Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Wilayah Seram Bagian Barat memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hutan masih luas, pesisir yang indah dan budaya masih terikat dengan kehidupan masyarakat. Kawasan ini menyimpan banyak potensi besar misalnya, sumber daya mineral untuk pertambangan dan daya tarik alam untuk pariwisata. Di sinilah akan muncul pertanyaan paling penting bagi masa depan daerah: Apakah pendapatan daerah akan tumbuh pada eksploitasi tambang, atau pada penguatan pariwisata berkelanjutan?

Pada era modern keberadaan tambang seringkali dipandang menjadi salah satu jalan cepat untuk meningkatkan pendapatan daerah. Maka ini menjadi peluang untuk membuka lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, dan pemutaran ekonomi dalam waktu cepat. Namun, di wilayah lain menjadi gambaran bahwa sektor ekstraktif akan membawa risiko besar yang mengakibatkan kerusakan hutan, pencemaran sungai, konflik lahan, hingga hilangnya budaya masyarakat lokal.

Di wilayah masyarakat adat ekosistem sensitif untuk kerusakan lingkungan bukan hanya masalah hari ini, tetapi untuk generasi akan datang. Masyarakat adat tidak menikmati hasil alam secara langsung, tetapi masyarakat menikmati resiko pada penggundulan lingkungan secara besar-besaran, yang dapat mengakibatkan banjir, longsor dan hilangnya jati diri masyarakat adat secara langsung.

pada saat yang sama pariwisata memberikan peluang pembangunan yang lebih bertahap untuk berkelanjutan. Keindahan alam, kekayaan tradisi lokal dan wisata bahari dapat menjadi fondasi ekonomi untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi diantaranya, penginapan warga, usaha kuliner lokal, transportasi lokal dan kerajinan masyarakat.

Oleh karena itu, pariwisata yang dikelola dengan sebaik-baik mungkin akan memberikan hasil pendapatan daerah dan mendorong pelestarian lingkungan alam memiliki aset utama yang harus dijaga.

Pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan jangka panjang. Karena itu, wisatawan kerap memilih berlibur untuk melepaskan penat dari rutinitas pekerjaan, terutama dengan berkunjung ke destinasi yang tidak membosankan, memiliki pemandangan indah, serta menawarkan pengalaman yang berkesan.

Kondisi ini menjadi potensi bagi berbagai daerah, khususnya Kabupaten Seram Bagian Barat. Daerah ini memiliki kekayaan kearifan lokal dan sejarah yang beragam, yang dapat dinikmati wisatawan dan meninggalkan kesan sehingga tetap dikenang dalam perjalanan mereka.

Hal ini bukan semata-mata persoalan peningkatan pendapatan atau keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, pelestarian budaya lokal dan lingkungan di daerah tersebut harus tetap menjadi prioritas agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga mereka tetap dapat menikmati kekayaan alam secara utuh.

A. Tambang

Eksploitasi tambang kerap dipromosikan sebagai jalan menuju kesejahteraan masyarakat. Namun, transformasi yang ditimbulkannya menunjukkan dua sisi dampak: positif dan negatif. Di satu sisi, aktivitas pertambangan menyimpan risiko besar bagi masyarakat dan lingkungan, mulai dari potensi banjir dan longsor hingga ancaman hilangnya kearifan lokal masyarakat adat.

Di sisi lain, dampak positif yang sering dikemukakan adalah meningkatnya pendapatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta pertumbuhan ekonomi yang dinilai signifikan. Namun, manfaat tersebut kerap hanya dirasakan dalam waktu terbatas, sementara masyarakat lokal tidak selalu memperoleh keuntungan yang sebanding. Ironisnya, ketika bencana seperti banjir dan longsor terjadi, kelompok yang paling terdampak dan menanggung risiko justru masyarakat setempat.

Aktivitas pertambangan tidak hanya mengubah bentang alam, tetapi juga mengguncang tatanan ekologis, sosial, dan budaya masyarakat adat. Lingkungan menjadi korban pertama, disusul menyempitnya ruang hidup masyarakat adat serta terkikisnya kearifan lokal yang selama ini menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alam.

Di balik narasi pembangunan, tersimpan kenyataan bahwa janji kesejahteraan bagi masyarakat lokal sering kali bersifat sementara. Ketika tambang berhenti beroperasi, yang tersisa bukan kemakmuran, melainkan jejak kerusakan berupa lubang-lubang tambang dan dampak lingkungan yang berkepanjangan—warisan yang harus ditanggung generasi berikutnya. Karena itu, eksploitasi tambang tidak selalu dapat dipandang sebagai solusi pembangunan, melainkan berpotensi menjadi bentuk ketidakadilan yang dilegitimasi atas nama kepentingan kesejahteraan.

B. Pariwisata

Di wilayah kepulauan Maluku, khususnya Kabupaten Seram Bagian Barat, sektor pariwisata dinilai memiliki potensi lebih menjanjikan dibanding pertambangan. Meski tidak selalu menghasilkan pemasukan besar dalam waktu singkat, pariwisata dari perspektif keberlanjutan menawarkan keuntungan yang lebih stabil dan berjangka panjang, sekaligus berpeluang menjaga kearifan lokal masyarakat adat.

Sektor pariwisata dapat menjadi salah satu pilihan unggulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal secara bertahap. Namun, potensi tersebut kerap diabaikan karena pendapatan dari pariwisata dinilai tidak sebesar pemasukan yang diperoleh dari perusahaan pertambangan.

Dari sisi keberlanjutan, pariwisata memiliki peluang untuk dikembangkan secara ramah lingkungan dan dikelola secara berkelanjutan. Keindahan alam, ekosistem pesisir, serta kekayaan budaya merupakan aset utama yang perlu dijaga agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara terus-menerus. Selain itu, pariwisata juga berperan dalam memperkuat identitas sosial dan budaya masyarakat.

Tradisi adat dan pengetahuan lokal dapat dipertahankan serta diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab. Meski tidak selalu unggul dalam perhitungan ekonomi jangka pendek, pariwisata dinilai lebih berpeluang menciptakan pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

  • Penulis: Fahrul Syukur (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  • Editor: Redaktur Balengko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Konektivitas Maritim, Sarbin Sehe Kunjungi Pelabuhan Panambuang Usai Panen Rumput Laut

    Dorong Konektivitas Maritim, Sarbin Sehe Kunjungi Pelabuhan Panambuang Usai Panen Rumput Laut

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 814
    • 0Komentar

    Halmahera Selatan, 3 Mei 2025 – Usai menghadiri panen raya rumput laut di Desa Madapolo Timur, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melanjutkan kunjungan ke Balai Pengelola Pelabuhan Daerah Provinsi Maluku Utara di Desa Panambuang, Sabtu (03/05/2025) pukul 14.00 WIT. Kunjungan ini bertujuan memantau pengelolaan pelabuhan serta mendorong peningkatan konektivitas dan ekonomi maritim di wilayah […]

  • Dr. Al Walid Umamit, S.H.,M.H.Li, Ketua LBH Ansor Wilayah Maluku.

    Bongkar Kejanggalan Laporan Dana Desa, Gugatan Rudi Duwila Melawan Inspektorat Sula Resmi Masuk Pokok Perkara PTUN

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 710
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, AMBON – Perkara sengketa tata usaha negara yang menyeret lembaga pengawas internal Pemkab Kepulauan Sula kini resmi bergulir ke babak baru. Gugatan Rudi Duwila Inspektorat Sula PTUN Ambon terkait dugaan Perbuatan Melawan Hukum Pemerintah (Onrechmatige Overheidsdaad) dinyatakan telah lolos pemeriksaan formil dan resmi masuk ke dalam pemeriksaan pokok perkara pada 13 Mei 2026. […]

  • Inovasi Satpol PP Morotai: Layanan Pengaduan Kebakaran dan Ketertiban Berbasis Online

    Inovasi Satpol PP Morotai: Layanan Pengaduan Kebakaran dan Ketertiban Berbasis Online

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 163
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kebakaran di Kabupaten Pulau Morotai kerap terjadi pada lahan yang ditumbuhi rumput alang-alang. Vegetasi yang mudah kering, terutama saat musim kemarau, membuat api berpotensi menjalar dengan cepat dan meluas. Guna meningkatkan kecepatan respons penanganan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pulau Morotai tengah menyiapkan inovasi […]

  • Anggota DPRD Morotai Naswin Rowo Apresiasi Kontingen MA, MTs, dan MI Juara Galatama II Maluku Utara

    Anggota DPRD Morotai Naswin Rowo Apresiasi Kontingen MA, MTs, dan MI Juara Galatama II Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 338
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen peserta dari sekolah Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berpartisipasi dalam ajang Galatama II tingkat Provinsi Maluku Utara. Apresiasi khusus disampaikan kepada para siswa yang berhasil meraih juara dalam […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Jasri Usman Kembali Pimpin PKB Malut: Melanjutkan Tradisi Kemenangan di Bumi Moloku Kieraha

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 575
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO), 25 JANUARI 2026 – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Pulau Morotai secara resmi menyatakan dukungan penuh atas ditetapkannya kembali Jasri Usman sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi Maluku Utara untuk periode 2026-2031. Keputusan ini disampaikan menyusul penetapan struktur baru Dewan Syura dan Dewan Tanfidz DPW PKB Maluku […]

  • Pengelolaan Dana PAGU RS Pratama Bisui Diduga Kurang Transparan, Staf Minta Akuntabilitas

    Pengelolaan Dana PAGU RS Pratama Bisui Diduga Kurang Transparan, Staf Minta Akuntabilitas

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 891
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, BISUI, GANE TIMUR TENGAH – Rabu (25/06/25)  Pengelolaan Dana PAGU atau yang biasa disebut dana rutin di Rumah Sakit Pratama Bisui kini menjadi perhatian sejumlah pihak internal. Terdapat catatan bahwa pemanfaatan dana tersebut masih perlu dioptimalkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan. Seorang sumber di lingkungan RS Pratama Bisui yang enggan disebutkan namanya menyatakan, “Ada ketidakjelasan […]

expand_less