LPTNU Jajaki Kerja Sama Pendidikan di Uzbekistan, Siapkan Lulusan Berwawasan Global
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- visibility 352
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rektor UNUTARA Dr. M. Nasir Tamalene (kanan) bersama Dubes RI di Uzbekistan, Prof. Siti Ruhaini Dzuhayatin (tengah) . Kunjungan ini bertujuan membuka peluang bagi lulusan PTNU untuk berkarir sebagai tenaga pendidik sains di sekolah internasional Uzbekistan. (Foto: Istimewa)
TASHKENT (BALENGKO) — Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Indonesia melakukan kunjungan strategis ke Uzbekistan untuk menjajaki kolaborasi pendidikan internasional. Langkah ini bertujuan memperkuat posisi perguruan tinggi NU di kancah global serta membuka peluang karier bagi lulusannya di kawasan Asia Tengah.
Pertemuan Strategis di Kedutaan Besar
Delegasi yang terdiri dari sejumlah rektor perguruan tinggi NU se-Indonesia ini diterima langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan, Prof. Siti Ruhaini Dzuhayatin, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tashkent.
Hadir dalam pertemuan tersebut Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA), Dr. M. Nasir Tamalene, yang mewakili LPTNU wilayah Indonesia Timur. Dialog ini fokus pada pengembangan kurikulum yang berorientasi global dan pemetaan peluang akademik.
Peluang Tenaga Pendidik di Asia Tengah
Rektor UNUTARA, M. Nasir Tamalene, menyoroti besarnya kebutuhan tenaga pendidik asal Indonesia di Uzbekistan, khususnya pada sekolah-sekolah internasional.
“Peluang nyata ada pada kebutuhan guru bidang Sains. Namun, kemampuan berbahasa Inggris menjadi syarat utama yang harus dimiliki generasi muda kita untuk mengambil kesempatan tersebut,” ujar Nasir.
Ia menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi NU harus dipersiapkan untuk bersaing melampaui tingkat lokal. Menurutnya, tantangan utama bukan pada ketersediaan peluang, melainkan pada kesiapan dan kemauan lulusan untuk beradaptasi dengan dinamika global.
- Penulis: Mursid Puko
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar