Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » ISRA’ MI’RAJ dan PERADABAN SUJUD

ISRA’ MI’RAJ dan PERADABAN SUJUD

  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 247
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Menurut saya hanya ada dua nilai-value dalam peristiwa kemukjizatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw yang menjadi spirit kebangsaan untuk digunakan oleh seorang pemimpin baik Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota dalam membangun Indonesia yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Pertama, kalau hendak sukses membangun bangsa Indonesia ini menjadi sebuah negara yang maju, kuat dan hebat maka harus dimulai dengan membangun ‘peradaban sujud’. Saya, anda dan kita semua harus bersujud sebelum bekerja dan kita kembali lagi bersujud sesudah sukses bekerja dalam membangun bangsa ini. Kita sujud sebelum belajar dan lebih-lebih kita kembali sujud lagi sesudah belajar.

Seorang Presiden harus sujud sebelum membuat policy-kebijakan dalam pemerintahannya dan kemudian bersujud lagi setelah kebijakan itu dieksekusi untuk kemashlahatan rakyatnya. Kalau kita hendak membangun peradaban ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, sosial-kemasyarakatan, maka kita harus mulai membangun peradaban ini dari masjid ke masjid-dari peradaban sujud ke sujud. Kalau jabatannya sudah ikut sujud maka otomatis jabatan itu tidak akan pernah disalahgunakan untuk menyengsarakan rakyatnya. Seorang ilmuwan yang rajin bersujud maka ilmunya tidak akan disalahgunakan untuk menipu orang lain.

Seorang pedagang, pengusaha, kontraktor dalam bekerja yang selalu bersujud maka profesinya itu tidak akan pernah disalahgunakan untuk menipu orang lain. Kecerdasannya, kekayaannya, populeritasnya, gelarnya yang selalu ikut bersujud dalam mencium tanah airnya maka ia akan gunakan semua itu untuk kemashlahatan umat. Ia tidak pernah sombong dengan segala yang dimilikinya. Karena hakikat sujud itu adalah kembali ke asal kejadian kita yakni ‘Turaab’-tanah-aadamu min turaab-bahwa Nabi Adam itu berasal dari Tanah kawan!

Kedua, bahwa Masjid sebagai tempat ‘peradaban sujud’ bagi seorang Muslim, sehingga dipastikan badannya sudah dijamin suci dari hadas kecil dan ia pun berada dalam keadaan suci dengan air wudhu’nya. Ketika selesai ia bersujud di dalam Masjid dengan mencium tanah air itu, maka ia pun harus kembali lagi bersujud dimana saja ia berada. Karena bumi ini adalah Masjid tempat bersujud bagi orang yang beragama untuk selalu mencium tanah airnya. Jangan berkhianat dengan tanah airmu sendiri, siapa yang terbukti berkhianat dengan tanah airnya sendiri maka halal darahnya untuk di eksekusi mati.

Untuk membangun bangsa ini seorang pemimpin harus mencium tanah airnya sendiri dengan cara bersujud, sehingga tanah-tanah yang kita miliki haram untuk dirusaki-dieksploitasi karena dijelaskan dalam sebuah kaedah ushulul fiqhi, “siapa saja yang merusak tanah airnya-mengeksploitasi tanah airnya untuk dijual ke tangan bangsa asing, maka sama saja ia merusak agamanya”. Dan semua kekayaannya jika bersumber dari cara merampas tanah rakyat, merusak dan melakukan eksploitasi tanah-tanah miliki rakyat, maka yang bersangkutan adalah pendusta agama dan pembohong agama. Ia akan mati dalam keadaan ‘su’ul khaatimah’ dan mulutnya akan dipenuhi oleh tanah. Karena selama hidupnya ia rakus, tamak karena memang hobinya yang suka merampas tanah-tanah orang lain.

Kalau ada yang merusak bumi ini akan berdampak terhadap kerusakan ekosistem bumi, merusak kerukunan kebhinekaan kita sebagai sesama warga bangsa Indonesia dan akan memutuskan hubungan shilaturrahim dengan alam ini. Apakah anda sudah bosan dengan agama, sehingga anda akan merusak dan menciderai agamamu sendiri kawan! 

Dengan memperingati peristiwa yang Maha Agung ini, marilah saya, anda dan kita semua secara barjama’ah untuk membangun ‘peradaban sujud’ ke sujud di bumi ini, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw saat diperjalankan dari Masjidil Haram sebagai tempat peradaban sujud dan menuju ke satu titik peradaban yakni Masjidil Aqsha juga sebagai tempat peradaban sujud kepada Allah Swt. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Bajo Institut Malut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

    DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Ain Dadong/ Ketua BEM UST Yogyakarta
    • visibility 742
    • 0Komentar

    Tamansiswa, yang secara historis lahir sebagai antitesis terhadap hegemoni kolonial, kini justru terjebak dalam hegemoni usang di dalam tubuhnya sendiri. Cita-cita revolusioner Ki Hadjar Dewantara untuk memerdekakan manusia secara lahir dan batin tampak kehilangan daya ledaknya di era modern ini. Alih-alih bertransformasi menjadi poros pemikiran pendidikan kontemporer, organisasi ini justru mengalami kemandekan struktural yang sangat […]

  • Kondisi mesin pompa air yang mengalami kerusakan di Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. (Sumber foto: Istimewa)

    Sebulan Mesin Pompa Rusak, Warga Desa Muhajirin Morotai Hidup dalam Kecemasan Akan Genangan Air

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Morotai (BALENGKO) — Warga Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, menyampaikan harapan agar kerusakan mesin pompa air di wilayah mereka dapat segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Mesin tersebut diketahui telah tidak berfungsi selama kurang lebih satu bulan terakhir dan dikhawatirkan dapat memicu genangan air, terutama saat curah hujan meningkat. Seorang warga berinisial […]

  • Mengenal Lebih Dekat Ongker, Rapper dari Indonesia Timur yang Membawa Identitas Maluku dalam Setiap Liriknya

    Mengenal Lebih Dekat Ongker, Rapper dari Indonesia Timur yang Membawa Identitas Maluku dalam Setiap Liriknya

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram Ongker Ongker, seorang rapper berbakat asal Indonesia Timur, baru-baru ini berbagi cerita tentang perjalanan musiknya dalam sebuah wawancara eksklusif. Dari awal mula ketertarikannya pada musik hip-hop hingga tantangan yang dihadapi sebagai musisi dari daerah, Ongker membuka pintu bagi kita untuk memahami lebih dalam tentang dirinya dan karya-karyanya. Awal Mula Tertarik pada […]

  • Para peserta PKD III GP Ansor Kota Tidore Kepulauan mengikuti rangkaian penutupan kegiatan dengan penuh khidmat di Desa Aketobatu, Kecamatan Oba Tengah, Minggu (7/12/2025).

    PKD III GP Ansor Kota Tidore Kepulauan Resmi Ditutup, Cetak Kader Muda Visioner

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO)– Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ke-III Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tidore Kepulauan resmi ditutup pada Minggu, 7 Desember 2025. Kegiatan penutupan berlangsung di Desa Aketobatu, Kecamatan Oba Tengah. PKD yang digelar selama tiga hari ini diikuti oleh 35 peserta dari berbagai desa dan kelurahan di Kota Tidore Kepulauan. Dari jumlah […]

  • Pesantren Ramadhan 1446 H/2025 di Masjid Raya Shaful Khairaat Sofifi: Momen Pembiasaan Anak Indonesia Hebat dan Berakhlak Mulia

    Pesantren Ramadhan 1446 H/2025 di Masjid Raya Shaful Khairaat Sofifi: Momen Pembiasaan Anak Indonesia Hebat dan Berakhlak Mulia

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Dok. Balengko Space Sofifi, Selasa (11/03/25) – Masjid Raya Shaful Khairaat Sofifi menjadi tuan rumah digelarnya Pesantren Ramadhan 1446 H/2025 yang mengusung tema “Ramadhan: Momentum Pembiasaan Anak Indonesia Hebat, Cerdas, Berakhlak Mulia.” Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan siswa dari jenjang SMP, MTs, SMA, dan MA di wilayah Kota Sofifi dan sekitarnya. Suasana semakin syahdu dengan […]

  • Aksi nyata HMP Pascasarjana UGM Tanam Mangrove sebanyak 1.000 bibit di Jangkaran, Kulon Progo demi menekan laju abrasi dan krisis iklim global.

    HMP Pascasarjana UGM Tanam Mangrove di Pesisir Kulon Progo

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 266
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, KULON PROGO – Di tengah meningkatnya ancaman abrasi pantai dan hantaman krisis iklim di pesisir selatan Yogyakarta, aksi nyata restorasi lingkungan dideklarasikan oleh elemen akademisi. Ratusan mahasiswa, pelajar, penggerak komunitas, dan warga lokal turun langsung mengawal agenda HMP Pascasarjana UGM Tanam Mangrove sebanyak 1.000 bibit di kawasan pesisir Jangkaran, Kulon Progo, Sabtu (24/05/2026). […]

expand_less