Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » ISRA’ MI’RAJ dan PERADABAN SUJUD

ISRA’ MI’RAJ dan PERADABAN SUJUD

  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 215
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Menurut saya hanya ada dua nilai-value dalam peristiwa kemukjizatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw yang menjadi spirit kebangsaan untuk digunakan oleh seorang pemimpin baik Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota dalam membangun Indonesia yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Pertama, kalau hendak sukses membangun bangsa Indonesia ini menjadi sebuah negara yang maju, kuat dan hebat maka harus dimulai dengan membangun ‘peradaban sujud’. Saya, anda dan kita semua harus bersujud sebelum bekerja dan kita kembali lagi bersujud sesudah sukses bekerja dalam membangun bangsa ini. Kita sujud sebelum belajar dan lebih-lebih kita kembali sujud lagi sesudah belajar.

Seorang Presiden harus sujud sebelum membuat policy-kebijakan dalam pemerintahannya dan kemudian bersujud lagi setelah kebijakan itu dieksekusi untuk kemashlahatan rakyatnya. Kalau kita hendak membangun peradaban ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, sosial-kemasyarakatan, maka kita harus mulai membangun peradaban ini dari masjid ke masjid-dari peradaban sujud ke sujud. Kalau jabatannya sudah ikut sujud maka otomatis jabatan itu tidak akan pernah disalahgunakan untuk menyengsarakan rakyatnya. Seorang ilmuwan yang rajin bersujud maka ilmunya tidak akan disalahgunakan untuk menipu orang lain.

Seorang pedagang, pengusaha, kontraktor dalam bekerja yang selalu bersujud maka profesinya itu tidak akan pernah disalahgunakan untuk menipu orang lain. Kecerdasannya, kekayaannya, populeritasnya, gelarnya yang selalu ikut bersujud dalam mencium tanah airnya maka ia akan gunakan semua itu untuk kemashlahatan umat. Ia tidak pernah sombong dengan segala yang dimilikinya. Karena hakikat sujud itu adalah kembali ke asal kejadian kita yakni ‘Turaab’-tanah-aadamu min turaab-bahwa Nabi Adam itu berasal dari Tanah kawan!

Kedua, bahwa Masjid sebagai tempat ‘peradaban sujud’ bagi seorang Muslim, sehingga dipastikan badannya sudah dijamin suci dari hadas kecil dan ia pun berada dalam keadaan suci dengan air wudhu’nya. Ketika selesai ia bersujud di dalam Masjid dengan mencium tanah air itu, maka ia pun harus kembali lagi bersujud dimana saja ia berada. Karena bumi ini adalah Masjid tempat bersujud bagi orang yang beragama untuk selalu mencium tanah airnya. Jangan berkhianat dengan tanah airmu sendiri, siapa yang terbukti berkhianat dengan tanah airnya sendiri maka halal darahnya untuk di eksekusi mati.

Untuk membangun bangsa ini seorang pemimpin harus mencium tanah airnya sendiri dengan cara bersujud, sehingga tanah-tanah yang kita miliki haram untuk dirusaki-dieksploitasi karena dijelaskan dalam sebuah kaedah ushulul fiqhi, “siapa saja yang merusak tanah airnya-mengeksploitasi tanah airnya untuk dijual ke tangan bangsa asing, maka sama saja ia merusak agamanya”. Dan semua kekayaannya jika bersumber dari cara merampas tanah rakyat, merusak dan melakukan eksploitasi tanah-tanah miliki rakyat, maka yang bersangkutan adalah pendusta agama dan pembohong agama. Ia akan mati dalam keadaan ‘su’ul khaatimah’ dan mulutnya akan dipenuhi oleh tanah. Karena selama hidupnya ia rakus, tamak karena memang hobinya yang suka merampas tanah-tanah orang lain.

Kalau ada yang merusak bumi ini akan berdampak terhadap kerusakan ekosistem bumi, merusak kerukunan kebhinekaan kita sebagai sesama warga bangsa Indonesia dan akan memutuskan hubungan shilaturrahim dengan alam ini. Apakah anda sudah bosan dengan agama, sehingga anda akan merusak dan menciderai agamamu sendiri kawan! 

Dengan memperingati peristiwa yang Maha Agung ini, marilah saya, anda dan kita semua secara barjama’ah untuk membangun ‘peradaban sujud’ ke sujud di bumi ini, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw saat diperjalankan dari Masjidil Haram sebagai tempat peradaban sujud dan menuju ke satu titik peradaban yakni Masjidil Aqsha juga sebagai tempat peradaban sujud kepada Allah Swt. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Bajo Institut Malut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumpukan sampah di Pelabuhan SpeedBoat Sofifi, bukti Kurangnya Kesadaran Lingkungan?

    Tumpukan sampah di Pelabuhan SpeedBoat Sofifi, bukti Kurangnya Kesadaran Lingkungan?

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Sumber Dok : @Mimi.nabiu Sofifi kembali menjadi sorotan publik setelah video berdurasi 27 detik yang diunggah akun Instagram @mimi.nabiu pada Minggu (12/1/24) memicu keprihatinan masyarakat. Dalam video tersebut terlihat jelas tumpukan sampah mencemari pesisir pantai di sekitar pelabuhan speedboat Sofifi. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan terkait pengelolaan sampah dan kebersihan di kawasan tersebut. Mimi Nabiu, pengunggah […]

  • Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

    Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Pendidikan kerap dipuji sebagai jalan utama menuju kemajuan. Ia disebut jembatan masa depan, tangga mobilitas sosial, bahkan mesin peradaban. Namun, di balik retorika yang berulang, ada kenyataan yang jarang diucapkan dengan jujur: banyak anak Indonesia hari ini sedang belajar dalam kondisi yang rapuh, seolah membaca buku di atas perahu bocor. Perahu itu tidak selalu tampak […]

  • Santri Dafater Sabet Banyak Juara di STQH Kota Ternate 2025, Bukti Konsistensi dan Ketekunan

    Santri Dafater Sabet Banyak Juara di STQH Kota Ternate 2025, Bukti Konsistensi dan Ketekunan

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Ternate – Santri Pondok Pesantren Darul Falah Ternate (Dafater) kembali membuktikan kualitas mereka dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XVIII tingkat Kota Ternate yang berlangsung pada 17–21 April 2025. Mereka tampil gemilang di cabang Hifdzul Hadits, baik kategori 500 hadits maupun 100 hadits dengan sanad. Di cabang 500 hadits, M. Nasrullah Kadir berhasil […]

  • Aksi damai Forum BEM Se-DIY memperingati Hari Jadi Yogyakarta ke-269 dengan tema Maklumat Jogja: Demokrasi Tanpa Kekerasan dan Budaya sebagai Penopang.

    Forum BEM Se-DIY Gelar Aksi Damai: Maklumat Jogja, Demokrasi Tanpa Kekerasan dan Budaya sebagai Penopang

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 8 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Yogyakarta ke-269, Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Se–Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM Se-DIY) menggelar aksi damai bertajuk “Menggugah Maklumat Jogja: Demokrasi Tanpa Kekerasan, Budaya sebagai Penopang.” Aksi ini bukan sekadar seremonial peringatan, melainkan refleksi moral dan politik terhadap kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilai semakin […]

  • Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara. Source : Istimewa

    Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Ekonomi seringkali dipersepsikan sebagai ilmu yang rumit, penuh angka, grafik, dan istilah teknis yang hanya layak dipelajari di bangku sekolah menengah atau perguruan tinggi. Padahal, tanpa disadari, aktivitas ekonomi justru paling awal dan paling sering dijalani manusia sejak usia kanak-kanak. Saat seorang anak memilih jajanan di sekolah, menabung menggunakan celengan, atau meminta orang tuanya membelikan, […]

  • engurus DPD JMSI Maluku Utara melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor manajemen PT IWIP di Weda. PT IWIP menyatakan komitmennya mendukung ekosistem informasi yang sehat dan transparan di wilayah lingkar industri. (Foto: Dok. JMSI Malut)

    Pasca Musda, JMSI Maluku Utara ‘Gaspol’ Konsolidasi: Gandeng Wabup Halteng dan PT IWIP Perkuat Ekosistem Pers

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 253
    • 0Komentar

    WEDA, HALMAHERA TENGAH (BALENGKO) – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Maluku Utara bergerak cepat memperkuat barisan usai gelaran Musyawarah Daerah (Musda). Memasuki fase baru kepengurusan, JMSI Maluku Utara langsung melakukan akselerasi konsolidasi dengan menyambangi para pemangku kepentingan strategis di Kabupaten Halmahera Tengah pada Rabu (21/01/2026). Langkah taktis ini diawali dengan pertemuan hangat bersama Wakil […]

expand_less