Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Proyeksi IAIN Ternate Menuju UIN Sultan Baabullah: Transformasi Akademik dan Tantangan Masa Depan

Proyeksi IAIN Ternate Menuju UIN Sultan Baabullah: Transformasi Akademik dan Tantangan Masa Depan

  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 1.234
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

Bahkan resistensi pemikiran yang muncul adalah IAIN Ternate hanya bersifat konservatif dan hanya memilihara “cagar budaya” ajaran-ajaran Islam yang mudah menyerah-fatalisme, budaya sayyi’ah-buruk dan mudah saling curiga, lebih-lebih budaya mementingkan kepentingan individual, kelompok, dan koleganya daripada kepentingan pengembangan dunia kampus secara berjama’ah atau kolaboratif, protektif dan konservatif yang berakibat pada fase kemunduran kampus ini. Katakanlah, semacam adanya dis-orientasi pada IAIN Ternate yang dapat dirujuk pada adanya perubahan atau pergeseran orientasi kampus ini dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan. Padahal ada yang lebih penting untuk dikerjakan oleh Kampus ini adalah menciptakan output yang memiliki daya saing tinggi dihadapan bangsanya sendiri dan dunia eksternal. Agar kampus ini tidak terjebak pada dis-orientasi, maka diperlukan sikap konsistensi kepemimpinannya yang kuat di masa mendatang, dengan menjaga kualitas pendidikan dan penelitian agar tidak masuk pada kubangan dis-orientasi kepemimpinannya. Kemudian diperlukan untuk mengembangkan inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Dan, perlunya menjaga relevansi dengan kebutuhan masyarakat Islam Kepulauan dan mengikuti perkembangan zaman.

 Menurut bacaan penulis, ada yang salah dan keliru dalam struktur dan karakter kepemimpinan IAIN Ternate semacam itu yang masih belum terjadi reformasi-perubahan budaya akademik yang signifikan dimaksud, justru sebaliknya karakter dan struktur tersebut harus dijadikan sebagai sebuah challenge-tantangan bagi IAIN Ternate untuk memberikan jawaban yang argumentatif dan realistis atas sinyalemen dan statement yang negatif. Hal ini adalah sebuah tantangan yang harus dijawab secara cepat secepat kilat dan tajam-setajam silet oleh kampus IAIN Ternate dan seluruh civitas akademika yang ada didalamnya dengan mengembangkan mindset-pola pikir yang strategis dengan menggunakan strategi-strategi baru yang lebih metodologis, canggih dan sustainability-keberlanjutan bagi pengembangan budaya akademik lokalistik yang dianggap masih unggul oleh kepemimpinan IAIN Ternate yang akan datang. Rekonstruksi pada IAIN Ternate harus dipahami secara komprehensif dan utuh, tidak hanya diartikulasikan sebagai sebuah kebutuhan tanpa dasar dan penyebab, tetapi juga harus mampu menciptakan sebuah ilustrasi nyata terhadap masa depan civitas akademika dengan value-nilai spritualitas, sains, dan teknologi dalam satu tarikan-nafas. Hal ini untuk membuktikan bahwa IAIN Ternate hari ini tidak dan bukan hadir atas dasar merespon kebutuhan yang reaktif sesaat, akan tetapi kehadirannya atas dasar kebutuhan yang inspiratif dan atas dasar pilihan yang cerdas untuk memberikan solusi terbaik bagi pengembangan kekayaan intelektual bagi para dosennya.

  • Penulis: Fahrul Abd. Muid
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (1)

  • Todd

    Sangat setuju dengan pandangan Pak Fahrul mengenai pentingnya nalar kritis dalam transformasi IAIN Ternate menuju UIN Sultan Baabullah, terutama agar kampus tidak hanya menjadi “cagar budaya” tapi pusat peradaban yang modern. Terkait visi universitas yang berbasis teknologi dan kebutuhan holistik, apakah dalam perencanaan transformasi ini juga mencakup standar kesehatan lingkungan kampus yang lebih baik? Saya sedang meriset standar pengobatan darurat untuk civitas akademika di daerah kepulauan, dan menemukan referensi ini https://e-residence.com/nifonline/ mengenai ketersediaan obat-obatan esensial. Menurut Bapak, sejauh mana kesiapan infrastruktur medis kampus dalam mendukung produktivitas mahasiswa agar tetap unggul dan sehat di masa depan?

    Balas1 Maret 2026 7:49 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Telaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yang masuk dalam wilayah rencana proyek geothermal WKP Telaga Ranu. (Dok. Ardian)

    SEMAINDO Tolak Proyek Geothermal Telaga Rano, Desak Pemerintah Cabut Penetapan WKP

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO), 23 Januari 2026 — Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) menyatakan penolakan keras terhadap proyek geothermal Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. SEMAINDO menilai penetapan proyek oleh Kementerian ESDM RI berpotensi mengancam sekitar 16.650 hektare kawasan hutan, daerah tangkapan air, serta ruang hidup masyarakat […]

  • Sahrir Jamsin desak pencopotan Kadis Parpora Halbar Fenny Kiat dan audit anggaran pariwisata.

    Pariwisata Halbar Terpuruk, Sahrir Jamsin Desak Audit dan Copot Kadis Parpora

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 333
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Jailolo – 16 September 2025 – Pariwisata Halmahera Barat terpuruk meski anggaran miliaran rupiah digelontorkan setiap tahun. Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang menelan anggaran miliaran rupiah pada 2023 hanya berakhir seremoni tanpa dampak ekonomi. Kontribusi PAD pariwisata pada 2024 bahkan tidak sampai Rp. 1 miliar. Mahasiswa ekonomi asal Halbar, Sahrir Jamsin, menilai Kepala […]

  • Pemadaman Listrik Morotai Ramadhan Rapat DPRD dan PLN

    Ramadhan di Morotai “Gelap-gelapan”, DPRD Pertanyakan Jadwal Pemeliharaan PLN yang Terkesan Kebetulan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Penjelasan PLN: Kapasitas Mesin Belum Maksimal Menanggapi rentetan pertanyaan tersebut, Kepala PLN Daruba, Cahyo Tri Hatoyo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Morotai. Ia menjelaskan bahwa pemadaman terbagi menjadi dua kategori: terencana (pemeliharaan) dan tidak terencana (gangguan alam). Cahyo mengungkapkan kendala teknis utama terletak pada kapasitas mesin di PLN Daruba yang saat ini hanya sebesar 4.900 […]

  • Source : Istimewa

    HMTPWK UNUTARA Gelar Workshop Geospasial: Pelatihan Pemetaan Dan Pengelolaan Data Drone

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (HMTPWK) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) sukses menyelenggarakan Workshop Geospasial Seri 1 dengan tema “Pelatihan Pemetaan dan Pengelolaan Data Drone”, bertempat aula Kampus UNUTARA. Jumat (13/02/2026). Adapun narasumber yang dihadirkan yakni Andi Arkam, S.T, yang juga merupakan Alumni Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas […]

  • Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara Adakan Kegiatan Bagi-bagi Takjil di Kota Sofifi

    Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara Adakan Kegiatan Bagi-bagi Takjil di Kota Sofifi

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Sumber : Istimewa Sofifi, (9/3/25) – Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara sukses menggelar kegiatan bagi-bagi takjil di sekitaran Kota Sofifi, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat selama bulan Ramadan. Hj. Rusni Sarbin, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku […]

  • Pembangunan Masjid Pas Ipa Terhenti, LBH Ansor Ternate Desak Audit dan Apresiasi Suara Masyarakat

    Pembangunan Masjid Pas Ipa Terhenti, LBH Ansor Ternate Desak Audit dan Apresiasi Suara Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 946
    • 0Komentar

    “Kami menuntut adanya transparansi dan pertanggungjawaban dari pihak terkait. Pemerintah harus memastikan bahwa tidak ada penyimpangan dalam pembangunan fasilitas keagamaan seperti ini,” ujar Mursid, Sabtu (19/7). Menanggapi hal itu, Ketua LBH Ansor Ternate, Zulfikran A. Bailussy, SH, menyatakan dukungannya terhadap upaya masyarakat yang mengawal proyek-proyek publik secara kritis. “LBH Ansor mengapresiasi langkah Saudara Mursid Puko […]

expand_less