Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

Namun, Pentagon (markas besar Departemen Pertahanan AS) dilaporkan menahan diri. Militer AS sadar bahwa perang besar dengan Iran tidak akan semudah invasi ke Irak atau Afghanistan. Iran memiliki kemampuan asymmetrical warfare (perang asimetris) yang dahsyat, mulai dari rudal balistik yang jumlahnya mendekati 2.000 buah hingga jaringan proksi di Lebanon, Suriah, dan Yaman. Lebih dari itu, opini publik AS sangat kritis. Hanya 20-30 persen warga AS yang mendukung serangan terhadap Iran . Dalam situasi ini, Trump bermain dua kaki, di satu sisi ingin memuaskan lobi pro Israel dan industri senjata, di sisi lain tidak ingin menanggung biaya politik perang besar.

Sejarah & Perangkap Persia

Ada ironi sejarah yang nyaris puitis dalam serangan kali ini. Israel melancarkan operasinya menjelang hari raya Purim (Hari raya kaum Yahudi), yang merayakan selamatnya orang Yahudi dari pembantaian di Persia kuno yang kini menjadi wilayah Iran . Seolah sejarah berbisik sinis bahwa kali ini justru keturunan Persia yang menjadi sasaran “pembalasan” modern.

Namun jangan salah, Iran bukanlah aktor pasif. Teheran paham betul bahwa mereka sedang diuji. Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai bahwa ancaman Trump lebih merupakan “tekanan politik ketimbang sinyal aksi langsung” . Iran selama ini unggul dalam perang asimetris dan perang proksi. Mereka tidak perlu menang dalam pertempuran konvensional, mereka cukup membuat AS dan Israel kelelahan seperti yang dialami Uni Soviet di Afghanistan.

Ketika Menteri Luar Negeri Oman (Badr bin Hamad) sibuk meyakinkan media AS bahwa tidak ada alternatif selain diplomasi, pesawat tak berawak Iran mungkin sudah bersiap di landasan. Pernyataan Kemenlu Iran pasca serangan sangat jelas, “Republik Islam Iran menganggap agresi ini sebagai pelanggaran nyata terhadap perdamaian dan keamanan internasional dan menekankan bahwa pihaknya berhak untuk merespons secara tegas” .

Kerja Sama AS-Israel

Di balik hiruk-pikuk perbedaan pendapat, sebenarnya AS dan Israel telah menyusun pembagian kerja yang matang . Brigjen (Purn) Michael Herzog, mantan duta besar Israel untuk AS, mengungkapkan bahwa militer kedua negara telah melakukan koordinasi erat di semua level .

Jika perang pecah, AS akan fokus pada penghancuran fasilitas nuklir dan melumpuhkan kemampuan balasan Iran (seperti rudal anti-kapal di Selat Hormuz). Sementara Israel akan memburu program rudal balistik Iran yang menjadi ancaman langsung bagi wilayahnya . Targetnya kali ini lebih luas bukan hanya fasilitas militer, tetapi juga infrastruktur ekonomi dan bahkan simbol-simbol rezim .

Inilah yang disebut sebagai “strategi degradasi” yang melemahkan rezim hingga titik di mana protes domestik bisa tumbang. Israel sadar bahwa serangan udara saja tak akan menjatuhkan Khamenei, tetapi jika dikombinasikan dengan krisis ekonomi dan gelombang unjuk rasa, rezim bisa goyah .

Jalan Panjang Menuju Jurang

Apa yang terjadi di Teheran pada 28 Februari 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru konflik Timur Tengah. Perang ini membuktikan bahwa diplomasi multilateral telah kehilangan maknanya ketika berhadapan dengan kepentingan strategis negara adidaya. Dewan Keamanan PBB kembali menjadi saksi bisu, sementara hukum internasional dikoyak.

Bagi Indonesia, eskalasi ini adalah alarm bahaya. Harga minyak akan melambung, arus perdagangan di Selat Hormuz terancam, dan dampaknya akan dirasakan hingga ke harga BBM di pompa-pompa bensin Tanah Air. Lebih dari itu, kita menyaksikan bagaimana negara besar mempermainkan api perang sambil berpura-pura memadamkannya dengan air mata diplomasi.

Perang ini adalah tragedi kemanusiaan yang menanti. Rakyat Iran yang sudah tercekik oleh embargo akan kembali menanggung beban. Rakyat Israel akan hidup dalam bayang-bayang rudal. Dan di atas puing-puing kehancuran itu, para pemimpin dunia akan kembali berfoto bersama di KTT Perdamaian berikutnya sambil menyiapkan serangan berikutnya.

  • Penulis: Irfandi R. Hi Mustafa Akademisi Unutara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe memimpin upacara penurunan bendera HUT RI ke-80 di Sofifi

    Suasana Penuh Nasionalisme, Wagub Maluku Utara Pimpin Penurunan Bendera di Sofifi

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 361
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – SOFIFI, Minggu (17/8/2025) – Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe memimpin langsung upacara penurunan bendera dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Prosesi berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sofifi pukul 17.30 WIT dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Forkopimda dan Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara hadir mendampingi jalannya upacara.  Kehadiran […]

  • Kolaborasi PKPM Nuku Yogyakarta dan Taman Pelajar Aceh Meriahkan HUT Tidore ke-917

    Kolaborasi PKPM Nuku Yogyakarta dan Taman Pelajar Aceh Meriahkan HUT Tidore ke-917

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 27 April 2025 – Perkumpulan Keluarga Pemuda Mahasiswa (PKPM) Nuku Yogyakarta bersama Taman Pelajar Aceh sukses menggelar peringatan Hari Jadi Tidore (HJT) ke-917 kegiatan ini di gelar pada Sabtu, (26/4/25) Balai Bale gading Asrama Putri Aceh Yogyakarta. Kolaborasi lintas budaya ini menegaskan semangat persatuan Indonesia dari Aceh hingga Maluku Utara. Siti Chumairah Anwar, Ketua […]

  • Sarif Robo: Dari Inspirasi Kampung Hingga Menjadi Dosen dan Kandidat Doktor

    Sarif Robo: Dari Inspirasi Kampung Hingga Menjadi Dosen dan Kandidat Doktor

    • calendar_month Sen, 27 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Dok Balengko Space Sarif Robo, putra sulung dari pasangan alm. Lukman Robo dan Nurain Hadad, tumbuh sebagai sosok yang menginspirasi di kampung halamannya Kulaba. Lahir sebagai anak pertama dari lima bersaudara, Sarif tidak hanya menjadi panutan bagi adik-adiknya, tetapi juga bagi banyak anak muda di sekitarnya. Dengan perjalanan pendidikan yang penuh tekad, ia kini menjadi […]

  • Jas Putih Disematkan, Wagub Malut Hadiri Momen Sakral Fakultas Kedokteran Universitas Khairun

    Jas Putih Disematkan, Wagub Malut Hadiri Momen Sakral Fakultas Kedokteran Universitas Khairun

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 772
    • 0Komentar

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Khairun, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum, Dekan FKIK, dr. Liasari Armajin, M.Kes, para dosen, staf akademik, serta orang tua lulusan. Acara ditutup dengan pembacaan doa dan menyanyikan Mars Universitas Khairun. (red)

  • Tanah Yang Dirampas, Kriminalisasi Rakyat

    Tanah Yang Dirampas, Kriminalisasi Rakyat

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Mursid Ruko
    • visibility 670
    • 0Komentar

    Dalam konteks ini, Jeffrey Winters menceritakan dalam bukunya yang berjudul Oligarchy (2011) menyebut bahwa oligarki bukan hanya sekadar soal kepemilikan kekayaan tetapi tentang kekuasaan untuk melindungi kekayaan melalui kontrol atas negara. Pemilu menurut Winters, menjadi satu mekanisme penting bagi oligarki untuk memastikan bahwa negara tetap bekerja untuk melayani dan menjaga kepentingan mereka. Indonesia telah bergeser […]

  • LUMPUL TOTAL: Massa aksi dari Desa Gita Raja melakukan pemblokiran jalan lintas utama di Tidore Kepulauan, Kamis (12/2/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes keras warga yang menuntut pencopotan Kepala Desa Ade M. Rasid atas dugaan tindakan amoral dan desakan agar Walikota mencopot Kadis PMD yang dinilai melakukan pembohongan publik terkait janji pemecatan Kades. (Source : Agung Selang/Jurnalis Balengko)

    Janji Pecat Kades Tak Ditepati, Warga Gita Raja Tuntut Pencopotan Kadis PMD Tidore dan Boikot Akses Jalan

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Tuntutan Transparansi Audit Dana Desa Selain isu moral, massa aksi juga menuntut transparansi dari Inspektorat Kota Tidore Kepulauan terkait hasil audit sejumlah proyek desa, termasuk pembangunan jalan tani dan lapangan sepak bola. “Kami mendengar kabar sudah ada temuan dari Inspektorat, tapi hasilnya ditutup-tupi. Kami mendesak Kejaksaan Negeri Tidore untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh anggaran […]

expand_less