Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » “Alam & Manusia” di Living Law Art Stage: Seni sebagai Kritik Masyarakat Adat

“Alam & Manusia” di Living Law Art Stage: Seni sebagai Kritik Masyarakat Adat

  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 205
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA — Suasana penuh refleksi menyelimuti gelaran Living Law Art Stage, sebuah panggung seni yang melampaui batas estetika untuk menjadi medium kritik sosial yang tajam. Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian publik adalah kolaborasi multidimensi bertajuk “Alam & Manusia”.

Karya orisinal dari Andika Budi Saputra ini dibawakan melalui aksi visual yang menggandeng rekan-rekan USHP, alumni UJB, serta seniman Lidwina Riestanti. Pertunjukan tersebut memadukan sastra, seni rupa, dan ekspresi teatrikal untuk menggambarkan relasi kompleks antara manusia dan alam yang kian tergerus oleh eksploitasi.

Simbol Badut dan Ironi Kekuasaan

Puncak ketegangan artistik muncul saat penampilan lukisan sosok badut dipamerkan di atas panggung. Simbol badut ini merepresentasikan tiga entitas besar: negara, korporasi, dan masyarakat adat. Melalui visual tersebut, para seniman menghadirkan ironi tentang bagaimana kekuasaan dan kepentingan ekonomi kerap “memainkan peran” di atas penderitaan, sementara masyarakat adat menjadi pihak yang paling terdampak.

Dalam setiap bait puisinya, Andika menyoroti perubahan drastis alam dari ruang hidup yang harmonis menjadi sekadar objek keuntungan tanpa henti. Kritik keras diarahkan pada negara yang dinilai abai, serta korporasi yang mengutamakan profit di atas keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal.

Hukum yang Hidup dalam Realitas Sosial

“Alam bukan untuk ditaklukkan,” menjadi pesan kuat yang menggema, mengingatkan audiens pada nilai-nilai masyarakat adat yang menjunjung tinggi keseimbangan hidup. Living Law Art Stage sendiri hadir sebagai ruang alternatif bagi mahasiswa hukum untuk mengekspresikan gagasan secara kreatif.

Kegiatan ini membuktikan bahwa hukum tidak hanya hidup dalam teks normatif di ruang kelas, tetapi juga berdenyut dalam realitas sosial, budaya, dan seni. Melalui panggung ini, tersampaikan pesan bahwa keadilan sejati adalah tentang keberpihakan kepada yang lemah, termasuk alam dan masyarakat adat yang sering kali terpinggirkan oleh arus industri. (BS)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaksi BS

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPD RI Hasbi Yusuf mendesak penyelesaian proporsional konflik lahan TNI AU di Morotai guna menyeimbangkan kedaulatan negara dan hak-hak masyarakat.

    Hasbi Yusuf Desak Penyelesaian Proporsional Konflik Lahan TNI AU di Morotai

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 290
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Komite III DPD RI, Hasbi Yusuf, mengeluarkan pernyataan tegas terkait sengketa lahan menahun antara TNI Angkatan Udara (AU) dan masyarakat di Pulau Morotai. Ia mendesak agar penyelesaian konflik tersebut dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi semua pihak. Pernyataan ini disampaikan Hasbi usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-II MD […]

  • Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta Gelar Aksi Damai: Desak Cabut IUP Bermasalah dan Stop Perampasan Tanah Adat Play Button

    Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta Gelar Aksi Damai: Desak Cabut IUP Bermasalah dan Stop Perampasan Tanah Adat

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 1.755
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 28 April 2025 – Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur Yogyakarta menggelar aksi damai di halaman Kantor Polda DIY, Senin (28/4/25). Mereka menyuarakan sepuluh tuntutan, di antaranya mencabut seluruh Izin Usaha Pertambangan (IUP) bermasalah di Halmahera Timur, menghentikan perampasan ruang hidup, serta mendorong penghentian pencemaran lingkungan di daerah tersebut. Dalam […]

  • Sebelum mendominasi era modern, Lionel Messi muda tumbuh dan bersaing langsung dengan para maestro lapangan hijau. Pengalaman lintas era inilah yang membuatnya memiliki visi bermain di atas rata-rata pemain masa kini.

    Seabad Belum Selesai: Hatrik Aljazair dan Pembuktian La Pulga Lintas Generasi

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Lagi-lagi, bukan namanya Lionel Messi jika tidak memberikan kejutan bagi dunia sepak bola. Laga pembuka Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi ajang adaptasi yang wajar bagi seorang pemain. Apalagi bagi sosok yang usianya kini tidak lagi muda dan mulai menginjak kepala empat. Namun, Messi menolak tunduk pada usia. Menghadapi Aljazair dalam laga perdana fase grup, Kapten […]

  • Gelar Hari Gizi Nasional ke-65: Tidak hanya Hiburan tetapi harus menjadi Momen Penting untuk Edukasi Gizi dan Kesehatan

    Gelar Hari Gizi Nasional ke-65: Tidak hanya Hiburan tetapi harus menjadi Momen Penting untuk Edukasi Gizi dan Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 571
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Hari Gizi Nasional ke-65 yang mengusung tema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” menjadi salah satu momen strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari. Tema ini sangat relevan mengingat tingginya angka permasalahan gizi di Indonesia, seperti stunting, obesitas, dan kekurangan zat gizi mikro yang masih menjadi tantangan […]

  • Dari Tambang ke Tubuh: Deretan Penyakit Akibat Aktivitas Pertambangan

    Dari Tambang ke Tubuh: Deretan Penyakit Akibat Aktivitas Pertambangan

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 631
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com – Maluku Utara dikenal sebagai salah satu provinsi dengan kekayaan alam yang melimpah. Tak hanya memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, tetapi juga dianugerahi kandungan tambang seperti nikel, emas, dan mineral lainnya yang menjadi incaran berbagai perusahaan besar. Namun, di balik gemerlap pembangunan dan pemasukan daerah yang menjanjikan, aktivitas pertambangan menyimpan ancaman yang semakin […]

  • Nelayan lokal Morotai terancam kapal pakura

    HIPPMAMORO Yogyakarta Desak Pemda Morotai dan Gubernur Maluku Utara Tuntaskan Masalah Kapal Pakura

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 25 September 2025 –Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morotai (HIPPMAMORO) Yogyakarta menegaskan sikap atas maraknya kapal pakura yang masuk ke wilayah tangkap nelayan tuna di Kabupaten Pulau Morotai. Aktivitas kapal tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah dan DPRD. Lebih jauh lagi, kondisi ini mengancam keberlangsungan hidup nelayan kecil yang bergantung pada hasil tangkapan tradisional. […]

expand_less