Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BIROKRASI ALA SHERLY TJOANDA LAOS

BIROKRASI ALA SHERLY TJOANDA LAOS

  • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
  • visibility 1.239
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

Sumber Foto : Istimewa

Oleh: Fahrul Abd. Muid
Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Peneliti Media Gerbong Nusantara

Dentuman reformasi birokrasi ala Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menjadi “tahiyyat awal” untuk memulai akan membereskan manajemen tata kelola pemerintahan Provinsi Maluku Utara hari ini yang wajib hukumnya berdasarkan pada asas transparansi, akuntabilitas, aksesibilitas, efektif dan efisien guna menciptakan pemerintahan yang bersih (good governance) serta akan mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang sarat dengan penerapan nilai-nilai integritas dalam kebijakan birokrasinya. Dalam bahasa agamanya adalah, Gubernur Sherly Tjoanda Laos akan menciptakan sistem tata kelola pemerintahan provinsi Maluku Utara yang berakhlaqul karimah dengan menampilkan model pelayanan birokrasi di kantor Gubernur yang memanusiakan manusia itu sendiri. Sherly Tjoanda Laos juga akan menguburkan budaya tata kelola pemerintahan Provinsi Maluku Utara yang selama ini penuh dengan “akal bunuh akal” dan seringkali terciptanya model pelayanan birokrasi yang tidak memanusiakan manusia Maluku Utara. Karena sedari awal semua pihak sudah mengetahui beberapa informasi tentang visi dan misi Sherly Tjoanda Laos yang dapat memberikan image (gambaran) kepada kita tentang arah reformasi birokrasi ala Sherly Tjoanda Laos sebagai Gubernur terpilih yang sangat spektakuler di Provinsi Maluku Utara. Sebagai Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos memiliki visi yang kongkrit untuk kemudian akan konsisten pada meningkatkan kualitas hidup masyarakat Maluku Utara melalui peningkatan pelayan birokrasi yang memanusiakan manusia Maluku Utara, pengembangan ekonomi berbasis kerakayatan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Maluku Utara dengan skema yang jitu dan pastinya kebijakan birokrasinya sangat pro terhadap kepentingan masyarakat Maluku Utara.

Dalam misinya, Sherly Tjoanda Laos akan terfokus pada beberapa orientasi kebijakan birokrasinya, seperti orientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik melalui peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai, dan pastinya live akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Maluku Utara. Orientasi pada peningkatan kompetensi aparatur sipil negara yang bekerja di kantor Gubernur sebagai pelayan publik  untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Maluku Utara, dan kebijakannya yang berorientasi pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Maluku Utara lima tahun ke depan. Dalam isi kepalanya Sherly Tjoanda Laos akan terfokus juga pada aspek yang tidak kalah urgennya yakni kebijakan birokrasinya yang berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara melalui peningkatan investasi dan political willnya Sherly dengan senatiasa akan mengarahkan kebijakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, mendorong peningkatan produksi sektor perikanan dan pertanian untuk kedigdayaan peningkatan penghasilan asli daerah (PAD) Maluku Utara, dan juga tak ketinggalan kebijakan birokrasinya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Maluku Utara melalui program peningkatan pelayanan kualitas pendidikan dengan cara menghilangkan budaya korupsi dalam bentuk pungutan biaya pendidikan yang selama ini biaya pendidikan dibebankan kepada masyarakat Maluku Utara itu sendiri. Bahkan dalam membaca isi kepalanya, Sherly Tjoanda Laos pun ia akan membuat kebijakan birokrasinya dalam 100 hari bekerja yang pastinya dia telah menggratiskan biaya pendidikan pada level SMA, SMK, dan SLB, bahkan dia akan membuat kebijakan untuk menggratiskan biaya kesehatan bagi masyarakat Maluku Utara. Maka, hari ini marilah saya, anda dan kita mengucapkan “selamat tinggal” kepada biaya pendidikan dan kesehatan yang mahal di Provinsi Maluku Utara.  

Dengan demikian, reformasi birokrasi ala Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Maluku Utara yang selama ini kondisinya sangat memprihatinkan akibat kebijakan birokrasinya yang “amburadul” karena jika enggan kita berkata bahwa memang selama ini masyarakat Maluku Utara salah diurus dan menjadi korban oleh kebijakan Gubernur yang sudah-sudah. Sherly Tjoanda Laos pun akan bekerja secara cepat dengan kecepatan tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di Provinsi Maluku Utara. Harga-harga hasil bumi juga akan ditingkatan oleh Sherly Tjoanda Laos dengan cara akan melibatkan pihak swasta untuk duduk bersama dalam satu forum dengan pemerintahan Provinsi Maluku Utara agar terjadinya konsensus berjama’ah dalam pengambilan kebijakan ekonomi yang berpihak kepada kepentingan masyarakat Maluku Utara. Karena memang, Sherly Tjoanda Laos sangat mengerti benar apa saja yang menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat Maluku Utara hari ini. Sehingga orientasi reformasi birokrasi ala Sherly Tjoanda Laos akan diarahkan lebih-lebih pada menjawab secara kongkrit kebutuhan dasar masyarakat Maluku Utara.

Kalau selama ini, model penempatan orang pada jabatan birokrasi tertentu dilingkungan pemerintahan Provinsi Maluku Utara berdasarkan like and dislike (suka dan tidak suka), atau karena pertimbangan kedekatan hubungan sukuisme-suku ini dan suku itu, titip sana titip sini, serta adanya biaya setoran yang tinggi kepada sang Gubernur untuk terjadinya praktik transaksi jual-beli jabatan sebagai kepala dinas tertentu, bukan berdasarkan pertimbangan penilaian yang objektif karena yang bersangkutan memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam karir birokrasinya. Maka, cara-cara yang tidak beradab ini akan dibabat habis oleh Sherly Tjoanda Laos dalam menempatkan orang pada jabatan tertentu dilingkungan birokrasi pemerintahan Provinsi Maluku Utara. Gubernur Maluku Utara perempuan yang satu ini, terlihat sangat mudah senyum kepada siapa saja dalam berkomunikasi dan dia sangat dekat dengan rakyatnya. Tapi awas kawan! dalam persoalan kebijakan birokrasinya, dia sangat tegas dan juga berani menempatkan orang pada tempatnya yang tepat (the right man on the right place), karena yang bersangkutan memiliki kompetensi, berintegritas serta memiliki sikap loyalitas yang tinggi pada sang Gubernur sebagai atasannya, dan orang itu harus bisa diajak kerjasama untuk kepentingan besar kebangkitan Maluku Utara pada semua sektor kearah yang lebih baik di masa yang akan datang. Political Willnya Sherly Tjoanda Laos untuk mengakomodir sumber daya manusia sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang berasal dari 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota di Maluku Utara serta memiliki kualifikasi golongan/kepangkatan dan memiliki kompetensi serta profesionalisme untuk diangkat menjadi pejabat dilingkungan pemerintahan provinsi Maluku Utara. Sehingga, tidak ada lagi yang namanya saling mendominasi kesukuan dalam pemerintahan provinsi Maluku Utara hari ini. Kebijakan birokrasi model ini sangat bagus karena sangat kental dengan value atau nilai memanusiakan putra-putri provinsi Maluku Utara. Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat bagi pembacanya.     

  • Penulis: balengko space

Komentar (1)

  • Seth

    Sebagai warga Maluku Utara, saya sangat terkesan dengan ulasan Pak Fahrul mengenai visi reformasi birokrasi Ibu Sherly yang pro-rakyat. Terutama poin tentang transparansi dan akuntabilitas agar tidak ada lagi “jual-beli jabatan”. Mengingat Ibu Sherly juga fokus pada peningkatan investasi dan ekonomi regional, apakah ke depannya pemerintah provinsi akan mengadopsi platform sistematis untuk mempermudah perizinan usaha bagi pengusaha lokal agar lebih transparan seperti standar yang diterapkan oleh global technology partners di https://igaming-solution.com yang mengedepankan integrasi sistem dan kepatuhan regulasi? Saya rasa penerapan teknologi infrastruktur yang solid sangat krusial agar niat baik ini bisa segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.

    Balas2 Maret 2026 5:23 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah PMII Komisariat M Iqbal Assegaf UNUTARA Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara

    Jejak Perintisan dan Sejarah Berdirinya PMII Komisariat M. Iqbal Assegaf UNUTARA

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 554
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, TERNATE – Setiap organisasi memiliki sejarah, dan setiap lembaran sejarah selalu melahirkan figur-figur kunci di balik hadirnya sebuah gagasan besar. Hal inilah yang melandasi rekam jejak lahirnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat M. Iqbal Assegaf di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA). Kehadiran wadah kaderisasi Nahdliyin ini tidak terlepas dari inisiatif, keberanian, […]

  • Kasus COVID-19 Naik di Asia, Kemenkes: Indonesia Masih Aman tapi Tetap Waspada

    Kasus COVID-19 Naik di Asia, Kemenkes: Indonesia Masih Aman tapi Tetap Waspada

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 554
    • 0Komentar

    Balengko Space – Kementerian Kesehatan RI menanggapi lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara Asia, seperti Singapura, Thailand, dan Hong Kong. Meski situasi global menunjukkan tren peningkatan, pemerintah memastikan bahwa kondisi di Indonesia tetap aman dan terkendali. Di lansir dari situs resmi kemenkes, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa hingga pekan […]

  • Portrait of Prof. Richard Kearney, Charles B. Seelig Chair (Philosophy) photographed for use in the 3/11 issue of Chronicle Picture Lee Pellegrini

    Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra: Hermeneutika Kemungkinan ala Richard Kearney

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Jurusan Aqidah Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    • visibility 940
    • 0Komentar

    Imajinasi sebagai Hermeneutika Kemungkinan Imajinasi pernah dipuji sebagai jantung kreativitas manusia, juga  medium yang menghubungkan fakta dan fiksi, realitas dan kemungkinan, dunia empiris dan dunia simbolik. Namun, menurut Richard Kearney, imajinasi justru tengah mengalami kematian yang ironis di zaman yang seolah paling penuh dengan citra. Buku The Wake of Imagination karya Richard Kearney, menggambarkan paradoks […]

  • Gerakan Pangan Murah (Gapura) Sambut Bulan Ramadhan di Kota Ternate

    Gerakan Pangan Murah (Gapura) Sambut Bulan Ramadhan di Kota Ternate

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Dok. Balengko Space Ternate, (27/2/25) – Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara menggelar Gerakan Pangan Murah (Gapura) di Lapangan Ngaralamo (Salero), Kota Ternate, pada pukul 09.00 WIT. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat dan sejumlah instansi terkait. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjaga kestabilan harga bahan pangan menjelang bulan suci Ramadhan. Sosialisasi Bank Indonesia untuk Masyarakat […]

  • Massa PMII DIY membakar ban di depan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah.

    “Jaga Nyala!” PMII DIY Gelar Aksi Solidaritas

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 812
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE , Yogyakarta – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang DIY menggelar aksi di depan UIN Sunan Kalijaga pada Selasa (2/9/2025). Massa memulai aksi sejak pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Mereka menyalakan api dan membakar ban untuk memprotes kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat. Ketua Umum PMII Cabang DIY, Ilyas, menegaskan bahwa aksi […]

  • M. Ade Bahtiar, SKM., MM., Bendahara Umum PC GP Ansor Kota Tidore Kepulauan, saat memberikan keterangan pers terkait rencana pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor tahun 2025 di Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan.

    GP Ansor Kota Tidore Kepulauan Akan Gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD)

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, akan kembali melaksanakan agenda kaderisasi formal melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) pada bulan Jumadil Akhir 1447 H mendatang. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5–8 Desember 2025 di Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan. PKD akan diikuti oleh […]

expand_less