Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Korban Kecelakaan di Morotai Mengaku Ditekan Saat Teken Surat Damai, Kaki Terancam Infeksi

Korban Kecelakaan di Morotai Mengaku Ditekan Saat Teken Surat Damai, Kaki Terancam Infeksi

  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 455
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI — Seorang ibu rumah tangga berinisial CMB, warga Kabupaten Pulau Morotai, mengalami patah kaki serius setelah diduga ditabrak sepeda motor yang dikendarai seorang oknum anggota polisi berinisal AS (24/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIT.

Kecelakaan tersebut terjadi di pertigaan depan Kantor Samsat Daruba, tepatnya di depan Toko Haji Murni. Saat itu, korban baru selesai berbelanja dan berjalan kaki menuju rumahnya.

Suami korban, IL, menuturkan bahwa istrinya sempat melihat kendaraan yang melaju dari arah Asam Jawa menuju Kantor Bupati dengan kecepatan tinggi. Namun, ketika korban hendak melangkah, sepeda motor yang diduga dikendarai oknum polisi tersebut disebut sudah tidak terkendali hingga menabrak korban.

Akibat benturan keras itu, kaki korban mengalami patah tulang dengan kondisi membengkok. Korban sempat dilarikan ke RSUD Ir. Soekarno Daruba. Namun, menurut IL, dokter menyatakan cedera tersebut tidak dapat ditangani di rumah sakit tersebut sehingga korban dirujuk ke RSUD Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, dan menjalani operasi pada 25 Mei 2026.

Menurut IL, pihak pelaku pada awalnya menanggung biaya operasi dan pengobatan korban. Namun, saat dilakukan pembicaraan lanjutan terkait penyelesaian perkara, dirinya mengaku sempat ditawari uang sebesar Rp5 juta sesuai kemampuan pihak pelaku.

“Saya sebenarnya mau proses. Saya tidak terima kalau hanya selesai dengan uang Rp5 juta. Saya tidak minta macam-macam, saya hanya memikirkan kebutuhan istri saya. Kalau dia cacat, otomatis saya tidak bisa keluar bekerja karena harus menjaga dia,” kata IL.

IL mengaku saat pembahasan penyelesaian perkara berlangsung, dirinya berada seorang diri di dalam ruangan dan merasa berada dalam tekanan. Bahkan, menurut pengakuannya, ia mendapat penjelasan bahwa apabila perkara tersebut diproses secara hukum, maka dirinya akan berhadapan dengan “dua hukum”.

“Kalau saya proses, saya akan berhadapan dengan dua hukum. Pertama dengan pelaku dan kedua dengan negara, yaitu kepolisian. Saya dibilang kalau saya lapor, saya sendiri yang akan susah,” ujarnya.

IL juga mengaku mendapat penjelasan bahwa apabila kasus tetap dibawa ke ranah pidana, maka pihak korban diminta mengembalikan biaya operasi dan pengobatan yang telah dikeluarkan.

“Saya pikir-pikir lagi. Kalau diproses, saya yang akan setengah mati. Istri saya dalam kondisi seperti ini, bagaimana saya mencari uang dan membiayai pengobatannya, apalagi kalau harus mengembalikan biaya operasi yang sudah dikeluarkan,” tuturnya.

Karena pertimbangan tersebut, keluarga korban akhirnya menandatangani surat pernyataan damai. Namun, IL mengaku keputusan itu diambil setelah dirinya merasa tertekan dengan berbagai konsekuensi yang disampaikan apabila perkara diteruskan ke jalur pidana.

Menurut IL, dirinya bahkan merekam pembicaraan yang berlangsung pada 1 Juni 2026 terkait pembuatan surat pernyataan tersebut. Rekaman video itu dibuat karena ia merasa berada seorang diri dan dalam posisi tertekan saat diminta mengambil keputusan.

Selain itu, keluarga korban mengaku menerima tambahan uang sebesar Rp15 juta sebelum akhirnya diminta menandatangani surat pernyataan damai.

Hampir satu bulan setelah kejadian, IL mengaku pihak keluarga pelaku belum pernah datang menjenguk istrinya yang masih menjalani pemulihan. Ia juga mengaku khawatir karena berdasarkan penjelasan dokter, kaki istrinya diduga mengalami infeksi pada bagian yang telah dipasangi pen.

“Sampai sekarang mereka tidak pernah datang melihat kondisi istri saya. Demi Allah, tidak pernah satu kali pun datang menjenguk atau sekadar menanyakan perkembangan kesehatannya,” ungkapnya.

Menurut IL, apabila infeksi semakin parah, tindakan pencabutan platina menjadi salah satu opsi medis yang harus dilakukan. Bahkan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berujung pada amputasi.

Kasus kecelakaan yang diduga melibatkan anggota kepolisian tersebut kini memunculkan pertanyaan terkait penanganan perkara kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan luka berat, termasuk pengakuan keluarga korban mengenai adanya pernyataan bahwa mereka akan menghadapi “dua hukum” apabila memilih menempuh jalur pidana.

Redaksi juga memperoleh informasi mengenai adanya rekaman video yang dibuat suami korban saat pembahasan surat pernyataan pada 1 Juni 2026. Menurut pengakuan keluarga korban, rekaman tersebut dibuat karena suami korban merasa tertekan sehingga akhirnya menandatangani surat pernyataan damai.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Pulau Morotai belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kecelakaan, perkembangan penanganan perkara, maupun pengakuan keluarga korban mengenai adanya pernyataan “dua hukum” serta dugaan tekanan psikologis saat proses penandatanganan surat pernyataan berlangsung.

  • Penulis: Mujizad Mandea
  • Editor: Redaksi Balengko Space

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Sarbin Sehe sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara: Awal Pengabdian untuk Masyarakat dan Perubahan

    Pelantikan Sarbin Sehe sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara: Awal Pengabdian untuk Masyarakat dan Perubahan

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Jakarta, 20 Februari 2025 – Setelah pelantikan serentak kepala daerah di Indonesia, Sarbin Sehe resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara mendampingi Gubernur Sherly Tjoanda. Upacara pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (20/2) pukul 10.00 WIB. Dalam wawancara usai pelantikan, Sarbin Sehe mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan. […]

  • Kolaborasi PKPM Nuku Yogyakarta dan Taman Pelajar Aceh Meriahkan HUT Tidore ke-917

    Kolaborasi PKPM Nuku Yogyakarta dan Taman Pelajar Aceh Meriahkan HUT Tidore ke-917

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 624
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 27 April 2025 – Perkumpulan Keluarga Pemuda Mahasiswa (PKPM) Nuku Yogyakarta bersama Taman Pelajar Aceh sukses menggelar peringatan Hari Jadi Tidore (HJT) ke-917 kegiatan ini di gelar pada Sabtu, (26/4/25) Balai Bale gading Asrama Putri Aceh Yogyakarta. Kolaborasi lintas budaya ini menegaskan semangat persatuan Indonesia dari Aceh hingga Maluku Utara. Siti Chumairah Anwar, Ketua […]

  • Homestay Murah dan Nyaman di Kota Ternate, Dekat Bandara Sultan Babullah dan Pelabuhan

    Homestay Murah dan Nyaman di Kota Ternate, Dekat Bandara Sultan Babullah dan Pelabuhan

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 886
    • 0Komentar

    Foto : Shutterstock/Nuralam/Istimewa Maluku Utara adalah surga tersembunyi dengan kekayaan alam yang memukau. Dari sektor pertanian, pertambangan, hingga pariwisata, provinsi ini menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Tidak hanya menawarkan pemandangan menakjubkan, Maluku Utara juga menjadi destinasi favorit bagi mereka yang mencari pengalaman baru dan unik. Kota Ternate, sebagai salah satu pintu gerbang menuju Pulau […]

  • Anggota DPR RI Irine Yusiana Roba Putri saat memberikan paparan Kunjungan Kerja Komisi V di Hotel Bella Ternate.

    Kawal Konektivitas Kepulauan, Irine Roba Desak Percepatan Infrastruktur di Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 477
    • 0Komentar

    TERNATE, BALENGKO SPACE – Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menekankan pentingnya pemerataan kualitas infrastruktur dan transportasi di Provinsi Maluku Utara, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal tersebut ditegaskannya dalam agenda Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi V DPR RI di Hotel Bella, Ternate, Rabu (22/4/2026). Irine menyatakan bahwa fokus […]

  • Narasumber dari Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya memberikan pendampingan kepada peserta Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara di Kampus UNUTARA, Ternate.

    Unutara Perkuat Budaya Mutu Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI)

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 871
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 13 November 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memastikan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berjalan optimal dan berkelanjutan. Pelatihan yang […]

  • HIMAIT Universitas Alma Ata Gelar Aksi Sosial di Panti Asuhan Bantul

    HIMAIT Universitas Alma Ata Gelar Aksi Sosial di Panti Asuhan Bantul

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Arafik Ramli
    • visibility 866
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 18 Mei 2025 (balengkospace.com) – Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur (HIMAIT) Universitas Alma Ata kembali menunjukkan kepeduliannya lewat aksi sosial di Panti Asuhan Mustika Tama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 17 Mei 2025, pukul 15.30 hingga 20.00 WIB, mengusung tema “Satu Tindakan Kecil yang Melahirkan Cinta dan Merangkai Kebersamaan.” Kegiatan dimulai […]

expand_less