Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Wilayah Seram Bagian Barat memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hutan masih luas, pesisir yang indah dan budaya masih terikat dengan kehidupan masyarakat. Kawasan ini menyimpan banyak potensi besar misalnya, sumber daya mineral untuk pertambangan dan daya tarik alam untuk pariwisata. Di sinilah akan muncul pertanyaan paling penting bagi masa depan daerah: Apakah pendapatan daerah akan tumbuh pada eksploitasi tambang, atau pada penguatan pariwisata berkelanjutan?

Pada era modern keberadaan tambang seringkali dipandang menjadi salah satu jalan cepat untuk meningkatkan pendapatan daerah. Maka ini menjadi peluang untuk membuka lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, dan pemutaran ekonomi dalam waktu cepat. Namun, di wilayah lain menjadi gambaran bahwa sektor ekstraktif akan membawa risiko besar yang mengakibatkan kerusakan hutan, pencemaran sungai, konflik lahan, hingga hilangnya budaya masyarakat lokal.

Di wilayah masyarakat adat ekosistem sensitif untuk kerusakan lingkungan bukan hanya masalah hari ini, tetapi untuk generasi akan datang. Masyarakat adat tidak menikmati hasil alam secara langsung, tetapi masyarakat menikmati resiko pada penggundulan lingkungan secara besar-besaran, yang dapat mengakibatkan banjir, longsor dan hilangnya jati diri masyarakat adat secara langsung.

pada saat yang sama pariwisata memberikan peluang pembangunan yang lebih bertahap untuk berkelanjutan. Keindahan alam, kekayaan tradisi lokal dan wisata bahari dapat menjadi fondasi ekonomi untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi diantaranya, penginapan warga, usaha kuliner lokal, transportasi lokal dan kerajinan masyarakat.

Oleh karena itu, pariwisata yang dikelola dengan sebaik-baik mungkin akan memberikan hasil pendapatan daerah dan mendorong pelestarian lingkungan alam memiliki aset utama yang harus dijaga.

Pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan jangka panjang. Karena itu, wisatawan kerap memilih berlibur untuk melepaskan penat dari rutinitas pekerjaan, terutama dengan berkunjung ke destinasi yang tidak membosankan, memiliki pemandangan indah, serta menawarkan pengalaman yang berkesan.

Kondisi ini menjadi potensi bagi berbagai daerah, khususnya Kabupaten Seram Bagian Barat. Daerah ini memiliki kekayaan kearifan lokal dan sejarah yang beragam, yang dapat dinikmati wisatawan dan meninggalkan kesan sehingga tetap dikenang dalam perjalanan mereka.

Hal ini bukan semata-mata persoalan peningkatan pendapatan atau keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, pelestarian budaya lokal dan lingkungan di daerah tersebut harus tetap menjadi prioritas agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga mereka tetap dapat menikmati kekayaan alam secara utuh.

A. Tambang

Eksploitasi tambang kerap dipromosikan sebagai jalan menuju kesejahteraan masyarakat. Namun, transformasi yang ditimbulkannya menunjukkan dua sisi dampak: positif dan negatif. Di satu sisi, aktivitas pertambangan menyimpan risiko besar bagi masyarakat dan lingkungan, mulai dari potensi banjir dan longsor hingga ancaman hilangnya kearifan lokal masyarakat adat.

Di sisi lain, dampak positif yang sering dikemukakan adalah meningkatnya pendapatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta pertumbuhan ekonomi yang dinilai signifikan. Namun, manfaat tersebut kerap hanya dirasakan dalam waktu terbatas, sementara masyarakat lokal tidak selalu memperoleh keuntungan yang sebanding. Ironisnya, ketika bencana seperti banjir dan longsor terjadi, kelompok yang paling terdampak dan menanggung risiko justru masyarakat setempat.

Aktivitas pertambangan tidak hanya mengubah bentang alam, tetapi juga mengguncang tatanan ekologis, sosial, dan budaya masyarakat adat. Lingkungan menjadi korban pertama, disusul menyempitnya ruang hidup masyarakat adat serta terkikisnya kearifan lokal yang selama ini menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alam.

Di balik narasi pembangunan, tersimpan kenyataan bahwa janji kesejahteraan bagi masyarakat lokal sering kali bersifat sementara. Ketika tambang berhenti beroperasi, yang tersisa bukan kemakmuran, melainkan jejak kerusakan berupa lubang-lubang tambang dan dampak lingkungan yang berkepanjangan—warisan yang harus ditanggung generasi berikutnya. Karena itu, eksploitasi tambang tidak selalu dapat dipandang sebagai solusi pembangunan, melainkan berpotensi menjadi bentuk ketidakadilan yang dilegitimasi atas nama kepentingan kesejahteraan.

B. Pariwisata

Di wilayah kepulauan Maluku, khususnya Kabupaten Seram Bagian Barat, sektor pariwisata dinilai memiliki potensi lebih menjanjikan dibanding pertambangan. Meski tidak selalu menghasilkan pemasukan besar dalam waktu singkat, pariwisata dari perspektif keberlanjutan menawarkan keuntungan yang lebih stabil dan berjangka panjang, sekaligus berpeluang menjaga kearifan lokal masyarakat adat.

Sektor pariwisata dapat menjadi salah satu pilihan unggulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal secara bertahap. Namun, potensi tersebut kerap diabaikan karena pendapatan dari pariwisata dinilai tidak sebesar pemasukan yang diperoleh dari perusahaan pertambangan.

Dari sisi keberlanjutan, pariwisata memiliki peluang untuk dikembangkan secara ramah lingkungan dan dikelola secara berkelanjutan. Keindahan alam, ekosistem pesisir, serta kekayaan budaya merupakan aset utama yang perlu dijaga agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara terus-menerus. Selain itu, pariwisata juga berperan dalam memperkuat identitas sosial dan budaya masyarakat.

Tradisi adat dan pengetahuan lokal dapat dipertahankan serta diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab. Meski tidak selalu unggul dalam perhitungan ekonomi jangka pendek, pariwisata dinilai lebih berpeluang menciptakan pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

  • Penulis: Fahrul Syukur (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  • Editor: Redaktur Balengko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jais tagih janji kampanye Rusli-Rio yang sempat menjanjikan program lansia hingga Rp2 juta.

    Jais tagih janji kampanye Rusli-Rio yang sempat menjanjikan program lansia hingga Rp2 juta.

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 480
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kebijakan alokasi anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai memicu polemik hangat. Langkah daerah menggelontorkan anggaran hingga Rp891,9 juta untuk operasional Satuan Tugas (Satgas) tahun 2026 dinilai mencederai rasa keadilan publik, terutama di tengah mandeknya realisasi janji politik peningkatan bantuan sosial (bansos) bagi para lanjut usia (lansia). Sorotan tajam tersebut dilayangkan oleh […]

  • Abdurahman bin Kamel Assegaf Kecam Keras Pernyataan Rasis Muhammad Fuad Riyadi terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri

    Abdurahman bin Kamel Assegaf Kecam Keras Pernyataan Rasis Muhammad Fuad Riyadi terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Nurul Hafizatul
    • visibility 652
    • 0Komentar

    Ternate, (28/3/25), Melalui pesan WhatsApp yang diterima pada 28 Maret 2025, Abdurahman bin Kamel Assegaf, Mudir Pondok Pesantren Al-Khairat Sasa dan anggota Abnul Khoirat, dengan tegas mengecam tindakan pernyataan rasis yang dilontarkan oleh Muhammad Fuad Riyadi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Fuad Plered, terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri. Dalam pesan […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, saat berada di lokasi pengecekan stok beras di Gudang Bulog pada Kamis (8/1/2026), sebagai persiapan penyaluran bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Halmahera Barat. Sumber: Istimewa Play Button

    Pemprov Maluku Utara Mulai Salurkan Bantuan Korban Banjir di Halmahera Barat

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Sehari pasca banjir yang menerjang Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai melakukan langkah cepat penanganan dengan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 09.10 WIT, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melakukan pengecekan langsung stok beras di Gudang Bulog sebagai persiapan distribusi bantuan […]

  • Penulis : Fahmil Usman Source : Istimewa

    Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Fahmil Usman
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Peringatan World Obesity Day 2026 kembali mengingatkan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan gaya hidup individu. Selama ini, narasi yang berkembang di masyarakat sering kali menyederhanakan obesitas sebagai akibat dari kurangnya disiplin dalam menjaga pola makan atau kurangnya aktivitas fisik. Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks. Lingkungan pangan, kebijakan pemerintah, serta strategi industri makanan dan minuman memiliki […]

  • LBH Ansor Ternate menyerahkan laporan ke Dewan Pers terkait pemberitaan sepihak

    LBH Ansor Ternate Laporkan Dugaan Pemberitaan Sepihak ke Dewan Pers

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 805
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO SPACE) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate melaporkan dugaan pemberitaan sepihak ke Dewan Pers Republik Indonesia. Laporan ini diajukan karena sejumlah pemberitaan media online JendelaNewsTV.com dinilai tidak berimbang dan mencederai kehormatan Yusri N. Samsudin, ASN Kementerian Agama Maluku Utara. Ketua LBH Ansor Ternate, Zulfikran Bailussy, SH, menjelaskan bahwa pihaknya menempuh jalur […]

  • Mahasiswa Biologi Sains UNUTARA melakukan penelitian ekosistem laut Maluku Utara

    Program Studi Biologi Sains UNUTARA: Momentum Emas Pengembangan Riset dan Konservasi Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Rosita Tuhuteru (Ketua Himpunan Mahasiswa Sains Biologi)
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    Program Studi Sains di Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) patut disambut dengan antusias. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, hadirnya program studi ini membuka jalan bagi pengembangan riset dan sumber daya manusia yang memahami keanekaragaman hayati, ekologi, dan potensi alam Maluku Utara yang begitu kaya. Maluku Utara adalah wilayah yang […]

expand_less