Warga Keluhkan Penutupan Jalan di Tugu Pancasila Mendadak, Kasat Lantas Morotai: Demi Keamanan Puncak Event Domino
- calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
- visibility 154
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga sekitar Tugu Pancasila, Morotai Selatan, mengeluhkan penutupan sebagian jalan oleh Satlantas Polres Morotai pada Minggu (19/7) malam. (Source: Istimewa)
BALENGKO SPACE, MOROTAI – Sejumlah warga di sekitar kawasan Tugu Pancasila, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, menyuarakan rasa kesal mereka atas penutupan sebagian ruas jalan yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Morotai pada Minggu (19/7/2026) malam.
Penutupan jalan ini memicu protes karena dinilai tidak konsisten. Warga menyoroti bahwa Event Domino Morotai sebenarnya telah berlangsung sejak tanggal 17 Juli 2026, namun rekayasa lalu lintas dan penutupan akses baru diterapkan secara ketat pada malam puncak acara, yakni tanggal 19 Juli. Hal ini dianggap mengganggu aktivitas masyarakat yang sudah terbiasa dengan kondisi jalan selama dua hari sebelumnya.
“Acara kan sudah jalan dari tanggal 17, tapi kok barunya ditutup hari ini tanggal 19? Kami jadi bingung dan terganggu aktivitasnya,” keluh salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Morotai, M. Agus F. Sudarsono, yang ditemui di lokasi memberikan penjelasan. Ia menyatakan bahwa intensifikasi pengamanan dan rekayasa lalu lintas pada malam ini berkaitan dengan kehadiran para pejabat Forkopimda serta puncak acara yang membutuhkan perhatian khusus terhadap keamanan dan kelancaran jalur.
“Hari ini pada tanggal 19 Juli 2026, tepatnya pukul 20.00 WIT, kami dari Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan pengamanan jalur, rekayasa lalu lintas terkait dengan kegiatan penutupan event Domino Morotai. Bahwasanya kegiatan ini dihadiri oleh para Forkopimda, sehingga kita melakukan kegiatan rekayasa lalu lintas guna kelancaran berlalu lintas,” ujar Agus
Ia menambahkan, keputusan untuk memperketat pengaturan lalu lintas pada malam puncak juga didasarkan pada kebutuhan pengamanan akibat penggunaan badan jalan selama acara berlangsung.
Terkait adanya kegiatan lain seperti nobar (nonton bareng) yang juga berlangsung di area tersebut, Kasat Lantas menegaskan bahwa prinsip penutupan jalan bergantung pada apakah aktivitas tersebut “memakan” atau mengganggu badan jalan.
“Kalau terkait dengan nobar, bahwasanya nobar ini sifatnya stasioner. Artinya, ketika nanti dalam pelaksanaan kegiatan nobar itu tidak terlalu memakan badan jalan, maka tidak perlu kita laksanakan kegiatan penutupan jalan. Namun, apabila kegiatan nobar nantinya memakan badan jalan, maka kami… akan melaksanakan kegiatan rekayasa lalu lintas,” jelasnya.
Meski demikian, pihak Satlantas mengimbau kepada seluruh pengendara agar dapat memahami situasi demi ketertiban umum. Beberapa alternatif jalan telah disiapkan untuk mengalihkan arus kendaraan yang terdampak penutupan di area Tugu Pancasila.
- Penulis: Mujizad Mandea

Saat ini belum ada komentar