatangani dokumen tersebut. “Salah satu poin kesepakatan mengeklaim masyarakat mendukung tambang dan menjamin tidak […]

  • Source : Istimewa

    Banjir Halmahera Barat: HMI Maluku Utara Desak Komisi VIII DPR RI Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 185
    • 0Komentar

    HALMAHERA BARAT (BALENGKO) — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (BADKO) Maluku Utara mendesak Komisi VIII DPR RI untuk meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat. Desakan ini muncul menyusul banjir besar akibat curah hujan tinggi sejak awal Januari 2026 yang merendam rumah warga hingga setinggi atap dan melumpuhkan aktivitas ekonomi. Kegagalan […]

  • Foto suasana upacara HUT ke-80 RI di Lapas Jambula

    Wakil Gubernur Maluku Utara beri Remisi HUT ke-80 RI di Ternate

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tekankan Makna Remisi Wagub Sarbin menyampaikan bahwa Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan remisi bukan hadiah, melainkan bentuk apresiasi bagi warga binaan yang disiplin, berprestasi, dan aktif mengikuti program pembinaan. Kementerian terus melaksanakan program rehabilitasi dan reintegrasi melalui pendidikan, keterampilan, pembinaan keagamaan, dan kegiatan sosial. Dengan sinergi petugas pemasyarakatan, keluarga, dan masyarakat, […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe berbincang dengan mahasiswa saat kunjungan ke Asrama Babullah II Ternate di Manado, Senin (27/10/2025).

    Wakil Gubernur Maluku Utara Kunjungi Tiga Asrama Mahasiswa di Manado

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Manado (BALENGKO) – Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, melakukan kunjungan ke tiga asrama mahasiswa asal Maluku Utara yang berada di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Senin pagi (27/10/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. […]

expand_less