Wajib Bawa Sampah Sendiri, OSIM MTsN 1 Pulau Morotai Luncurkan Gerakan “Pulang Bersih”
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

OSIM MTsN 1 Pulau Morotai mewajibkan siswa membawa pulang sampah pribadi demi kebersihan sekolah. (Source Istimewa)
BALENGKO SPACE, MOROTAI – Dalam upaya nyata meningkatkan kesadaran lingkungan dan menjaga kebersihan sekolah, Pengurus Organisasi Intra Madrasah (OSIM) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pulau Morotai resmi menerapkan aturan baru bagi seluruh siswa. Aturan tersebut mewajibkan setiap siswa untuk membawa pulang sampah pribadi mereka sebelum meninggalkan area sekolah.
Kebijakan ini mulai diterapkan secara ketat sejak awal minggu ini. Para pengurus OSIM bersama dengan tim pengawas kebersihan terlihat siaga di pintu gerbang utama saat jam pulang sekolah. Mereka memeriksa tas dan loker siswa untuk memastikan tidak ada sisa sampah makanan, bungkus jajanan, atau kertas bekas yang tertinggal di dalam kelas maupun area sekolah.
Ketua OSIM MTsN 1 Pulau Morotai, Siti Nurdiana Aklia menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar hukuman, melainkan bentuk pendidikan karakter. “Tujuan utama dari program ‘Pulang Bersih’ ini adalah meningkatkan nilai kebersihan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa terhadap lingkungan. Kami ingin membiasakan siswa untuk tidak meninggalkan jejak kotor di mana pun mereka berada,” ujar Aklia
Menurutnya, selama ini masih banyak ditemukan sampah berserakan di sudut-sudut kelas dan halaman sekolah setelah jam belajar selesai. Dengan adanya aturan ini, diharapkan siswa akan lebih berhati-hati dalam membuang sampah pada tempatnya atau memilih untuk membawa sampahnya kembali ke rumah jika tempat sampah sementara penuh.
Menanggapi inisiatif para siswa tersebut, Pembina OSIM MTsN 1 Pulau Morotai, Ijat Mandea memberikan dukungan penuh dan apresiasi. Menurutnya, langkah proaktif dari OSIM ini merupakan cerminan dari keberhasilan pendidikan kepemimpinan dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah.
“Kami sangat bangga melihat keberanian dan kreativitas adik-adik OSIM dalam merancang program ini. Ini bukan hanya soal kebersihan fisik sekolah, tetapi juga tentang membangun mentalitas disiplin dan cinta lingkungan. Sebagai pembina, saya melihat ini sebagai praktik baik yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan,” ungkap Ijat.
Ia menambahkan bahwa peran guru dan staf juga akan ditingkatkan untuk mendukung program ini, termasuk penyediaan fasilitas tempat sampah yang lebih memadai dan sosialisasi berkelanjutan kepada seluruh warga sekolah.
Kepala MTsN 1 Pulau Morotai, Nursina Fete juga memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi antara OSIM dan pihak pembina. Ia menilai langkah proaktif ini sejalan dengan visi madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan nyaman.
“Kami mendukung penuh gerakan ini. Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan membiasakan hidup bersih sejak dini akan membentuk generasi yang disiplin dan peduli lingkungan,” tambah Kepala Madrasah.
Pengurus OSIM berencana akan melakukan evaluasi berkala terhadap program ini. Jika tingkat kepatuhan siswa terus meningkat dan kebersihan sekolah terjaga dengan baik, program ini akan dijadikan sebagai budaya tetap di MTsN 1 Pulau Morotai serta mungkin akan diperluas dengan kegiatan kerja bakti rutin antar-kelas.
- Penulis: Redaksi BS
- Editor: Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar