Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Positive Thinking dan Kekuasaan: Cara Gubernur Membentuk Nasib Rakyat

Positive Thinking dan Kekuasaan: Cara Gubernur Membentuk Nasib Rakyat

  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 346
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Dalam tasawuf, ada paham yang kita kenal dengan ‘Wahdatul Wujud’-kesatuan wujud, kehendak seseorang itu bersatu dengan kehendak Tuhan, sehingga pada tingkat tertentu dalam pengalaman ruhani yang sangat tinggi, yakni paling ujung dari seluruh perjalanan sufi, manusia tidak lagi bisa membedakan mana dirinya dan mana Tuhan. Kekuatan yang berbeda itu disebut Quwwat al-tamyiz-kekuatan untuk membeda-bedakan. Konon, kekuatan yang membedakan itu adalah kekuatan akal. Pada ujung perjalanan itu, kekuatan akal tidak berfungsi lagi. Karena itu, tidak bisa lagi kita bedakan antara Khalik dan makhluk, antara Tuhan dengan aku. Pada tingkat itu, zikir kita berubah menjadi, Laa Ilaaha Illa ana, tiada Tuhan kecuali Aku. Kemudian, dalam perjalanan tasawuf, zikir menunjukkan maqam-maqam yang harus dilalui oleh kita. Zikir yang paling elementer adalah: Laa Ilaaha Ilallah atau Laa Ilaaha Illa huwa, Tidak ada Tuhan kecuali Dia. Kita menyebut Tuhan sebagai orang ketiga tunggal. Dalam bahasa Arab, hal ini disebut dhamir ghaib. Dalam zikir ini, Tuhan itu ghaib, jauh dari kita. Ketika sudah lebih dekat, zikir itu menjadi, Laa Ilaaha illa Anta, tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Model zikir para Nabi yang digambarkan dalam Al-Qur’an, Laa Ilaaha Illa Anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimin, Tuhan menjadi akrab. Dia hadir di hadapan kita, bukan lagi sebagai dhamir ghaib, tetapi sebagai dhamir mukhathab, orang yang kita ajak bicara.

Lalu, kalau kita sudah dekat sekali dengan Allah Swt Tuhan Yang Maha Kuasa, maka kita seperti yang digambarkan oleh Ibnu ‘Arabi. Kalau kita seperti cahaya lilin-lilin kecil dan sumber cahayanya adalah matahari, maka cahaya lilin-lilin kecil itu akan hilang, yang ada hanyalah cahaya matahari saja. Lenyaplah cahaya lilin itu, sehingga kita tidak bisa membedakan lagi mana cahaya lilin dan cahaya matahari, karena antara cahaya lilin dan matahari itu sudah menyatu dalam kesatuan cahaya. Oleh karena itu, salah satu bagian kecil dari tajalli Tuhan di muka bumi ini dengan mengadakan manusia sebagai khalifatun fi al-ardhi. Karena Tuhan menciptakan berbagai kejadian di alam semesta ini melalui pikiran kita, sehingga realitas yang di sekitar kita dibentuk oleh pikiran kita. Oleh karena itu, kita bertanggungjawab atas terbentuknya berbagai peristiwa di sekitar kita. Dengan kemampuan kita untuk menggabungkan diri kita dengan Allah Swt Tuhan Yang Maha Kuasa lewat pikiran-pikiran kita. Itulah yang dalam Hadis Qudsi disebutkan dengan ungkapan, Anaa ‘inda dhannii ‘abdibii, Aku sesuai dengan pikiran hamba-Ku tentang-Ku. Jadi, apa yang dilakukan Allah Swt Tuhan Yang Maha Kuasa kepada seorang hamba-Nya sesuai dengan pikiran hamba itu kepada-Nya. Kalau Hadis itu kita terjemahkan lewat perspektif buku ‘Beyond Psychology’ ini, maka Tuhan menciptakan berbagai peristiwa di alam semesta ini melalui pikiran-pikiran kita, dugaan-dugaan kita, atau apa yang tersirat dalam benak kita. Jangan sampai kita tidak sadar diri bahwa kita sedang memelihara pikiran-pikiran negatif kita sendiri.

Oleh karena itu, jangan biarkan orang-orang di sekitar Gubernur untuk mempengaruhi Gubernur dengan pikiran-pikiran negatifnya. Karena, jika terpengaruhi, maka Gubernur akan menciptakan peristiwa-peristiwa yang negatif pula dalam kebijakannya. Jika Gubernur terpengaruh oleh pikiran-pikiran negatif orang lain, Gubernur sendiri yang akan menuai-panen yang sama sekali tidak menguntungkan. Jika ada orang yang berpandangan negatif, janganlah diterima oleh Gubernur. Biarkan dia membangun realitas negatif yang ia kehendaki dan jangan pakai orang itu. Gubernur tidak perlu ikut-ikutan membuat realitas yang negatif. Sebaiknya bayangkan pikiran-pikiran yang positif. Sebab, itu akan menjadi kenyataan-it will happen. Dengan berpikir positif, Gubernur pasti menciptakan peristiwa besar yang positif untuk rakyatnya. Semoga Tuhan melindungi Gubernur dari pikiran-pikiran negatif. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Fahrul Abd Muid

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Guru Nasional: Pujian dan Derita yang Tak Pernah Selesai Diucapkan

    Hari Guru Nasional: Pujian dan Derita yang Tak Pernah Selesai Diucapkan

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Hari Guru Nasional selalu datang dengan suasana penuh penghormatan. Media sosial ramai, sekolah menggelar upacara, siswa membacakan puisi, dan berbagai instansi berlomba-lomba mengucapkan terima kasih kepada “pahlawan tanpa tanda jasa”.

  • Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 830
    • 0Komentar

    Maluku Utara negeri di pingran bibir pasifik diberkahi laut dan tanah yang subur, namun ironis terbesar hari ini di depan mata bukanlah kemiskinan, kelaparan, melainkan penghiyanatan terhadap sumber daya penghidupan kita. Atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi, kebijakan publik telah mengadaikan hak-hak nelayan dan petani kepada korporasi tambang yang rakus dan acuh terhadap keadilan ekologi.  […]

  • Anak-anak panti mengikuti lomba menghias tumpeng HUT RI ke-80 di Ternate

    Lomba Menghias Tumpeng Meriahkan HUT RI ke-80 di Panti Sosial Ternate

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 468
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Ternate, Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara bersama Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Budi Sentosa dan Rumah Sejahtera Ternate menggelar Lomba Menghias Tumpeng dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Kegiatan ini berlangsung di halaman panti pada Rabu (13/8/2025) sebagai bagian dari Pekan Kreasi dan Seni Anak Gembira (PAKESANG) 2025. Ketua TP PKK […]

  • Kondisi jalan penghubung Ibu–Loloda Ibu, Halmahera Barat, Maluku Utara, mengalami kerusakan parah akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari, Senin (5/1/2026), sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas warga. (Sumber foto: Istimewa)

    Hujan Deras Dua Hari Putus Akses Jalan Ibu–Loloda Ibu, Pemudik Terpaksa Transit

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai langkah penanganan darurat atau rencana perbaikan jalan. Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan cepat agar akses vital tersebut dapat kembali digunakan. Jalan Ibu–Loloda Ibu merupakan jalur utama penghubung antarwilayah yang memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat […]

  • source : Istimewa

    POST POWER SYNDROME ‘RACUN GALAFEA’

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Jabatan-kekuasaan dapat menjadi ‘racun galafea’ yang mematikan bagi manusia yang tidak siap untuk ikhlas melepaskan jabatan itu. Post power syndrome-pps adalah fenomena psikologis yang pasti terjadi pada seseorang yang telah kehilangan jabatan-kekuasaan-posisi penting dalam lembaga pemerintahan, dan ketika orang itu tidak lagi menjabat maka akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerjanya-karena telah menjadi bawahan. […]

  • Crazy Zal saat perilisan EP Youngster yang mengangkat tema generasi muda era 2000-an Play Button

    Crazy Zal Hadirkan Hip-Hop 2000-an di EP Youngster

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Inspirasi dan Harapan dari Generasi 2000-an Melalui “Youngster,” Crazy Zal berharap pendengar dapat menemukan semangat dan dorongan untuk terus berjuang meraih impian. Karya ini menjadi bentuk apresiasi dan pernyataan terhadap identitas generasi muda yang penuh potensi dan tak mudah menyerah. “Ini bukan hanya soal musik, tapi tentang bagaimana kita memaknai hidup, menerima jatuh bangun, dan […]

expand_less