Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BACARITA MOROTAI: PERTEMUAN ANTARA KETUM HIPPMAMORO JOGJA SEKALIGUS KOORINATOR UMUM FORUM BEM DIY,  BERSAMA DR. FIRMAN JAYA DAELI MANTAN DPR RI/MPR RI

BACARITA MOROTAI: PERTEMUAN ANTARA KETUM HIPPMAMORO JOGJA SEKALIGUS KOORINATOR UMUM FORUM BEM DIY,  BERSAMA DR. FIRMAN JAYA DAELI MANTAN DPR RI/MPR RI

  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 1.127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pertemuan antara Dr. Firman Jaya Daeli, S.H., M.H., seorang tokoh nasional yang dikenal dengan pandangan kenegarawanan dan pengalaman panjang sebagai mantan anggota DPR RI dan MPR RI, bersama Faturahman Djaguna, Koordinator Umum Forum BEM Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga putra daerah Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi ruang diskusi strategis yang sarat makna tentang arah pembangunan dan dinamika politik daerah. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, keduanya membedah realitas Morotai dalam tiga bingkai besar, geopolitik, geostrategis, dan geoekonomi, serta melahirkan kritik tajam terhadap arah kepemimpinan daerah yang dinilai kehilangan arah dan kepekaan terhadap persoalan rakyat.

Secara geopolitik Pulau Morotai memiliki posisi yang amat penting di garis depan wilayah kedaulatan Indonesia. Pulau ini menjadi gerbang timur Indonesia di Samudra Pasifik dan berbatasan langsung dengan Filipina, menjadikannya titik strategis dalam menjaga pertahanan nasional sekaligus hubungan antarnegara di kawasan Pasifik Barat. Dr. Firman Jaya Daeli menekankan bahwa Morotai tidak boleh hanya dipandang sebagai daerah administratif di Maluku Utara, tetapi sebagai wilayah penyangga pertahanan dan diplomasi negara. Morotai semestinya menjadi pusat aktivitas strategis nasional dalam bidang maritim, perikanan, dan pertahanan laut. Namun dalam praktiknya, potensi geopolitik tersebut masih diabaikan, baik oleh pemerintah pusat maupun oleh pemerintah daerah sendiri. Visi pembangunan yang seharusnya berbasis geopolitik belum pernah terwujud secara sistematis dalam kebijakan publik daerah.

Dari aspek geostrategis Morotai menyimpan warisan historis sebagai pangkalan militer Sekutu pada masa Perang Dunia II simbol bahwa sejak dahulu, wilayah ini memegang peran vital dalam percaturan global. Namun pasca kemerdekaan, Morotai seperti kehilangan narasi strategisnya. Menurut Faturahman Djaguna, pemerintah daerah belum mampu membaca posisi dan peluang strategis ini. Pembangunan yang dijalankan masih bersifat jangka pendek, tanpa peta jalan jangka panjang yang menempatkan Morotai sebagai simpul strategis di kawasan timur Indonesia. Ia menegaskan, “Pemimpin daerah hanya mengelola wilayah, bukan memimpin masa depan. Padahal, Morotai punya sejarah dan letak yang tidak semua daerah miliki.”

  • Penulis: Faturahman Djaguna
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Faturahman Djaguna

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dialog publik PMII bahas sengketa lahan Ternate

    Ternate Krisis Kepercayaan: Pejabat Absen Dialog Sengketa Lahan, PC PMII Ternate Bereaksi

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 943
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Ternate, Kamis (14/8/25) Sengketa lahan yang melibatkan Polda Maluku Utara (Malut) dan warga di kawasan Ubo-Ubo, Kayu Merah, dan Bastiong Karance di Ternate kini memasuki babak baru. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate mengambil peran penting, menyoroti ketidakadilan dan potensi konflik sosial. Pada […]

  • Soroti Maraknya Kasus Asusila di Morotai, Anggota DPRD Naswin Rowo Desak Pembatasan Penjualan Minuman Keras

    Soroti Maraknya Kasus Asusila di Morotai, Anggota DPRD Naswin Rowo Desak Pembatasan Penjualan Minuman Keras

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 274
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kasus pemerkosaan yang terjadi di Kabupaten Pulau Morotai mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo. Ia menilai perlu adanya langkah konkret untuk mencegah berulangnya tindak kejahatan tersebut, salah satunya dengan memperketat peredaran minuman keras, khususnya cap tikus. Naswin menekankan bahwa pencegahan kriminalitas harus dimulai dengan meminimalisir faktor-faktor […]

  • ILUSTRASI: Hukum tetap tegak di atas tekanan kelompok.| Sumber gambar Ilustrasi: Istimewa

    LBH Ansor Malut Tegaskan: SK Hukuman Salmin Janidi Sah dan Tidak Bisa Dibatalkan oleh Tekanan Kelompok

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyampaikan sikap resmi terkait insiden masuknya sekelompok orang yang mengatasnamakan Brigade Sofifi ke Kantor BKD Provinsi Maluku Utara. Kelompok tersebut diduga menekan Plt Kepala BKD, Zulkifli Bian, agar mencabut Keputusan Gubernur terkait hukuman disiplin terhadap mantan Kepala Dinas Perhubungan, Salmin Janidi, S.H., M.Hum. LBH Ansor […]

  • Abyakto: Perjalanan Fotografi di Dunia Hiphop yang Penuh Inspirasi

    Abyakto: Perjalanan Fotografi di Dunia Hiphop yang Penuh Inspirasi

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Abaykto sedang memotret rapper dengan teknik fisheye di sebuah studio hiphop.

  • Akses Keadilan bagi Kaum Mustadh’afin: Antara Dakwah, Perlawanan, dan Kritik terhadap Hegemoni Hukum

    Akses Keadilan bagi Kaum Mustadh’afin: Antara Dakwah, Perlawanan, dan Kritik terhadap Hegemoni Hukum

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Zulfikran A. Bailussy, SH
    • visibility 968
    • 0Komentar

    Di Maluku Utara hari ini, keadilan tidak hanya langka—ia kerap dipertontonkan sebagai kemewahan yang hanya bisa diakses oleh yang berkuasa dan berharta. Para petani di Halmahera yang digusur demi izin tambang, nelayan pesisir yang kehilangan ruang hidupnya karena reklamasi dan pencemaran, hingga warga miskin kota yang terjerat utang atau kriminalisasi—semuanya adalah potret kaum mustadh’afin yang […]

  • HMI Ali Maksum Universitas Alma Ata Kutuk Keras Aksi Brutal Oknum Brimob di Tual yang Menewaskan Pelajar

    HMI Ali Maksum Universitas Alma Ata Kutuk Keras Aksi Brutal Oknum Brimob di Tual yang Menewaskan Pelajar

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 212
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (BALENGKO), 21 Februari 2026 – Ketua HMI Komisariat Ali Maksum Universitas Alma Ata Yogyakarta, M. Asril Sermaf, mengecam keras dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS yang menyebabkan tewasnya Arianto Tawakal (14), seorang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs) di Kota Tual, Maluku. Peristiwa tragis yang terjadi pada Kamis (19/2) pagi tersebut bermula […]

expand_less