BADKO HMI Maluku Utara: Diplomasi Prabowo di Davos dan Program 1.500 Kapal adalah Tonggak Kebangkitan Poros Maritim
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 47
- comment 0 komentar

Sumber foto : Istimewa
TERNATE (BALENGKO) – Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Maluku Utara, M. Akbar M. Lakoda, memberikan apresiasi mendalam atas langkah strategis Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya ke World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata kembalinya taring diplomasi Indonesia di kancah internasional.
Akbar menegaskan bahwa keberanian Presiden Prabowo berbicara di panggung dunia menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara berdaulat yang konsisten pada prinsip Non-Blok, namun tetap proaktif dalam menentukan arah ekonomi global.
“Presiden Prabowo di Davos telah menunjukkan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar objek pasar, melainkan subjek strategis. Diplomasi ini adalah langkah cerdas untuk menarik investasi bermartabat, terutama pada sektor hilirisasi industri dan energi hijau yang menjadi tumpuan masa depan bangsa,” ujar Akbar dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (28/1).
Revolusi Maritim dan Ketahanan Pangan Terkait kebijakan pembangunan 1.500 kapal tangkap untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, Badko HMI Maluku Utara memandangnya sebagai revolusi maritim yang telah lama dinantikan. Menurutnya, kebijakan ini merupakan jawaban konkret atas tantangan kedaulatan di wilayah perairan Indonesia.
“Indonesia adalah bangsa pelaut. Kebijakan 1.500 kapal ini adalah pesan tegas bahwa setiap jengkal perairan kita harus diisi oleh armada tangguh hasil karya anak bangsa. Ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kedaulatan,” tegasnya.
Akbar menambahkan bahwa kebijakan ini akan memicu efek domino yang luar biasa secara nasional. Mulai dari penguatan posisi tawar Indonesia di wilayah sengketa, menghidupkan industri galangan kapal dalam negeri, hingga mengefektifkan distribusi logistik ke seluruh pelosok tanah air agar ekonomi tidak lagi terpusat di Pulau Jawa.
Loncatan Intelektual melalui Kerja Sama Pendidikan Selain sektor ekonomi dan maritim, Badko HMI Maluku Utara turut menyoroti penguatan kerja sama pendidikan dengan Inggris. Pertemuan Presiden dengan para profesor dari universitas elit seperti Oxford dan Imperial College London dipandang sebagai investasi besar bagi kualitas intelektual generasi muda.
Rencana pendirian 10 kampus baru di bidang Kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), serta program pertukaran dosen dan mahasiswa, dinilai akan memastikan anak muda Indonesia mampu bersaing di level global (Endless Horizons).
“Kami di Maluku Utara, sebagai representasi wilayah kepulauan, merasa bangga. Kebijakan ini adalah bentuk pengakuan bahwa masa depan Indonesia ada di laut. Kami berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam mengawal visi besar ini menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Akbar.
- Penulis: Agung Gumelar
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar