Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dari Sarung ke Pasar: Saatnya Santri Maluku Utara Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Dari Sarung ke Pasar: Saatnya Santri Maluku Utara Jadi Penggerak Ekonomi Umat

  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober kerap diwarnai pemakaian sarung dan peci, pelaksanaan upacara bendera, serta peneladanan sejarah Resolusi Jihad. Namun, begitu seremoni usai, pertanyaan mendasar yang sepatutnya mengendap adalah: setelah perjuangan fisik era kemerdekaan, apa bentuk jihad santri hari ini?

Di Provinsi Maluku Utara, jawabannya kian benderang: Jihad Ekonomi.

Maluku Utara merupakan provinsi kepulauan dengan luas wilayah laut mencapai 70 persen. Daerah ini dianugerahi kekayaan cengkeh, pala, hasil perikanan, hingga potensi wisata sejarah Kesultanan yang luar biasa. Namun, di tengah limpahan sumber daya ini, pondok pesantren kerap dipandang sebatas lembaga yang mengurus persoalan akhirat belaka, bukannya motor penggerak ekonomi umat.

Padahal, sejarah Ternate menunjukkan hal sebaliknya. Kesultanan Ternate berdiri kokoh bukan hanya karena peran para ulama, melainkan karena mereka juga bertindak sebagai saudagar. Kala itu, fungsi masjid dan pasar saling berkelindan secara harmonis.

Tiga PR Besar Santri Maluku Utara

Untuk mengembalikan kejayaan tersebut, terdapat tiga agenda besar yang perlu digarap oleh para santri Maluku Utara:

1. Bertransformasi dari Konsumen Menjadi Produsen

Saat ini terdapat sekitar 46 pesantren yang tersebar di wilayah Maluku Utara. Potensi ekonomi yang tercipta akan sangat masif jika setiap pesantren mengelola unit usaha secara profesional. Koperasi pesantren tidak boleh lagi sebatas menjual sarung atau kopiah, melainkan berkembang lebih jauh:

  • Pesantren Pesisir Halmahera: Menjadi pusat pengolahan hasil laut dan budidaya rumput laut.
  • Pesantren Tidore & Ternate: Menjadi produsen komoditas cengkeh dan pala olahan bernilai tambah, bukan lagi menjual bahan mentah ke tengkulak.
  • Pesantren Morotai: Mengembangkan dan mengelola paket wisata religi serta sejarah secara mandiri.

Inilah wujud nyata dari ekonomi umat sebuah ekosistem di mana perputaran modal terjadi di lingkaran masyarakat itu sendiri.

2. Mengubah Mindset: Menciptakan Lapangan Kerja Melalui Santripreneur

Arah masa depan santri tidak lagi sebatas memburu posisi PNS atau karyawan semata. Maluku Utara membutuhkan lahirnya para santripreneur.

Pondok pesantren perlu berani mengintegrasikan kurikulum digital marketing, manajemen keuangan syariah, dan tata cara ekspor. Para santri yang mendalami kitab Alfiyah hendaknya juga dibekali keterampilan mengoperasikan lokapasar (marketplace) serta merancang kemasan produk agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Para santri pada dasarnya telah memiliki aset paling berharga yang jarang dimiliki pengusaha umum, yakni kepercayaan publik. Nilai kejujuran dan kehalalan menjadi garansi utama dalam setiap lini bisnis yang mereka jalankan.

3. Sinergi Negara dan Kesultanan

Perjuangan kemandirian ini tidak bisa dibebankan kepada santri seorang diri. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta lembaga pemangku adat di Maluku Utara perlu mengambil peran aktif melalui:

  1. Penyediaan Akses Permodalan Syariah: Memberikan skema pendanaan khusus bagi BUM Pesantren.
  2. Pembukaan Akses Pasar: Menjadikan produk-produk hasil olahan pesantren sebagai suvenir resmi pada acara kedinasan.
  3. Pendampingan Berkelanjutan: Menghubungkan pesantren dengan perguruan tinggi dan perbankan syariah lokal untuk pembinaan manajemen.

Menyongsong Masa Depan Maritim dan Rempah

Masa depan Maluku Utara terletak pada pengelolaan sektor maritim dan rempah-rempah. Pemahaman fiqih muamalah mencegah santri menzalimi para nelayan lokal, kedalaman spiritual menuntun mereka menjaga kelestarian laut dari pengerusakan, dan kesadaran akan kemandirian mencegah penjualan aset tanah secara tidak terukur kepada investor luar.

Peringatan Hari Santri harus menjadi momentum perubahan. Dari Ternate kota para Sultan dan Ulama saatnya membuktikan bahwa santri Maluku Utara tidak hanya fasih mengaji, tetapi juga andal dalam menyejahterakan masyarakat. Umat yang berdaya secara ekonomi tidak akan mudah diadu domba, dan kemandirian finansial akan memperkokoh ketahanan agama bangsa.

Selamat Hari Santri 2026: Berdaya, Berkarya, dan Berjaya dari Maluku Utara untuk Indonesia.

  • Penulis: Santrany Sehe, SE (Ketua DPW GENINUSA Maluku Utara)
  • Editor: Mustakim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ketua lbh ansor Ternate

    Menegakkan Martabat Akal: Menemukan Kembali Ruh Pendidikan yang Mencerahkan

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Zulfikran Ketua LBH Ansor Kota Ternate
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Pendidikan adalah jalan untuk memuliakan manusia. Di dalamnya terkandung cita-cita agar setiap insan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, berakhlak, dan mampu berpikir jernih dalam menghadapi kehidupan. Namun, dalam perjalanan panjang dunia pendidikan kita—baik di lembaga formal maupun di lingkungan keagamaan seperti pesantren—masih ditemukan kecenderungan hubungan yang bersifat satu arah: pendidik menyampaikan, peserta didik menerima. Pola […]

  • unutara

    UNUTARA Lepas 20 Mahasiswa KKNU Tematik 2026 untuk Pengabdian di Kota Ternate

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 883
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE (Ternate) – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UN UTARA) mengikuti Kuliah Kerja Nyata Umat (KKNU) Tematik perdana tahun 2026 dengan mengusung tema “Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendidikan, Kepedulian Lingkungan, Dan Nilai-Nilai Ahlusunnah Wal Jama’ah”. Pembekalan yang berlangsung di Aulaa UNUTARA selama 1 hari. Ketua Panitia Fahrun Yamin dalam sambutannya mengatakan, […]

  • DPRD Halmahera Barat Bentuk Pansus RSUD Jailolo, F. Glen Balatjai: Tak Ada Lagi yang Ditutup-tutupi

    DPRD Halmahera Barat Bentuk Pansus RSUD Jailolo, F. Glen Balatjai: Tak Ada Lagi yang Ditutup-tutupi

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Jailolo (BALENGKO) – DPRD Kabupaten Halmahera Barat resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) RSUD Jailolo dalam rapat paripurna, Kamis (16/4/2026). Langkah ini diambil untuk menelusuri berbagai persoalan yang mencuat, mulai dari pelayanan hingga pengelolaan rumah sakit. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Halmahera Barat, F. Glen Balatjai, mengapresiasi seluruh fraksi yang telah bersepakat hingga pansus terbentuk. “Ini […]

  • Oleh: Supriyadi Baharudin,S.H

    MISCARRIAGE OF JUSTICE: Mencari Keadilan dalam Negara yang tidak Adil

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Supriyadi Baharudin,S.H
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Indonesia menegaskan dirinya sebagai negara hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Konsekuensinya, setiap tindakan penyelenggara negara maupun warga negara harus tunduk pada hukum, bukan pada kekuasaan. Hal ini selaras dengan konsep rechtsstaat yang menempatkan hukum sebagai instrument untuk melindungi hak asasi manusia, menjamin persamaan di hadapan […]

  • Membanggakan! Santri Ponpes Darul Falah Ternate Torehkan Prestasi di STQH XI

    Membanggakan! Santri Ponpes Darul Falah Ternate Torehkan Prestasi di STQH XI

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 871
    • 0Komentar

    Ternate, Minggu, (4/5/25) Pondok Pesantren Darul Falah Ternate kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui para santrinya yang berhasil meraih juara dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XI Kabupaten Halmahera Tengah, yang diselenggarakan pada 28 April hingga 2 Mei 2025. Empat santri utusan Ponpes Darul Falahternate sukses menjuarai berbagai cabang lomba, khususnya dalam kategori hafalan […]

  • Pendampingan Hukum Dipersoalkan, LBH Ansor Sampaikan Keberatan ke Kejari Sanana

    Pendampingan Hukum Dipersoalkan, LBH Ansor Sampaikan Keberatan ke Kejari Sanana

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.344
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Sanana, 19 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali, dan Nusa Tenggara menyampaikan keberatan atas tindakan Kejaksaan Negeri Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, yang dinilai membatasi hak pendampingan hukum terhadap seorang warga dalam proses pemeriksaan. Koordinator Wilayah LBH Ansor, Dr. (cand) Al Walid Muhammad, S.H., M.H.Li, menyebutkan bahwa pihaknya […]

expand_less