Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » MISCARRIAGE OF JUSTICE: Mencari Keadilan dalam Negara yang tidak Adil

MISCARRIAGE OF JUSTICE: Mencari Keadilan dalam Negara yang tidak Adil

  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Indonesia menegaskan dirinya sebagai negara hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Konsekuensinya, setiap tindakan penyelenggara negara maupun warga negara harus tunduk pada hukum, bukan pada kekuasaan. Hal ini selaras dengan konsep rechtsstaat yang menempatkan hukum sebagai instrument untuk melindungi hak asasi manusia, menjamin persamaan di hadapan hukum, serta mewujudkan keadilan melalui proses peradilan yang independen dan tidak memihak. Namun dalam praktik penegak hukum memperlihatkan wajah yang berbeda.

Bahkan beberapa kasus yang terjadi sering kali terdapat Putusan yang saling bertolak belakang atas perkara serupa melalui proses penyidikan yang tidak profesional, kriminalisasi, rekayasa perkara, hingga tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas menjadi potret yang terus berulang. Dalam kondisi demikian, hukum tidak lagi dipandang sebagai sarana mencari keadilan, melainkan sebagai alat yang dapat diarahkan sesuai kepentingan pihak yang memiliki kekuasaan dan pengaruh.

Fenomena diatas yang dalam kajian hukum dikenal sebagai miscarriage of justice atau peradilan sesat, yakni keadaan ketika proses penegakan hukum gagal menghadirkan keadilan karena kesalahan dalam penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun pemeriksaan di pengadilan. Akibatnya bukan sekadar lahir putusan yang keliru, melainkan juga rusaknya kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan. Ketika orang yang bersalah dapat dibebaskan, sementara orang yang tidak bersalah justru dihukum, maka yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan bukan hanya nasib seorang terdakwa, tetapi juga wibawa negara hukum itu sendiri.

Peradilan sesat bukanlah fenomena baru dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Praktek peradilan sesat pernah terjadi pada tahun 1970-an dimana berbagai praktek penegakan hukum yang menyimpang telah meninggalkan luka mendalam sekaligus menjadi pengingat bahwa kesalahan apparat penegakan hukum dapat merenggut hak-hak dasar masyarakat.

  • Penulis: Supriyadi Baharudin,S.H
  • Editor: Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Warga Sagea-Kiya Melawan Kriminalisasi: “Tanah Kami Bukan Barang Dagangan, Cabut Laporan 14 Warga!

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 319
    • 0Komentar

    HALMAHERA TENGAH (BALENGKO), 23 Februari 2026 – Upaya pembungkaman terhadap pejuang lingkungan kembali terjadi di Maluku Utara. Koalisi Save Sagea mengecam keras langkah PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia yang melaporkan 14 warga Desa Sagea dan Desa Kiya ke Kepolisian Daerah Maluku Utara. Langkah hukum tersebut dinilai sebagai bentuk kriminalisasi dan intimidasi nyata terhadap […]

  • LBH Ansor Ternate menyerukan penyelesaian konflik agraria di Maluku Utara

    Konflik Agraria Maluku Utara: Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan RI

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Ketua LBH Ansor Kota Ternate
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    Delapan puluh tahun Indonesia merdeka. Dalam usia bangsa yang tidak lagi muda ini, kita kembali mendengar gema kalimat sakral dalam Pembukaan UUD 1945: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa.” Sebuah kalimat yang seharusnya menjadi roh dalam setiap kebijakan negara. Namun pertanyaan mendasar perlu kita ajukan: apakah kemerdekaan itu benar-benar hadir dalam kehidupan rakyat […]

  • Sejumlah pengurus IKA PMII Maluku Utara berfoto bersama perwakilan Harita Grup usai menggelar audiensi di Ternate.

    Perkuat Sinergitas, PW IKA PMII Malut Gelar Audiensi dengan Harita Grup

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 450
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) — Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Muhajirin Bailussy terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen strategis di daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk mendukung pembangunan Maluku Utara. “Selain membangun soliditas internal, kami juga terus menjalin konsolidasi dan […]

  • source : istimewa

    USHP Perkuat Konsolidasi Alumni, Bangun Semangat Living Law Berbasis Jejaring Lintas Generasi

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Andika
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO), 25 Maret 2026 – Unit Studi Hukum Perdata (USHP) Universitas Janabadra kembali melaksanakan pertemuan kedua dalam rangka memperkuat konsolidasi serta memperluas jejaring alumni lintas angkatan. Kegiatan ini menghadirkan partisipasi yang lebih luas dari para alumni dengan latar belakang beragam, mulai dari praktisi hukum, akademisi, hingga profesional di berbagai sektor. Pertemuan berlangsung dalam suasana […]

  • Fahri Sibua (Ketua Bidang Ekonomi DPD II KNPI Pulau Morotai)

    Ujian Penegakan Hukum: Menanti Ketegasan Polri dalam Perkara Dugaan Kekerasan Seksual Paman terhadap Keponakan

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Fahri Sibua (Ketua Bidang Ekonomi DPD II KNPI Pulau Morotai)
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Pemerkosaan hari ini sudah menjadi salah satu masalah paling serius dalam kehidupan sosial dan hukum kita. Kejahatan ini bukan hanya merusak tubuh korban, tetapi juga menghilangkan rasa aman, martabat, dan masa depan seseorang, terlebih ketika korbannya adalah anak dan pelakunya diduga berasal dari lingkungan keluarga sendiri. Karena itu, saya melihat perkara dugaan paman memperkosa keponakannya […]

  • Tumpukan Sampah Ancam Lautan : Containder Gandeng Gubernur Terpilih Maluku Utara, Bersatu cari Solusi Inovatif

    Tumpukan Sampah Ancam Lautan : Containder Gandeng Gubernur Terpilih Maluku Utara, Bersatu cari Solusi Inovatif

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 831
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Jakarta, (11/1/25) – Chiko Molle, Operations Manager Containder, bersama timnya mengadakan pertemuan penting dengan Gubernur Terpilih Maluku Utara, Sherly Tjoanda, untuk membahas krisis sampah yang semakin memprihatinkan. Pertemuan ini dilatarbelakangi oleh viralnya video di media sosial beberapa waktu lalu, yang memperlihatkan tumpukan sampah plastik terbawa banjir di Kota Ternate hingga mencemari […]

expand_less