Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Forum BEM DIY Serukan Maklumat Pemuda Jogja: Bangun Persatuan, Rebut Kedaulatan Rakyat

Forum BEM DIY Serukan Maklumat Pemuda Jogja: Bangun Persatuan, Rebut Kedaulatan Rakyat

  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 400
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Yogyakarta (BALENGKO) — Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM DIY) menyampaikan maklumat bertajuk “Maklumat Pemuda Jogja: Bangun Persatuan, Rebut Kedaulatan Rakyat.” Seruan tersebut menegaskan pentingnya peran pemuda dan mahasiswa dalam menjaga semangat persatuan serta menegakkan kedaulatan rakyat di tengah kondisi politik dan sosial yang dinilai kian menjauh dari nilai-nilai demokrasi.

Maklumat ini menyoroti kondisi pemerintahan saat ini yang dianggap sarat kepentingan oligarki dan pragmatisme kekuasaan. Forum BEM DIY menilai bahwa idealisme bangsa telah dikaburkan oleh politik transaksional, kooptasi militer dalam ruang sipil, serta kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil.

“Demokrasi yang dulu diperjuangkan dengan darah kini diganti dengan politik pencitraan. Rakyat dibiarkan lapar, pendidikan dijadikan barang dagangan, dan hukum menjadi alat kekuasaan,” demikian bunyi pernyataan dalam maklumat tersebut.

Forum BEM DIY menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa Jogja tidak akan diam menghadapi situasi tersebut. Mereka menyerukan gerakan kolektif untuk membangun kembali kesadaran, keberanian, dan intelektualitas dalam memperjuangkan keadilan sosial. Jogja disebut sebagai rahim pergerakan intelektual yang sejak lama menjadi barometer gerakan nasional, tempat lahirnya semangat revolusi dan reformasi.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton sejarah, tetapi harus menulis ulang arah bangsa dengan tinta perlawanan. Kedaulatan rakyat hanya bisa ditegakkan ketika mahasiswa dan pemuda kembali menjadi subjek sejarah,” tulis Forum BEM DIY dalam maklumatnya.

Dalam pernyataan tersebut, Forum BEM DIY juga menyampaikan beberapa tuntutan konkret kepada pemerintah, antara lain:

  1. Reorientasi kebijakan pendidikan dan kesehatan agar berpihak pada rakyat.
  2. Menghentikan politisasi TNI dan mengembalikan fungsi militer sesuai amanat reformasi.
  3. Reformasi total terhadap Polri untuk memastikan profesionalisme dan penghormatan HAM.
  4. Reformasi partai politik agar mengembalikan kedaulatan rakyat.
  5. Membuka ruang partisipasi publik dalam proses legislasi.
  6. Evaluasi total atau penghentian program Makan Bergizi Gratis.
  7. Pengesahan UU Perampasan Aset dan UU Hukum Adat.
  8. Penghentian proyek-proyek eksploitatif seperti Food Estate, Danantara, dan PSN.
  9. Pembebasan aktivis Jogja dan seluruh tahanan politik di Indonesia.
  10. Penegakan prinsip supremasi sipil dan negara hukum.
  11. Mendesak DPRD dan Pemda DIY segera mengesahkan Perda Pendidikan Gratis.
  12. Penuntasan persoalan sampah di DIY dengan pendekatan yang berkeadilan dan berperikemanusiaan.

Forum BEM DIY menutup maklumatnya dengan penegasan bahwa diamnya intelektual adalah tanda matinya nurani bangsa. Mereka berkomitmen menjaga api perjuangan Sumpah Pemuda agar tetap menyala di tengah situasi bangsa yang penuh tantangan.

“Dari Jogja, sejarah selalu dimulai. Dari tangan pemuda, masa depan selalu dilahirkan,” ujar Koordinator Umum Forum BEM DIY, Faturahman A. Djaguna.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara. Source : Istimewa

    Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Ekonomi seringkali dipersepsikan sebagai ilmu yang rumit, penuh angka, grafik, dan istilah teknis yang hanya layak dipelajari di bangku sekolah menengah atau perguruan tinggi. Padahal, tanpa disadari, aktivitas ekonomi justru paling awal dan paling sering dijalani manusia sejak usia kanak-kanak. Saat seorang anak memilih jajanan di sekolah, menabung menggunakan celengan, atau meminta orang tuanya membelikan, […]

  • Source : Istimewa

    PAN Morotai Desak DPRD Panggil Perindagkop dan Agen BBM, Soroti Dugaan Permainan Harga Minyak Tanah

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 219
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI (BALENGKO) – Gelombang keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga Minyak Tanah (BBM Bersubsidi) di Kabupaten Pulau Morotai menuai reaksi keras dari Ketua Formatur DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Pulau Morotai, Moh. Akbar Mangoda. Ia menilai adanya kelemahan pengawasan serta sikap “takut” dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) dalam menindak pengecer nakal. […]

  • Oleh: Zulfikran Bailussy Ketua LBH Ansor Maluku Utara

    Pemuda Pesakitan, Penikmat Sejarah Peradaban.

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Zulfikran Bailussy Ketua LBH Ansor Maluku Utara
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Kita hidup di zaman yang gemerlap tapi sunyi,masa ketika para pemuda lebih sibuk memotret reruntuhan sejarah ketimbang membangunnya kembali. Mereka menjadi penikmat kisah-kisah perjuangan, bukan pelanjut perjuangan itu sendiri. Kita bangga dengan masa lalu, tapi lupa bertanggung jawab atas masa depan. Pemuda hari ini, dalam banyak hal telah menjadi pesakitan sejarah.Tersandera oleh kemapanan, dipenjara oleh […]

  • Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Bayangkan sebuah kota yang setiap senjanya dipenuhi gema adzan, tetapi di saat yang sama langitnya diterangi bukan oleh cahaya magrib, melainkan kilatan ledakan. Analogi ini bukan sekadar retorika puitis, melainkan realitas yang masih terjadi di sejumlah wilayah dunia Islam. 

  • Terkait Dugaan Suap PT Intimkara, Polres Morotai: Silakan Lapor Jika Nama Media/DLH Disalahgunakan

    Terkait Dugaan Suap PT Intimkara, Polres Morotai: Silakan Lapor Jika Nama Media/DLH Disalahgunakan

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 144
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai membuka ruang bagi komunitas media dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melaporkan dugaan transaksi suap-menyuap yang mengatasnamakan institusi mereka. Langkah ini diambil seiring dengan pendalaman penyelidikan terhadap aktivitas perizinan PT Intimkara. Konfirmasi hal tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Pulau Morotai melalui Kasi Humas, Muh. Yusuf, saat dihubungi […]

  • Source : Istimewa

    Nara JW Firm, Erawijaya Consultant, dan PB PII Gelar Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Balengko Space, Tangerang Selatan – Nara JW Firm and Tax Consulting bekerja sama dengan Erawijaya Consultant serta Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) menggelar kegiatan santunan anak yatim di Jakarta, Senin (16/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus berbagi keberkahan di bulan Ramadhan. Direktur Nara JW Firm and Tax Consulting, […]

expand_less