Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Positive Thinking dan Kekuasaan: Cara Gubernur Membentuk Nasib Rakyat

Positive Thinking dan Kekuasaan: Cara Gubernur Membentuk Nasib Rakyat

  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 486
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Dalam tasawuf, ada paham yang kita kenal dengan ‘Wahdatul Wujud’-kesatuan wujud, kehendak seseorang itu bersatu dengan kehendak Tuhan, sehingga pada tingkat tertentu dalam pengalaman ruhani yang sangat tinggi, yakni paling ujung dari seluruh perjalanan sufi, manusia tidak lagi bisa membedakan mana dirinya dan mana Tuhan. Kekuatan yang berbeda itu disebut Quwwat al-tamyiz-kekuatan untuk membeda-bedakan. Konon, kekuatan yang membedakan itu adalah kekuatan akal. Pada ujung perjalanan itu, kekuatan akal tidak berfungsi lagi. Karena itu, tidak bisa lagi kita bedakan antara Khalik dan makhluk, antara Tuhan dengan aku. Pada tingkat itu, zikir kita berubah menjadi, Laa Ilaaha Illa ana, tiada Tuhan kecuali Aku. Kemudian, dalam perjalanan tasawuf, zikir menunjukkan maqam-maqam yang harus dilalui oleh kita. Zikir yang paling elementer adalah: Laa Ilaaha Ilallah atau Laa Ilaaha Illa huwa, Tidak ada Tuhan kecuali Dia. Kita menyebut Tuhan sebagai orang ketiga tunggal. Dalam bahasa Arab, hal ini disebut dhamir ghaib. Dalam zikir ini, Tuhan itu ghaib, jauh dari kita. Ketika sudah lebih dekat, zikir itu menjadi, Laa Ilaaha illa Anta, tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Model zikir para Nabi yang digambarkan dalam Al-Qur’an, Laa Ilaaha Illa Anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimin, Tuhan menjadi akrab. Dia hadir di hadapan kita, bukan lagi sebagai dhamir ghaib, tetapi sebagai dhamir mukhathab, orang yang kita ajak bicara.

Lalu, kalau kita sudah dekat sekali dengan Allah Swt Tuhan Yang Maha Kuasa, maka kita seperti yang digambarkan oleh Ibnu ‘Arabi. Kalau kita seperti cahaya lilin-lilin kecil dan sumber cahayanya adalah matahari, maka cahaya lilin-lilin kecil itu akan hilang, yang ada hanyalah cahaya matahari saja. Lenyaplah cahaya lilin itu, sehingga kita tidak bisa membedakan lagi mana cahaya lilin dan cahaya matahari, karena antara cahaya lilin dan matahari itu sudah menyatu dalam kesatuan cahaya. Oleh karena itu, salah satu bagian kecil dari tajalli Tuhan di muka bumi ini dengan mengadakan manusia sebagai khalifatun fi al-ardhi. Karena Tuhan menciptakan berbagai kejadian di alam semesta ini melalui pikiran kita, sehingga realitas yang di sekitar kita dibentuk oleh pikiran kita. Oleh karena itu, kita bertanggungjawab atas terbentuknya berbagai peristiwa di sekitar kita. Dengan kemampuan kita untuk menggabungkan diri kita dengan Allah Swt Tuhan Yang Maha Kuasa lewat pikiran-pikiran kita. Itulah yang dalam Hadis Qudsi disebutkan dengan ungkapan, Anaa ‘inda dhannii ‘abdibii, Aku sesuai dengan pikiran hamba-Ku tentang-Ku. Jadi, apa yang dilakukan Allah Swt Tuhan Yang Maha Kuasa kepada seorang hamba-Nya sesuai dengan pikiran hamba itu kepada-Nya. Kalau Hadis itu kita terjemahkan lewat perspektif buku ‘Beyond Psychology’ ini, maka Tuhan menciptakan berbagai peristiwa di alam semesta ini melalui pikiran-pikiran kita, dugaan-dugaan kita, atau apa yang tersirat dalam benak kita. Jangan sampai kita tidak sadar diri bahwa kita sedang memelihara pikiran-pikiran negatif kita sendiri.

Oleh karena itu, jangan biarkan orang-orang di sekitar Gubernur untuk mempengaruhi Gubernur dengan pikiran-pikiran negatifnya. Karena, jika terpengaruhi, maka Gubernur akan menciptakan peristiwa-peristiwa yang negatif pula dalam kebijakannya. Jika Gubernur terpengaruh oleh pikiran-pikiran negatif orang lain, Gubernur sendiri yang akan menuai-panen yang sama sekali tidak menguntungkan. Jika ada orang yang berpandangan negatif, janganlah diterima oleh Gubernur. Biarkan dia membangun realitas negatif yang ia kehendaki dan jangan pakai orang itu. Gubernur tidak perlu ikut-ikutan membuat realitas yang negatif. Sebaiknya bayangkan pikiran-pikiran yang positif. Sebab, itu akan menjadi kenyataan-it will happen. Dengan berpikir positif, Gubernur pasti menciptakan peristiwa besar yang positif untuk rakyatnya. Semoga Tuhan melindungi Gubernur dari pikiran-pikiran negatif. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Fahrul Abd Muid

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penasehat sekaligus Pendiri Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur (HIMAIT) Universitas Alma Ata Yogyakarta, Bang Muzsta

    Penasehat Himpunan Mahasiswa Timur Alma Ata Yogyakarta Sesalkan Insiden di Tual, Desak Evaluasi Mendalam Internal Polri

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 264
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (BALENGKO), 21 Februari 2026 – Penasehat sekaligus Pendiri Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur (HIMAIT) Universitas Alma Ata Yogyakarta, Bang Musta, menyatakan keprihatinan mendalam atas wafatnya Arianto Tawakal (14), pelajar MTs di Kota Tual, Maluku, yang diduga melibatkan oknum anggota Polri berinisial Bripda MS. Pernyataan ini muncul menyusul penetapan Bripda MS sebagai tersangka oleh Polres Tual […]

  • Ketua LBH Ansor Kota Ternate, Zulfikran Bailussy, memberikan klarifikasi isu rangkap jabatan ASN Kemenag Maluku Utara.

    Klarifikasi Isu Rangkap Jabatan ASN Kemenag Maluku Utara, LBH Ansor: Klien Kami Punya Bukti Sah

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 795
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate mengeluarkan klarifikasi hukum terkait isu rangkap jabatan ASN Kemenag Maluku Utara. Menurut LBH Ansor, pemberitaan yang beredar keliru dan dapat menyesatkan publik. Penjelasan LBH Ansor Ketua LBH Ansor Kota Ternate, Zulfikran Bailussy, SH, menjelaskan bahwa kliennya, Yusri N. Samsudin, memang pernah mengemban tugas sebagai […]

  • Mahasiswa KKSD UMMU Kelompok 5 Desa Woda resmi memulai masa pengabdian masyarakat. Rencana program kerja disepakati lewat rapat koordinasi bersama pemdes.

    KKSD UMMU Kelompok 5 Desa Woda Siap Jalankan Pengabdian

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 280
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TIDORE – Komitmen pengabdian dan pengejawantahan catur dharma perguruan tinggi mulai digulirkan oleh rumpun mahasiswa Muhammadiyah di daratan Oba. Mahasiswa Kuliah Kerja Sosial dan Dakwah (KKSD UMMU Kelompok 5 Desa Woda) secara resmi memulai rangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Woda, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Selasa (19/05/2026). Langkah awal pengabdian ini ditandai […]

  • Lokasi proyek swering talud Desa Ploly Halmahera Selatan

    Tunggak Upah Warga Rp52 Juta, Proyek Swering Talud Desa Ploly Terancam Diseret ke Jalur Hukum

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 248
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, HALMAHERA SELATAN – Proyek pembangunan infrastruktur penahan ombak atau swering talud di Desa Ploly, Kabupaten Halmahera Selatan, menuai polemik serius. Proyek publik bernilai Rp600 juta dari APBD Provinsi Maluku Utara Tahun Anggaran 2023 tersebut diduga menunggak hak-hak dasar pekerja lokal dan pemilik material bangunan. Berdasarkan data sistem pengadaan, proyek ini tercatat dengan kode […]

  • Source : Istimewa

    LBH Ansor Maluku Utara Desak Polda Hentikan Kriminalisasi 14 Warga Sagea–Kiya

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 289
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO)— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara secara resmi menyatakan sikap solidaritas terhadap LBH Marimoi dalam mengawal pendampingan hukum bagi 14 warga Desa Sagea dan Kiya, Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah. Warga tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan di kepolisian atas tuduhan merintangi aktivitas pertambangan. Ketua LBH Ansor Maluku Utara menegaskan bahwa pemanggilan […]

  • Ketua Umum PBNU KH Yahya Kholil Staquf saat bertemu dengan kader IPNU se-Indonesia di Jakarta (30/1). (Source : Istimewa)

    Gus Yahya ke Kader IPNU: Langkah Besar NU di Abad Kedua adalah Untuk Masa Depan Kalian

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 185
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa transformasi besar yang dilakukan NU di abad kedua merupakan investasi bagi generasi muda, khususnya pelajar dan santri. Hal tersebut disampaikan Gus Yahya dalam pertemuan silaturahmi bersama Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Indonesia di Jakarta, […]

expand_less