Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 340
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Rakyat diundang untuk memilih, tetapi jarang diajak merumuskan. Demokrasi berdiri, tetapi menopang dirinya pada tiang bambu yang mudah patah oleh kepentingan jangka pendek.

Fenomena ini terasa lebih telanjang di daerah, termasuk di Maluku Utara. Provinsi yang kaya sumber daya alam ini seolah menjadi panggung kecil dari problem besar negara. Atas nama pembangunan, investasi, dan hilirisasi, izin-izin dikeluarkan dengan cepat. Alat berat masuk, bentang alam berubah, dan ruang hidup warga menyempit. Dalam banyak kasus, konflik agraria dan ekologis bukan kejadian luar biasa, melainkan keseharian.

Negara hadir dengan tembok beton kewenangan: surat izin, regulasi, dan aparat. Namun sering kali ia absen sebagai penopang keadilan. Warga di lingkar tambang, pesisir, dan pulau-pulau kecil berhadapan dengan debu, pencemaran, dan ketidakpastian hidup. Ketika mereka bersuara, negara kerap datang bukan untuk mendengar, melainkan menertibkan.

Di titik ini, pembangunan kehilangan maknanya.

Ironisnya, semua proses itu selalu dibungkus dengan bahasa kesejahteraan. Kritik dianggap penghambat kemajuan, keberatan warga dicap sebagai ancaman stabilitas. Negara lupa bahwa stabilitas sejati justru tumbuh dari rasa adil, bukan dari pembungkaman. Beton bisa menahan beban, tetapi hanya bambu yang memberi kelenturan ketika badai datang.

Masalahnya bukan pada pembangunan itu sendiri, melainkan pada cara negara memahami kekuatan. Kekuatan terus-menerus dimaknai sebagai kemampuan memaksa, mengatur, dan mempercepat. Padahal, kekuatan sejati negara justru terletak pada kemampuannya menahan diri, mendengar, dan mengakui batas. Negara yang kuat bukan yang paling banyak membangun, tetapi yang paling mampu menjaga kepercayaan warganya.

Kepercayaan adalah fondasi yang sering diremehkan. Ia tidak bisa dicetak seperti beton, tidak bisa dipercepat dengan target, dan tidak bisa dibangun melalui pidato. Kepercayaan lahir dari pengalaman konkret warga: ketika hukum bekerja adil, ketika kebijakan masuk akal, dan ketika negara berdiri bersama rakyat, bukan di atas mereka.

Sejarah menunjukkan, runtuhnya negara jarang diawali oleh kekurangan infrastruktur atau anggaran. Ia bermula dari rusaknya fondasi etik: hukum yang kehilangan orientasi keadilan, kekuasaan yang melampaui batas, dan kebijakan yang menjauh dari nalar publik. Bangunan negara bisa tampak utuh dari luar, tetapi kosong di dalam.

Indonesia tidak kekurangan sumber daya. Maluku Utara pun demikian. Yang langka adalah keberanian untuk memperkuat tiang merawat nilai-nilai dasar yang selama ini dibiarkan lapuk. Negara perlu berhenti semata-mata membanggakan beton, dan mulai menaruh perhatian pada bambu: memperbaiki kualitas hukum, memperluas ruang deliberasi, serta menempatkan rakyat sebagai subjek pembangunan.

Pembangunan yang tidak berpijak pada keadilan hanya akan melahirkan ketegangan baru. Demokrasi tanpa deliberasi hanya akan menghasilkan jarak. Hukum tanpa nurani hanya akan memproduksi ketertiban semu. Semua itu membuat negara tampak kuat di permukaan, tetapi rapuh di kedalaman.

Indonesia masih berada di persimpangan. Kita bisa terus membangun negara bertembok beton tapi bertiang bambo mengejar kesan kokoh sambil mengabaikan fondasi. Atau kita bisa memilih jalan yang lebih sulit, tetapi lebih jujur: memperkuat tiang, merawat nilai, dan mengembalikan negara pada fungsi dasarnya sebagai pelayan kepentingan publik.

Jika pilihan pertama terus ditempuh, maka suatu saat bangunan besar bernama Indonesia akan runtuh oleh beratnya sendiri. Dan ketika itu terjadi, yang jatuh lebih dulu bukan temboknya, melainkan kepercayaan rakyat. Tetapi jika pilihan kedua diambil, Indonesia masih punya kesempatan menjadi rumah bersama yang kokoh bukan karena betonnya paling tebal, melainkan karena fondasinya benar-benar kuat.

  • Penulis: Rahmat Rajak Mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Morotai yang berlokasi di pusat pemerintahan. Instansi ini tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan tindakan represif oknum anggota saat pengamanan aksi massa ARIT. (Foto: Dok. Balengko Space).

    Dinilai Normalisasi Kekerasan, Kasatpol PP Morotai Belum Minta Maaf Usai Dugaan Pemukulan Aktivis

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 577
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Pernyataan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, terus menuai polemik. Kecaman publik mengalir deras setelah Akri menyebut insiden dugaan pemukulan aktivis saat demonstrasi sebagai “hal biasa”. Hingga Kamis (7/5/2026), belum ada pernyataan maaf resmi dari pimpinan Satpol PP tersebut. Insiden ini bermula pada […]

  • Ilustrasi : Source : Istimewa

    JALUR ENERGI, DOLAR, DAN HEGEMONI: IRAN DAN AS MEMPENGARUHI EKONOMI ASIA PASIFIK

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Fahri Sibua Magister Akuntansi
    • visibility 672
    • 0Komentar

    Jalur Energi dan Hegemoni: Mengapa Selat Hormuz Sangat PentingSelat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat strategis, berfungsi sebagai jembatan penghubung antara Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Jalur ini menjadi rute utama pengiriman minyak mentah, dengan volume mencapai lebih dari seperlima dari total minyak yang diperdagangkan secara global setiap tahunnya. Negara-negara konsumen utama yang mengandalkan jalur […]

  • Keutamaan Malam Nisfu Syaban: Waktu Mustajab untuk Doa dan Pengampunan Dosa

    Keutamaan Malam Nisfu Syaban: Waktu Mustajab untuk Doa dan Pengampunan Dosa

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 1.158
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Dok. Balengko Space Ternate, (13/2/25) – Umat Muslim di seluruh dunia segera menyambut bulan suci Ramadhan. Sebelum itu, ada satu malam istimewa yang penuh dengan keutamaan, yaitu Malam Nisfu Syaban. Tahun ini, malam tersebut jatuh pada malam Jumat, 14 Syaban 1446 H (13 Februari 2025). Malam ini menjadi waktu yang sangat mustajab […]

  • Penulis

    Ramadhan dan Luka Demokrasi: Ketika Suara Kritis Dianggap Ancaman

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Gilang Moenawar
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Di bulan Ramadhan yang mulia ini, semoga segala dosa—yang kita sadari maupun yang luput dari kesadaran kita—mendapat ampunan dari kasih sayang Allah SWT. Dari suasana perenungan inilah saya ingin memulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan yang lahir dari kegelisahan atas ketertindasan umat dan manusia di bangsa Indonesia. Pertanyaan ini menyentuh akar hingga pucuk dari bunga-bunga […]

  • Analisis Kemiskinan dalam Perspektif Islam dan Sosiologi

    Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 991
    • 0Komentar

    Fungsi Kemiskinan Dalam Rantai Kehidupan  Fungsi pertama, bahwa kemiskinan adalah menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat, berbahaya, tetapi mereka dibayar sangat murah oleh orang-orang kaya. Orang miskin diperlukan untuk membersihkan got-got yang mampet, membuang sampah, menaiki gedung yang tinggi, bekerja di pertambangan yang tanahnya mudah runtuh, jaga malam, atau memelihara binatang milik […]

  • Fahrul Abd Muid, Dosen IAIN Ternate dan Wakil Ketua GP Ansor Maluku Utara

    Ansor Maluku Utara Ketahanan Pangan Menuju Kemandirian

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 1.268
    • 0Komentar

    “Ansor Maju Satu Barisan” adalah semboyan-slogan yang digunakan oleh Gerakan Pemuda Ansor di seluruh Indonesia. Gerakan Pemuda Ansor merupakan sebuah organisasi pemuda terbesar di Indonesia yang menjadi badan otonomnya organisasi Nahdlatul Ulama. Semboyan ini menekankan pentingnya kesatuan dan solidaritas di antara anggota Ansor dalam menghadapi tantangan, baik internal maupun eksternal dalam rangka untuk menjaga dan […]

expand_less