Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTALKS » Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar

Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar

  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 376
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Di banyak rumah, pemandangan itu semakin biasa. Anak duduk bersama keluarganya, tetapi pandangannya tertambat pada layar. Tubuhnya berada di ruang makan, sementara perhatian dan emosinya berkeliaran di dunia lain. Ia tertawa sendiri, menggeser layar tanpa henti, lalu marah ketika gawai diminta untuk diletakkan.

Kita kerap menganggapnya sebagai kenakalan kecil atau gejala zaman. Padahal, di balik kebiasaan tersebut, sedang tumbuh persoalan yang jauh lebih serius: hubungan anak dengan teknologi mulai kehilangan keseimbangan.


Momentum Hari Anak Nasional 2026 semestinya menjadi alarm bersama. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengajak anak kembali bermain, berinteraksi secara langsung, dan mengurangi penggunaan gawai. Kampanye itu juga berkaitan dengan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan. Ini bukan sekadar ajakan nostalgia agar anak kembali bermain congklak, gasing, atau layang-layang. Di baliknya terdapat kekhawatiran serius terhadap kesehatan fisik, perkembangan emosi, kemampuan bersosialisasi, dan masa depan pembelajaran anak.

Anak Indonesia di Tengah Banjir Digital Teknologi digital tentu bukan musuh. Internet menyediakan sumber belajar, membuka ruang kreativitas, dan memungkinkan anak berkomunikasi melampaui batas geografis. Namun, sesuatu yang bermanfaat dapat berubah menjadi ancaman ketika digunakan tanpa batas, tanpa pendampingan, dan tanpa kesiapan psikologis.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024. Pada tahun yang sama, 68,65 persen penduduk telah memiliki telepon seluler. Angka tersebut menggambarkan betapa dalamnya teknologi digital memasuki kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan anak-anak.

  • Penulis: Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate)
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Universitas Khairun Ternate bersama warga membersihkan sampah di Kampung Makassar Timur, Kota Ternate.

    Mahasiswa KKN dan Nelayan Keluhkan Sampah di Kampung Makassar Timur Ternate

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 2.469
    • 1Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate –  Kegiatan bakti sosial yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun Ternate bersama masyarakat di Kelurahan Kampung Makassar Timur, Kota Ternate, mengungkap persoalan serius terkait pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Saat pembersihan lingkungan berlangsung pada Minggu (3/8/2025) pagi, sejumlah mahasiswa dan warga menyampaikan keluhan atas kebiasaan masyarakat yang membuang sampah […]

  • Oleh: Dr. Fahrul Abd Muid, S.Th.I., MA Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut

    ANALISIS KRITIS—DISKURSIF IAIN TERNATE

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Dr. Fahrul Abd Muid, S.Th.I., MA
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Dewasa ini muncul sikap jadaliyyin—kontroversial terhadap amaaman—posisi dan wujuudun—keberadaan Institut Agama Islam Negeri Ternate sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan negeri ilmiah. Padahal masyarakat Maluku Utara memiliki ekspektasi—harapan yang tidak main-main bagi kehadiran IAIN Ternate, karena institusi ini dianggap memiliki kelompok akademis—religius ilmiah yang berperan sebagai ‘jagoan’ keagamaan ditengah masyarakat Maluku Utara yang berbasis pada empat […]

  • Sampah Bukan Masalah, Tapi Peluang: Kenali Jenis Sampah Yang Bernilai Tinggi

    Sampah Bukan Masalah, Tapi Peluang: Kenali Jenis Sampah Yang Bernilai Tinggi

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 694
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Pexels Sampah sering kali dianggap kotor, tidak berguna, dan membawa aroma yang kurang sedap. Namun, tidak semua sampah hanya membawa dampak negatif bagi lingkungan. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi aset yang berharga, bahkan menghasilkan pundi-pundi rupiah. Berikut ini adalah beberapa jenis sampah yang bisa didaur ulang dan dijual, sekaligus membantu […]

  • Fenomena Perilaku Remaja dan Kisah Inspiratif dari Olahraga Tinju.

    Fenomena Perilaku Remaja dan Kisah Inspiratif dari Olahraga Tinju.

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Balengko Space – Dewasa ini, perilaku remaja sering menjadi sorotan masyarakat. Dari aksi tawuran hingga perkelahian di berbagai tempat, tindakan-tindakan ini membawa keresahan yang nyata. Berdasarkan data dari WHO, diperkirakan setiap tahun terjadi 193.000 pembunuhan di kalangan remaja usia 15–29 tahun secara global, dengan mayoritas korban dan pelaku adalah laki-laki. Di lansri dari VOA Indonesia, […]

  • IDUL FITRI dan ZOON POLITICON

    IDUL FITRI dan ZOON POLITICON

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Dr. Fahrul Abd. Muid, S.Th.I, MA
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Setiap kali kita merayakan hari raya ‘Idul Fitri, kita selalu dituntut untuk merenungkan dan menghayati pesan-pesan moral yang terkandung dalam Idul Fitri itu. Pesan-pesan itu sesungguhnya dapat ditelusuri lewat kata ‘Idul Fitri itu sendiri. ‘Idul Fitri adalah kata majemuk (tarkib al-idhafi) yang terdiri dari kata ‘id dan al-fitr. Kata ‘id semula berasal dari kata ‘aud, […]

  • Penulis

    Ramadhan dan Luka Demokrasi: Ketika Suara Kritis Dianggap Ancaman

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Gilang Moenawar
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Di bulan Ramadhan yang mulia ini, semoga segala dosa—yang kita sadari maupun yang luput dari kesadaran kita—mendapat ampunan dari kasih sayang Allah SWT. Dari suasana perenungan inilah saya ingin memulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan yang lahir dari kegelisahan atas ketertindasan umat dan manusia di bangsa Indonesia. Pertanyaan ini menyentuh akar hingga pucuk dari bunga-bunga […]

expand_less