Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oleh: Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate) . Ilustrasi : Pexels
Di banyak rumah, pemandangan itu semakin biasa. Anak duduk bersama keluarganya, tetapi pandangannya tertambat pada layar. Tubuhnya berada di ruang makan, sementara perhatian dan emosinya berkeliaran di dunia lain. Ia tertawa sendiri, menggeser layar tanpa henti, lalu marah ketika gawai diminta untuk diletakkan.
Kita kerap menganggapnya sebagai kenakalan kecil atau gejala zaman. Padahal, di balik kebiasaan tersebut, sedang tumbuh persoalan yang jauh lebih serius: hubungan anak dengan teknologi mulai kehilangan keseimbangan.
Momentum Hari Anak Nasional 2026 semestinya menjadi alarm bersama. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengajak anak kembali bermain, berinteraksi secara langsung, dan mengurangi penggunaan gawai. Kampanye itu juga berkaitan dengan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan. Ini bukan sekadar ajakan nostalgia agar anak kembali bermain congklak, gasing, atau layang-layang. Di baliknya terdapat kekhawatiran serius terhadap kesehatan fisik, perkembangan emosi, kemampuan bersosialisasi, dan masa depan pembelajaran anak.
Anak Indonesia di Tengah Banjir Digital Teknologi digital tentu bukan musuh. Internet menyediakan sumber belajar, membuka ruang kreativitas, dan memungkinkan anak berkomunikasi melampaui batas geografis. Namun, sesuatu yang bermanfaat dapat berubah menjadi ancaman ketika digunakan tanpa batas, tanpa pendampingan, dan tanpa kesiapan psikologis.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024. Pada tahun yang sama, 68,65 persen penduduk telah memiliki telepon seluler. Angka tersebut menggambarkan betapa dalamnya teknologi digital memasuki kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan anak-anak.
- Penulis: Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate)
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar