Bikin Koperasi Jadi “Cool”, Menteri Ferry Juliantono Rangkul Milenial dan Gen Z Masuk Ekosistem Koperasi Merah Putih
- calendar_month Kam, 22 Jan 2026
- visibility 93
- comment 0 komentar

Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Jakarta (21/1). Kemenkop kini tengah melakukan transformasi besar-besaran, mulai dari digitalisasi data hingga perubahan strategi komunikasi agar koperasi lebih diminati anak muda sebagai badan usaha yang profitabel dan kekinian. Sumber Foto: JMSI
JAKARTA (BALENGKO), 22 Januari 2026 – Citra koperasi yang selama ini dianggap “jadul” kini sedang dirombak total. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmennya untuk mengubah strategi komunikasi kementerian agar lebih relevan dengan gaya hidup anak muda, khususnya kelompok Milenial dan Gen Z.
Hal ini disampaikan Menkop Ferry saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Rabu (21/1). Menurutnya, anak muda Indonesia punya potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi melalui koperasi yang dikelola secara modern.
“Tahun 2026 ini kami mengubah strategi komunikasi karena targetnya adalah Milenial dan Gen Z. Kami ingin koperasi menjadi wadah produktif yang menyerap tenaga kerja luas, sesuai visi program Koperasi Merah Putih Presiden Prabowo Subianto,” ujar Ferry.
Transformasi Digital dan Ekosistem Baru Tak hanya soal cara berkomunikasi, Kemenkop juga tancap gas melakukan digitalisasi. Data koperasi yang sebelumnya statis kini diintegrasikan agar lebih lengkap, mencakup aktivitas hingga ke tingkat desa. Ferry berharap koperasi bukan lagi sekadar lembaga administratif, tapi menjadi badan usaha profesional yang mengejar keuntungan (profit oriented) demi kesejahteraan anggota.
Beberapa langkah nyata yang sedang berjalan antara lain:
- Pendidikan Kekinian: Berkolaborasi dengan Ikopin University dan Kemendikti Sainstek untuk menghadirkan mata kuliah koperasi serta program KKN tematik di desa.
- Modernisasi Infrastruktur: Membangun 80.000 fisik gerai dan gudang Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia hingga akhir 2026. Saat ini, 27.000 gerai sudah dalam tahap pembangunan.
- Penguatan SDM: Penambahan 800 pegawai baru dan peningkatan status kementerian untuk memperkuat pengawasan dan pendampingan.
“Kami ingin masyarakat desa tidak cuma jadi penonton atau penerima bantuan, tapi jadi pelaku usaha. Koperasi akan menjadi ekosistem ekonomi yang terintegrasi dengan UMKM, Bumdes, hingga media masssa,” tambah Ferry yang juga baru terpilih sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Dukungan Penuh dari Media Langkah transformatif ini mendapat apresiasi dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung sosialisasi program besar ini melalui jaringan media siber di seluruh Indonesia.
“Tugas ini tidak mudah, namun kami optimistis dengan kepemimpinan Pak Ferry. JMSI siap mengawal dan menjadi bagian dari kerja besar mewujudkan ekonomi konstitusi melalui Koperasi Desa Merah Putih,” ungkap Teguh.
Melalui UU Perkoperasian yang baru dan skema pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Kemenkop optimistis di akhir 2026 koperasi akan menjadi instrumen ekonomi baru yang lebih segar, kuat, dan diminati generasi muda.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar