Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Positive Thinking dan Kekuasaan: Cara Gubernur Membentuk Nasib Rakyat

Positive Thinking dan Kekuasaan: Cara Gubernur Membentuk Nasib Rakyat

  • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
  • visibility 200
  • comment 0 komentar

Dalam tasawuf, ada paham yang kita kenal dengan ‘Wahdatul Wujud’-kesatuan wujud, kehendak seseorang itu bersatu dengan kehendak Tuhan, sehingga pada tingkat tertentu dalam pengalaman ruhani yang sangat tinggi, yakni paling ujung dari seluruh perjalanan sufi, manusia tidak lagi bisa membedakan mana dirinya dan mana Tuhan. Kekuatan yang berbeda itu disebut Quwwat al-tamyiz-kekuatan untuk membeda-bedakan. Konon, kekuatan yang membedakan itu adalah kekuatan akal. Pada ujung perjalanan itu, kekuatan akal tidak berfungsi lagi. Karena itu, tidak bisa lagi kita bedakan antara Khalik dan makhluk, antara Tuhan dengan aku. Pada tingkat itu, zikir kita berubah menjadi, Laa Ilaaha Illa ana, tiada Tuhan kecuali Aku. Kemudian, dalam perjalanan tasawuf, zikir menunjukkan maqam-maqam yang harus dilalui oleh kita. Zikir yang paling elementer adalah: Laa Ilaaha Ilallah atau Laa Ilaaha Illa huwa, Tidak ada Tuhan kecuali Dia. Kita menyebut Tuhan sebagai orang ketiga tunggal. Dalam bahasa Arab, hal ini disebut dhamir ghaib. Dalam zikir ini, Tuhan itu ghaib, jauh dari kita. Ketika sudah lebih dekat, zikir itu menjadi, Laa Ilaaha illa Anta, tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Model zikir para Nabi yang digambarkan dalam Al-Qur’an, Laa Ilaaha Illa Anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimin, Tuhan menjadi akrab. Dia hadir di hadapan kita, bukan lagi sebagai dhamir ghaib, tetapi sebagai dhamir mukhathab, orang yang kita ajak bicara.

Lalu, kalau kita sudah dekat sekali dengan Allah Swt Tuhan Yang Maha Kuasa, maka kita seperti yang digambarkan oleh Ibnu ‘Arabi. Kalau kita seperti cahaya lilin-lilin kecil dan sumber cahayanya adalah matahari, maka cahaya lilin-lilin kecil itu akan hilang, yang ada hanyalah cahaya matahari saja. Lenyaplah cahaya lilin itu, sehingga kita tidak bisa membedakan lagi mana cahaya lilin dan cahaya matahari, karena antara cahaya lilin dan matahari itu sudah menyatu dalam kesatuan cahaya. Oleh karena itu, salah satu bagian kecil dari tajalli Tuhan di muka bumi ini dengan mengadakan manusia sebagai khalifatun fi al-ardhi. Karena Tuhan menciptakan berbagai kejadian di alam semesta ini melalui pikiran kita, sehingga realitas yang di sekitar kita dibentuk oleh pikiran kita. Oleh karena itu, kita bertanggungjawab atas terbentuknya berbagai peristiwa di sekitar kita. Dengan kemampuan kita untuk menggabungkan diri kita dengan Allah Swt Tuhan Yang Maha Kuasa lewat pikiran-pikiran kita. Itulah yang dalam Hadis Qudsi disebutkan dengan ungkapan, Anaa ‘inda dhannii ‘abdibii, Aku sesuai dengan pikiran hamba-Ku tentang-Ku. Jadi, apa yang dilakukan Allah Swt Tuhan Yang Maha Kuasa kepada seorang hamba-Nya sesuai dengan pikiran hamba itu kepada-Nya. Kalau Hadis itu kita terjemahkan lewat perspektif buku ‘Beyond Psychology’ ini, maka Tuhan menciptakan berbagai peristiwa di alam semesta ini melalui pikiran-pikiran kita, dugaan-dugaan kita, atau apa yang tersirat dalam benak kita. Jangan sampai kita tidak sadar diri bahwa kita sedang memelihara pikiran-pikiran negatif kita sendiri.

Oleh karena itu, jangan biarkan orang-orang di sekitar Gubernur untuk mempengaruhi Gubernur dengan pikiran-pikiran negatifnya. Karena, jika terpengaruhi, maka Gubernur akan menciptakan peristiwa-peristiwa yang negatif pula dalam kebijakannya. Jika Gubernur terpengaruh oleh pikiran-pikiran negatif orang lain, Gubernur sendiri yang akan menuai-panen yang sama sekali tidak menguntungkan. Jika ada orang yang berpandangan negatif, janganlah diterima oleh Gubernur. Biarkan dia membangun realitas negatif yang ia kehendaki dan jangan pakai orang itu. Gubernur tidak perlu ikut-ikutan membuat realitas yang negatif. Sebaiknya bayangkan pikiran-pikiran yang positif. Sebab, itu akan menjadi kenyataan-it will happen. Dengan berpikir positif, Gubernur pasti menciptakan peristiwa besar yang positif untuk rakyatnya. Semoga Tuhan melindungi Gubernur dari pikiran-pikiran negatif. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Fahrul Abd Muid

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Sepelekan! Ini 8 Manfaat Luar Biasa Jalan Kaki Setiap Hari

    Jangan Sepelekan! Ini 8 Manfaat Luar Biasa Jalan Kaki Setiap Hari

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 526
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Jalan kaki sering dianggap sebagai aktivitas sederhana, tetapi tahukah Anda bahwa kebiasaan ini menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan fisik dan mental? Tidak perlu waktu lama, cukup 20-30 menit setiap hari, Anda sudah bisa merasakan dampak positifnya. Yuk, simak urutan manfaat jalan kaki berikut ini! 1. Meningkatkan Suasana Hati Stres dan mood buruk bisa diatasi […]

  • Generasi muda Moloku Kie Raha sedang mengikuti diskusi budaya dan sejarah lokal

    Generasi Muda Moloku Kie Raha dan Tanggung Jawab Merawat Warisan Leluhur

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Affath Hidayah
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Sudah berapa kali kita ganti pemimpin, tapi kita masih sangat jauh dari harapan, apalagi sejahtera hanya sebagai slogan. Berapa kali juga kita memilih pemimpin, namun selalu menghasilkan pemerintahan yang bobrok, artinya yang dijanjikan saat kampanye tidak searah dengan yang dilaksanakan saat memimpin. Berkoar tentang keadilan, kemajuan, dan kemaslahatan umat, namun realitas di lapangan malah sebaliknya, […]

  • Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

    Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Kedaulatan Bukan Sekadar Bendera Membela pulau berarti menolak reduksi kedaulatan menjadi sekadar pengibaran bendera atau patroli angkatan laut. Kedaulatan sejati lahir dari keberlanjutan komunitas, ketika laut dijaga dari pencemaran, ketika hasil tangkapan cukup untuk menghidupi keluarga, ketika tanah tidak dijual kepada investor asing yang hanya ingin membangun resort mewah. Dalam The Ocean Economy in 2030 […]

  • IDUL FITRI dan ZOON POLITICON

    IDUL FITRI dan ZOON POLITICON

    • calendar_month Sel, 1 Apr 2025
    • account_circle Dr. Fahrul Abd. Muid, S.Th.I, MA
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Setiap kali kita merayakan hari raya ‘Idul Fitri, kita selalu dituntut untuk merenungkan dan menghayati pesan-pesan moral yang terkandung dalam Idul Fitri itu. Pesan-pesan itu sesungguhnya dapat ditelusuri lewat kata ‘Idul Fitri itu sendiri. ‘Idul Fitri adalah kata majemuk (tarkib al-idhafi) yang terdiri dari kata ‘id dan al-fitr. Kata ‘id semula berasal dari kata ‘aud, […]

  • Silaturahmi Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Maluku Utara: Pererat Kerja Sama Antarwilayah

    Silaturahmi Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Maluku Utara: Pererat Kerja Sama Antarwilayah

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Ternate, 1 Mei 2025 — Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, melakukan kunjungan silaturahmi ke Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, Kamis malam (1/5), pukul 21.00 WIT. Pertemuan hangat ini berlangsung di kediaman resmi Wakil Gubernur Maluku Utara di Kota Ternate. Silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antarprovinsi, khususnya dalam menjalin […]

  • sumber foto : Istimewa

    PKPM NUKU Yogyakarta Siap Gelar Kongres XXII dan Simposium Kepemimpinan

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 94
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (BALENGKO) — Perkumpulan Keluarga dan Mahasiswa Nuku (PKPM NUKU) Yogyakarta akan menggelar Kongres ke-XXII yang dirangkaikan dengan Simposium Kepemimpinan pada 16–18 Januari di Asrama PKPM NUKU Yogyakarta. Kongres merupakan forum tertinggi organisasi yang bertujuan mengevaluasi kinerja kepengurusan, merumuskan arah kebijakan, serta menetapkan kepemimpinan dan program kerja periode selanjutnya. Kegiatan ini diharapkan berlangsung demokratis, tertib, […]

expand_less