Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Aksi GEMPUR September Hitam di Jogja: Mahasiswa Malut Gugat “Jakarta” dan Kritik Gubernur Sherly Tjoanda

Aksi GEMPUR September Hitam di Jogja: Mahasiswa Malut Gugat “Jakarta” dan Kritik Gubernur Sherly Tjoanda

  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 315
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pelajar kembali diwarnai gelombang gerakan kritis mahasiswa dalam momentum September Hitam. Mengambil momentum sejarah perlawanan tersebut, mahasiswa Maluku Utara yang menempuh pendidikan di Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Markas Polda D.I. Yogyakarta, Senin (07/09/2026).

Aliansi yang menamakan diri sebagai Generasi Muda Kepulauan Rempah (GEMPUR) ini hadir secara terbuka menggugat “Jakarta”, merujuk pada Pemerintah Pusat, atas ketidakadilan pembagian hasil sumber daya alam (SDA) antara pusat dan daerah. Massa aksi bergerak melintasi titik-titik krusial Yogyakarta mulai dari Pertigaan Gejayan, hingga depan Polda DIY—sejak pukul 15.00 WIB dan berakhir tertib pukul 18.00 WIB.

Selain melayangkan 26 poin tuntutan yang terangkum dalam dokumen manifesto Aksi GEMPUR, massa aksi juga membacakan Manifesto Perjuangan serta menampilkan Tarian Cakalele sebagai simbol perlawanan terhadap sistem kepemerintahan yang dinilai tidak adil terhadap Maluku Utara.

Simbol Perlawanan: Tarian Cakalele digaungkan mahasiswa Maluku Utara saat menggelar Aksi GEMPUR September Hitam di Yogyakarta (7/9/2026) sebagai bentuk protes atas ketimpangan pembagian hasil tambang antara pusat dan daerah. (Foto: Dok. Balengkospace.com)

Gugat Kebijakan “Jakarta” hingga Sentil Gubernur Sherly Tjoanda

Dalam seruan aksinya, mahasiswa mengarahkan kritik tajam terhadap penentu kebijakan di “Jakarta” di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto maupun pemerintah daerah. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, turut tak luput dari sorotan kritis massa.

Mahasiswa menilai Pemprov Maluku Utara di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda belum mampu memberikan solusi konkret terhadap pengelolaan keuangan hasil tambang maupun menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat lokal yang dinilai belum sejahtera di tengah masifnya industri ekstraktif.

Kordum Jelaskan Jalannya Aksi dan Komitmen Perjuangan

Meski sempat terjadi ketegangan di lapangan, situasi dapat dikoordinasikan dengan baik oleh tim keamanan internal dan penanggung jawab aksi. Koordinator Umum (Kordum) Aksi, Faisal Umanailo, S.H., menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan bentuk kesadaran kritis pemuda Maluku Utara di perantauan.

“Aksi hari ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar sampai selesai. Ini adalah perjuangan kita bersama atas dasar kesadaran kita sebagai pemuda Maluku Utara yang ada di Yogyakarta. Kedisiplinan seluruh massa aksi yang tetap menjaga koordinasi, mengikuti arahan lapangan, dan menjunjung tinggi prinsip aksi damai dari awal hingga akhir,” ujar Faisal Umanailo, S.H., kepada redaksi Balengko Space di lapangan.

Faisal menyampaikan apresiasinya kepada seluruh elemen aksi dan mengoperasionalkan komitmen bahwa gerakan ini akan berlanjut hingga seluruh tuntutan direalisasikan.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Kekerasan Daycare Jogja

    Kasus Kekerasan Daycare Jogja: Praktisi Hukum Desak Polisi Gerak Cepat Lindungi Hak Anak

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 143
    • 0Komentar

    JAKARTA, BALENGKO SPACE – Mencuatnya dugaan Kasus Kekerasan Daycare Jogja yang melibatkan lebih dari satu korban memantik kekhawatiran publik. Praktisi hukum mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tidak setengah hati dalam mengusut tuntas perkara yang mencederai hak-hak anak tersebut. Ketua Bidang Hukum dan HAM PB PII sekaligus Advokat GRS Law Office, Gusti Rian […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe memimpin upacara penurunan bendera HUT RI ke-80 di Sofifi

    Suasana Penuh Nasionalisme, Wagub Maluku Utara Pimpin Penurunan Bendera di Sofifi

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 540
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – SOFIFI, Minggu (17/8/2025) – Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe memimpin langsung upacara penurunan bendera dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Prosesi berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sofifi pukul 17.30 WIT dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Forkopimda dan Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara hadir mendampingi jalannya upacara.  Kehadiran […]

  • Sunaidin Ode Mulae, Dosen Antropologi Pariwisata Universitas Khairun sekaligus Pengurus KONI Maluku Utara periode 2025–2029, menyampaikan pandangannya tentang peran KONI dalam mendorong sport tourism untuk meningkatkan ekonomi daerah.

    ”KONI” BERDAMPAK MENDORONG PARIWISATA OLAHRAGA (SPORT TOURSM) UNTUK PERGERAKAN EKONOMI MALUKU UTARA

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Sunaidin Ode Mulae Dosen Antropologi Pariwisata Unkhair Pengurus KONI Maluku Utara 2025-2029
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Pendahuluan Pada tanggal 8 Oktober 1938 KONI dibentuk dengan nama Ikatan Sport Indonesia (ISI) oleh Sutardjo Kartohadikusumo sebagai ketua ISI melalui musyawarah beberapa organisasi keolahragaan seperti PSSI, Pelti, dan PBKSI (sekarang Perbasi). Pada 15 Oktober 1934 ISI menggelar Pekan Olahraga di Surakarta, sekaligus menjadi hari berdirinya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). ISI dibentuk oleh beberapa […]

  • IKPM-HT Yogyakarta desak Gubernur Maluku Utara Bebaskan 11

    IKPM-HT Yogyakarta Desak Gubernur Maluku Utara, Suara Protes Meledak di Pelantikan!

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Yogyakarta Senin (15/9) — IKPM-HT Yogyakarta desak Gubernur Maluku Utara segera membebaskan 11 masyarakat adat Maba Sangaji. Tuntutan itu muncul saat pelantikan Badan Pengurus IKPM-HT periode 2025–2026 di Gedung IPHI Sukoharjo, 13 September 2025. Mahasiswa Maluku Utara yang hadir kompak membentangkan spanduk sebagai simbol penolakan terhadap penahanan warga adat yang mempertahankan tanah leluhur […]

  • Portrait of Prof. Richard Kearney, Charles B. Seelig Chair (Philosophy) photographed for use in the 3/11 issue of Chronicle Picture Lee Pellegrini

    Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra: Hermeneutika Kemungkinan ala Richard Kearney

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Jurusan Aqidah Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    • visibility 800
    • 0Komentar

    Imajinasi sebagai Hermeneutika Kemungkinan Imajinasi pernah dipuji sebagai jantung kreativitas manusia, juga  medium yang menghubungkan fakta dan fiksi, realitas dan kemungkinan, dunia empiris dan dunia simbolik. Namun, menurut Richard Kearney, imajinasi justru tengah mengalami kematian yang ironis di zaman yang seolah paling penuh dengan citra. Buku The Wake of Imagination karya Richard Kearney, menggambarkan paradoks […]

  • Sahrir Jamsin desak pencopotan Kadis Parpora Halbar Fenny Kiat dan audit anggaran pariwisata.

    Pariwisata Halbar Terpuruk, Sahrir Jamsin Desak Audit dan Copot Kadis Parpora

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 450
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Jailolo – 16 September 2025 – Pariwisata Halmahera Barat terpuruk meski anggaran miliaran rupiah digelontorkan setiap tahun. Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang menelan anggaran miliaran rupiah pada 2023 hanya berakhir seremoni tanpa dampak ekonomi. Kontribusi PAD pariwisata pada 2024 bahkan tidak sampai Rp. 1 miliar. Mahasiswa ekonomi asal Halbar, Sahrir Jamsin, menilai Kepala […]

expand_less