Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Proyeksi IAIN Ternate Menuju UIN Sultan Baabullah: Transformasi Akademik dan Tantangan Masa Depan

Proyeksi IAIN Ternate Menuju UIN Sultan Baabullah: Transformasi Akademik dan Tantangan Masa Depan

  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 1.634
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

Maka, yang menjadi tantangan terbesar bagi kampus IAIN Ternate hari ini, adalah eksistensi perusahan pertambangan yang sangat menyedot lulusan SMKN/SMAN/MAN dan sekolah swasta untuk mereka lebih memilih langsung bekerja di perusahan al-maqshud daripada, mereka harus memilih untuk kuliah di Perguruan Tinggi Institut Agama Islam Negeri Ternate yang ada di di Kota Ternate. Bilamana, fenomena ini tidak dipikirkan langkah strategis agar dilakukan inovasi baru oleh kampus ini, untuk kemudian lebih menampilkan sesuatu yang lebih-leibih dapat menarik minat lulusan tersebut untuk, mereka lebih optimis dan bergairah dalam thalabul ‘ilmi dengan melanjutkan perkuliahan ke jenjang Perguruan Tinggi dan, satu-satunya PTKIN di Maluku Utara adalah IAIN Ternate, yang menurut data terakhir perihal, proses rekrutmen mahasiswa baru sangat menurun drastis peminatnya. Berdasarkan data terakhir ketika, pada tahun akademik sebelumnya yaitu, tahun akademik 2024 bahwa, penerimaan mahasiswa baru hanya berkisar pada angka 718 (tujuh ratus delapan belas) jumlah mahasiswa baru yang mendaftar di kampus IAIN Ternate untuk S-1 dan S-2. Sedangkan untuk penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2025 sangat menurun drastis yang sementara datanya hanya berkisar pada angka 600-enam ratusan yang daftar setiap tahunnya. Tidak pernah pada tahapan penerimaan mahasiswa baru untuk mencapai seribuan di IAIN Ternate. Maka, sampai hari ini jumlah mahasiswa IAIN Ternate tercatat secara keseluruhan pada kisaran 3000 (tiga ribuan) yang tersebar pada beberapa Fakultas yang ada di kampus IAIN Ternate. Jika, situasi dan keadaan ini tidak ditangani secara serius oleh kepemimpinan kampus IAIN Ternate hari ini maka, dampak negatifnya sangat siginifikan pengaruhnya bagi pengembangan dan kemajuan kampus ini kedepannya.

Maka, menjadi tantangan besar bagi kepemimpinan kampus IAIN Ternate yang akan datang pada aspek penigkatan jumlah mahasiswa. Kemudian agar secara maksimal harus mendayagunakan seluruh potensi dalam civitas akademika niscaya dilakukan dan al-qiyam al-fadhilah-nilai-nilai yang baik menjadi thariqah-pedoman bagi kampus ini agar melahirkan sikap dan komitmen dari civitas akademika dapat bersikap pro-aktif yang akan meningkatkan daya tawar kampus ini untuk mendatangkan budgeting yang mencukupi untuk membiayai gerakan riset dan penelitian yang akan dilakukan oleh para dosennya agar mewujudkan paradigma trendsetter knowledge yang teguh dan kokoh, sehingga dapat diandalkan demi kebaikan mustaqbalun musyriqun-masa depan cerah bagi IAIN Ternate yang dapat bertransformasi menjadi UIN Sultan Baabullah Ternate, bisakah? Semoga bermanfaat tulisan ini. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Fahrul Abd. Muid
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (1)

  • Todd

    Sangat setuju dengan pandangan Pak Fahrul mengenai pentingnya nalar kritis dalam transformasi IAIN Ternate menuju UIN Sultan Baabullah, terutama agar kampus tidak hanya menjadi “cagar budaya” tapi pusat peradaban yang modern. Terkait visi universitas yang berbasis teknologi dan kebutuhan holistik, apakah dalam perencanaan transformasi ini juga mencakup standar kesehatan lingkungan kampus yang lebih baik? Saya sedang meriset standar pengobatan darurat untuk civitas akademika di daerah kepulauan, dan menemukan referensi ini https://e-residence.com/nifonline/ mengenai ketersediaan obat-obatan esensial. Menurut Bapak, sejauh mana kesiapan infrastruktur medis kampus dalam mendukung produktivitas mahasiswa agar tetap unggul dan sehat di masa depan?

    Balas1 Maret 2026 7:49 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKB Pulau Taliabu Apresiasi Terpilihnya Muhajrin Bailusy sebagai Ketua PW IKA PMII Maluku Utara, Sosok Visioner dan Perekat Alumni

    PKB Pulau Taliabu Apresiasi Terpilihnya Muhajrin Bailusy sebagai Ketua PW IKA PMII Maluku Utara, Sosok Visioner dan Perekat Alumni

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Mursid
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Sukardinan menilai, kehadiran Muhajrin Bailusy di pucuk kepemimpinan IKA PMII Maluku Utara akan membawa angin segar dalam memperkuat konsolidasi, memperluas kolaborasi, dan membangun solidaritas antaralumni lintas daerah. “Kami percaya, di bawah kepemimpinan beliau, IKA PMII akan semakin solid, progresif, dan berkontribusi nyata terhadap kemajuan Maluku Utara. Semangat pergerakan dan nilai-nilai humanis yang diwariskan PMII akan […]

  • Mahasiswa Biologi Sains UNUTARA melakukan penelitian ekosistem laut Maluku Utara

    Program Studi Biologi Sains UNUTARA: Momentum Emas Pengembangan Riset dan Konservasi Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Rosita Tuhuteru (Ketua Himpunan Mahasiswa Sains Biologi)
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    Tentu, tantangan tidak kecil. Jurusan baru membutuhkan fasilitas laboratorium memadai, dosen dengan kompetensi riset terkini, serta jejaring kerja sama dengan pemerintah, lembaga penelitian, dan komunitas lokal. Tanpa itu semua, program ini berisiko hanya menjadi “nama” tanpa dampak signifikan. Selain itu, perlu kesadaran bahwa Biologi Sains bukan hanya untuk menjadi guru biologi, tetapi juga bisa membuka […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Gelar Sarjana Saja Tidak Cukup: Mengapa Kamu Harus “Ribet” Berorganisasi?

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Organisasi hadir sebagai ruang di mana dua orang atau lebih bertemu dengan tujuan yang sama. Di sana, mahasiswa dipaksa untuk: Melawan Ketakutan, Membangun Value Memang ada ketakutan klasik yang menghantui: takut IPK turun atau lulus terlambat karena sibuk berorganisasi. Namun, ketakutan ini seringkali muncul karena ketidaktahuan. Faktanya, organisasi mengajarkan kita tentang pengabdian-memberikan yang terbaik tanpa […]

  • Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 830
    • 0Komentar

    Maluku Utara negeri di pingran bibir pasifik diberkahi laut dan tanah yang subur, namun ironis terbesar hari ini di depan mata bukanlah kemiskinan, kelaparan, melainkan penghiyanatan terhadap sumber daya penghidupan kita. Atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi, kebijakan publik telah mengadaikan hak-hak nelayan dan petani kepada korporasi tambang yang rakus dan acuh terhadap keadilan ekologi.  […]

  • Bonbu: Dari Tenda Kecil ke Pusat Kuliner Korea yang Digemari

    Bonbu: Dari Tenda Kecil ke Pusat Kuliner Korea yang Digemari

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 930
    • 0Komentar

    Tetap Relevan dan Inovatif Dalam menghadapi persaingan di dunia kuliner Korea yang semakin ketat, Bonbu terus berinovasi. Sally menjelaskan, “Kami mencoba untuk tetap relevan dengan terus memperbarui menu sesuai tren, tetapi tetap sesuai dengan branding kami.” Selain itu, Bonbu tidak hanya mengandalkan makanan, tetapi juga membangun pengalaman makan yang menyenangkan melalui estetika penyajian dan suasana […]

  • Source : Istimewa

    Peringati IWD 2026, FPUD Malut Demo di Kantor Wali Kota Ternate: Soroti Penindasan Perempuan dan Isu Lingkungan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 176
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Front Perjuangan untuk Demokrasi Maluku Utara (FPUD-Malut) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Ternate pada Minggu (8/3/2026). Aksi yang bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional (IWD) ini menyoroti ketimpangan struktur sosial, kebijakan ekonomi-politik, hingga tuntutan perlindungan hukum bagi pekerja perempuan. Koordinator Lapangan FPUD-Malut, Amex, dalam orasinya menegaskan bahwa IWD bukan sekadar […]

expand_less