Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH DAN SUMPAH PEMUDA

AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH DAN SUMPAH PEMUDA

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia wajib hukumnya memperingati hari Sumpah Pemuda—sebuah tonggak sejarah yang menegaskan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar yang lahir pada 1928 itu bukan sekadar kenangan masa lalu [romantisme]. Ia merupakan pesan kebangsaan yang tetap relevan di tengah masyarakat yang majemuk [kebhinekaan], termasuk ketika kita membicarakan peran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam kehidupan beragama dan berbangsa.

Aswaja dikenal sebagai cara keberagamaan [manhaj al-diniyyah] yang menekankan keseimbangan, moderasi, toleransi, dan penghormatan terhadap tradisi yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama. Dalam tradisi pemikiran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, nilai tawassuth [moderat], tawazun [seimbang], tasamuh [toleran], dan i‘tidal [adil] kerap dijadikan pedoman. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bekal etis untuk merawat persatuan Indonesia, tanpa menghapus perbedaan identitas, budaya, maupun pandangan keagamaan.

Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa persatuan bukan berarti menyeragamkan semua orang. Para pemuda dari beragam daerah dan latar belakang memilih untuk mengikatkan diri [‘aqdunnafsi] pada cita-cita kebangsaan bersama. Mereka tidak menunggu perbedaan bahasa, suku, dan asal-usul lenyap terlebih dahulu. Sebaliknya, mereka menjadikan keberagaman sebagai kenyataan yang harus dikelola dengan kedewasaan. Semangat ini sejalan dengan sikap tasamuh dan tawazun—menghormati perbedaan, menjaga keseimbangan, serta mengutamakan kemaslahatan bersama [mashlahah ‘ammah].

Dalam konteks Indonesia hari ini, persatuan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Polarisasi politik, ujaran kebencian, penyebaran hoaks, fanatisme sempit, dan sikap saling meniadakan dapat merusak kepercayaan sosial. Agama terkadang dipakai untuk membangun sekat, padahal agama juga memiliki sumber daya moral yang kuat untuk menegakkan keadilan dan kasih sayang [rahmatan lil’alamin]. Karena itu, semangat Aswaja perlu diwujudkan dalam tindakan nyata— berdialog dengan santun, memeriksa kebenaran informasi, menolak kekerasan atas nama perbedaan, serta membela martabat setiap warga negara.

Namun, moderasi tidak boleh dimaknai sebagai sikap pasif terhadap ketidakadilan. Tawassuth bukan berarti berdiri di tengah tanpa prinsip, dan tasamuh bukan berarti membenarkan segala tindakan. Persatuan yang sehat harus berdiri di atas keadilan, penghormatan terhadap hak-hak warga, dan tanggung jawab bersama. Ketika ada diskriminasi, korupsi, atau kekerasan, semangat kebangsaan justru menuntut keberanian untuk mengoreksi keadaan dengan cara yang bermartabat dan sesuai hukum yang menjadi panglima.

Bagi generasi muda, hubungan antara Aswaja dan Sumpah Pemuda harus tampak dalam praktik, bukan berhenti sebagai slogan dalam upacara. Mahasiswa dan organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang belajar untuk membangun nalar kritis, kepemimpinan yang berintegritas, dan kepedulian sosial. Mereka perlu akrab dengan sejarah bangsa sekaligus terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan perkembangan zaman. Di ruang digital, pemuda juga dituntut menjadi warga yang bertanggung jawab—tidak mudah terpancing provokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk merendahkan orang lain.

Di wilayah yang kaya akan keragaman budaya dan tradisi seperti Maluku Utara, pesan ini memiliki arti khusus. Kehidupan bersama membutuhkan penghormatan terhadap adat, agama, bahasa, dan pengalaman sosial masyarakat yang beragam. Nilai-nilai lokal tentang persaudaraan [ukhuwwah] dan kerja sama dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan, selama dijalankan dengan adil dan terbuka. Semangat Aswaja dapat berdialog dengan kearifan lokal [al’adatul muhakkamh] untuk membangun kehidupan yang damai, tanpa menempatkan satu kelompok sebagai lebih berhak daripada kelompok lainnya.

Pada akhirnya, Sumpah Pemuda adalah janji lintas generasi. Janji itu hanya akan hidup apabila diterjemahkan menjadi kerja nyata—merawat persaudaraan, memperjuangkan pendidikan yang bermutu, menjaga lingkungan, melawan kemiskinan, dan membuka ruang partisipasi bagi semua warga. Aswaja, dengan penekanan pada moderasi, keseimbangan, toleransi, dan keadilan, dapat memberi landasan moral bagi ikhtiar tersebut. Keduanya bertemu pada satu pesan penting— perbedaan bukan alasan untuk berpecah, melainkan kenyataan yang harus dirawat dengan kebijaksanaan.

Maka, memperingati Sumpah Pemuda semestinya bukan hanya mengulang ikrar 1928, tetapi juga memperbarui komitmen untuk menjadikan Indonesia rumah bersama [baitul jama’ah]. Keberagamaan yang matang melahirkan kepedulian, bukan kebencian; kecintaan kepada tanah air melahirkan tanggung jawab, bukan kesombongan. Ketika nilai-nilai Aswaja diwujudkan dalam perilaku yang adil dan menghormati sesama, semangat Sumpah Pemuda akan terus menemukan maknanya dalam kehidupan bangsa. Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026. Wallahu ‘alam Bishshawab.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Ketua Forum Keberagaman Nusantara Maluku Utara
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usulkan ‘Car Free Day’ di Kawasan CBD, Naswin Rowo: Dongkrak Ekonomi Pedagang Pasar Tanpa Bebani APBD

    Usulkan ‘Car Free Day’ di Kawasan CBD, Naswin Rowo: Dongkrak Ekonomi Pedagang Pasar Tanpa Bebani APBD

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 286
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morotai, Naswin Rowo, mengajukan gagasan strategis guna menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Central Business District (CBD). Gagasan tersebut berupa penerapan kegiatan serupa Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor setiap hari Minggu di kawasan pusat kota. Usulan ini lahir sebagai respons […]

  • ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.165
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 23 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pemuda (LBH GP) Ansor Kota Ternate mendesak Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, untuk memanggil dan meminta klarifikasi dari Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, terkait dugaan kuat keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam aksi penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sofifi. Aksi […]

  • Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda berdialog dengan mahasiswa di tengah aksi ricuh. | Dok. Instagram Sherly

    Gubernur Sherly Tjoanda Turun Tangan Ricuh Demo Ternate

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 788
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Ternate, 1 September 2025. Aksi mahasiswa Ternate ricuh saat demonstrasi di depan kantor DPRD Kota Ternate, Maluku Utara. Demo mahasiswa ini memanas hingga polisi menyemprotkan water cannon dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Kontributor Balengko Space di lokasi mencatat, beberapa mahasiswa pingsan akibat gas air mata. Aparat mengevakuasi mereka ke […]

  • Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe melepas kontingen Pramuka Maluku Utara menuju Kemah Pramuka Berkebutuhan Khusus Nasional 2025 di Cibubur

    Wagub Maluku Utara Lepas Kontingen Pramuka Berkebutuhan Khusus ke Kemah Nasional 2025

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 568
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, melepas secara resmi 19 kontingen Pramuka Maluku Utara untuk mengikuti Kemah Pramuka Berkebutuhan Khusus (KPBK) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–19 Agustus 2025. Acara pelepasan berlangsung di Syamatira Caffe, Selasa (12/8/25) Dalam sambutannya, Sarbin menegaskan bahwa gerakan pramuka […]

  • Diskusi GP Ansor Tidore bahas APBD 2026 dan visi misi Walikota di Sabua Sahabat, Pantai Tugulufa

    GP Ansor Kota Tidore Gelar Diskusi Mengukur Visi Misi Walikota 5 Tahun Mendatang

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.180
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Tidore, 16 Agustus 2025 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan menggelar diskusi publik bertema “APBD 2026: Mengukur Visi Misi Walikota Kota Tidore Kepulauan” Jumat (15/8/25)  di Sabua Sahabat, kawasan Pantai Tugulufa. Agenda ini bertujuan untuk mengawal arah pembangunan daerah lima tahun mendatang agar sejalan dengan visi dan misi Walikota. GP […]

  • Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Maluku Utara, H. Yamin L. Tjokra (tengah), memberikan dukungan kepada kontingen Maluku Utara yang mengikuti Kongres ROHIS Nasional I di Hotel Mercure Convention Ancol, Jakarta, didampingi Ketua MGMP PAI SMA/SMK Malut, Husari Sangaji.

    Kontingen Maluku Utara di Kongres ROHIS Nasional I Dapat Dukungan Langsung dari Kanwil Kemenag Malut

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO) — Kontingen Maluku Utara yang mengikuti Kongres ROHIS Nasional I Tahun 2025 mendapat kunjungan dan dukungan langsung dari Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Yamin L. Tjokra. Kunjungan tersebut berlangsung di Hotel Mercure Convention Ancol, Jakarta, lokasi penyelenggaraan kongres. Kongres ROHIS Nasional I diikuti ratusan peserta dari berbagai […]

expand_less