Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Aliansi Mahasiswa Nusantara Gelar Dialog Kebangsaan: Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran dan Suara Kritis Kaum Muda

Aliansi Mahasiswa Nusantara Gelar Dialog Kebangsaan: Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran dan Suara Kritis Kaum Muda

  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • visibility 364
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Yogyakarta (BALENGKO) — Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) menggelar Deklarasi dan Dialog Kebangsaan bertema “Menyambut Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Kebijakan, Harapan, dan Dukungan Kaum Muda” pada Senin, 27 Oktober 2025, di Canggir Bumi Coffee, Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi terbuka bagi generasi muda untuk menilai arah kebijakan nasional sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai aktor strategis dalam pembangunan bangsa.

Gunawan Fiantara, Koordinator Wilayah AMAN DIY, menegaskan bahwa momen satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah secara jujur, kritis, dan konstruktif.

“Kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menyelesaikan proyek infrastruktur strategis. Jalan, bandara, dan pelabuhan yang kini menyambungkan ujung timur ke barat Indonesia bukan hanya simbol fisik—tapi juga harapan bagi pertumbuhan ekonomi daerah terpencil,” ujar Gunawan dalam sambutannya.

Ia juga memberi catatan positif terhadap percepatan transformasi digital di sektor pelayanan publik.

“Sekarang mahasiswa bisa urus izin penelitian, beasiswa, atau KIP lewat satu aplikasi. Ini terobosan nyata yang mengurangi birokrasi dan potensi korupsi kecil di kampus,” tambahnya.

Namun, Gunawan menilai keberanian pemerintah dalam mereformasi subsidi energi tetap perlu dikawal secara transparan.

“Kebijakan mengalihkan subsidi BBM ke pendidikan dan kesehatan berisiko, tapi berani. Kami hargai keputusan itu—selama eksekusinya tepat sasaran dan tidak memberatkan rakyat kecil,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gunawan menegaskan bahwa apresiasi terhadap pemerintah harus diiringi dengan keberpihakan nyata kepada generasi muda.

“Kami tidak datang untuk menghakimi, tapi untuk mengingatkan. Kinerja fisik dan ekonomi makro cukup mengesankan, tapi dimensi sosial-kebudayaan dan partisipasi politik pemuda masih belum tersentuh sepenuhnya,” katanya.

Dalam dialog tersebut, AMAN juga menyoroti pentingnya pelibatan mahasiswa dalam perancangan kebijakan publik.

Sumber foto : Istimewa

“Kami apresiasi langkah-langkah kementerian, tapi jangan lupakan suara di kampus, di basis, dan di pelosok desa. Jangan sebut kebijakan pro-pemuda jika mahasiswa sendiri tidak dilibatkan dalam perancangannya,” tegas Gunawan.

Di bidang pendidikan, AMAN meminta agar akses beasiswa lebih inklusif.

“Program Beasiswa Merdeka bagus, tapi aksesnya masih terbatas pada kampus dan jurusan tertentu. Kami minta diperluas untuk mahasiswa vokasi dan calon guru penggerak,” ujarnya.
Gunawan juga mengkritisi sistem seleksi beasiswa yang dinilai belum berpihak kepada pelajar dari keluarga prasejahtera.
“Anak desa yang cerdas tapi minim dokumen digital masih terpinggirkan. Sistem harus lebih ramah, lebih manusiawi,” ucapnya.

Dalam isu lingkungan, Gunawan mengapresiasi kebijakan penghentian penebangan hutan primer, namun menilai transisi energi masih setengah hati.

“Kami dukung program energi terbarukan, tapi batu bara masih menyumbang 58% energi nasional. Harus ada roadmap jelas menuju energi bersih,” tuturnya.

Gunawan menutup dialog dengan menyerukan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan kaum muda.

“Kami bukan oposisi abadi, tapi mitra kritis. Apresiasi kami tulus, kritik kami juga tulus. Satu tahun bukan waktu panjang, tapi cukup untuk menilai komitmen. Jangan berhenti di sini — tumbuhkan kebijakan yang tidak hanya pro-growth, tapi juga pro-rakyat, pro-keadilan, dan pro-masa depan,” pesannya.

Dialog kebangsaan ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta dan menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada lembaga eksekutif dan legislatif, sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam tata kelola pemerintahan.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Nuel Jean Gaston

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

    Politik Dinasti bukan warisan: Membedah skenario oligarki Banggai Laut 2029

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Ain Dadong, Presiden Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Kondisi Kabupaten Banggai Laut masih tertatih-tatih melepaskan diri dari belenggu ketertinggalan infrastruktur dasar dan stagnasi ekonomi kepulauan, nalar publik justru dipaksa menelan pil pahit berupa wacana prematur suksesi kekuasaan. Bupati Sofyan Kaepa yang kini sedang menikmati periode keduanya seolah membiarkan diskursus publik dibajak oleh narasi pelanggengan kekuasaan, alih-alih difokuskan pada pemenuhan janji-janji politik yang masih […]

  • Sarbin Sehe: Saatnya Merajut Kebersamaan untuk Maluku Utara

    Sarbin Sehe: Saatnya Merajut Kebersamaan untuk Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Sumber Foto :  Andry Saputra Maluku Utara, (6/2/25) – Sarbin Sehe, Wakil Gubernur Terpilih Maluku Utara, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara 2024, termasuk rapat pleno penetapan pasangan calon terpilih yang digelar hari ini oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Maluku Utara. Dalam keterangannya seusai mengikuti rapat […]

  • Kesehatan sebagai Pondasi Kebangkitan Bangsa  Dari Boedi Oetomo ke Tantangan Abad 21

    Kesehatan sebagai Pondasi Kebangkitan Bangsa Dari Boedi Oetomo ke Tantangan Abad 21

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Ariyo Dermawan
    • visibility 1.256
    • 0Komentar

    Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebuah tonggak penting dalam sejarah perjuangan kita menuju kemerdekaan. Tanggal ini merujuk pada berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, organisasi modern pertama yang menjadi simbol awal tumbuhnya kesadaran nasional di kalangan anak bangsa. Namun, tahukah kita bahwa Boedi Oetomo lahir dari rahim dunia kesehatan? […]

  • Source : singgahkemasjid.blogspot.com

    Masjid Raya Baiturrahman Morotai: Infrastruktur Besar yang Belum Optimal untuk Shalat Idul Fitri

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Akbar Mangoda (Ketua DPD Partai Amanat Nasional Pulau Morotai)
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Setiap kota yang mayoritas penduduknya beragama Islam umumnya memiliki satu bangunan yang bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol peradaban umat. Bangunan itu adalah masjid raya. Ia tidak hanya menjadi tempat shalat lima waktu, tetapi juga pusat aktivitas keagamaan, ruang pertemuan umat, serta simbol kehadiran Islam dalam kehidupan sosial. Karena itu, ketika hari raya seperti […]

  • Oleh: Zulfikran Bailussy, S.H. Ketua LBH GP Ansor Maluku Utara

    MBG dan Bayang-Bayang Bread and Circuses: Jangan Sampai Rakyat Diberi Makan Lalu Lupa Bertanya

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Zulfikran Bailussy, S.H. Ketua LBH GP Ansor Maluku Utara
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Ada sebuah pelajaran politik dari sejarah Romawi yang menurut saya menarik untuk direnungkan dalam konteks kebijakan publik Indonesia hari ini. Lebih dari dua ribu tahun lalu, penyair Romawi Juvenal memperkenalkan istilah panem et circenses, yang kemudian dikenal luas sebagai bread and circuses atau “roti dan pertunjukan”. Istilah itu digunakan Juvenal untuk menggambarkan masyarakat yang semakin […]

  • LBH Ansor Ternate Soroti Pemasangan Plang Polda Malut di Ubo-Ubo, Minta Proses Dialog Dikedepankan

    LBH Ansor Ternate Soroti Pemasangan Plang Polda Malut di Ubo-Ubo, Minta Proses Dialog Dikedepankan

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.119
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate | 24 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyampaikan keprihatinan atas langkah Polda Maluku Utara dalam perkara pertanahan di Kelurahan Ubo-Ubo, Kecamatan Ternate Selatan, terutama terkait pemasangan plang peringatan hukum yang ditujukan kepada warga. Plang tersebut mencantumkan pasal-pasal pidana seperti Pasal 385 KUHP tentang penyerobotan tanah, Pasal 167 […]

expand_less