Diskusi SEMAINDO Bahas Geothermal Halmahera Barat: Potensi Energi Bersih dan Isu Keadilan Ekologis
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 75
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana diskusi publik SEMAINDO Halmahera Barat tentang pengembangan geothermal dan transisi energi rendah karbon di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Source : Istimewa
Balengko Space, Jakarta, 12 Maret 2026 — Sentrum Mahasiswa Indonesia (SEMAINDO) Halmahera Barat DKI Jakarta menggelar diskusi publik dan buka puasa bersama bertajuk “Geothermal Halmahera Barat: Antara Transisi Energi Rendah Karbon dan Keadilan Ekologis.” Kegiatan yang berlangsung di Hotel BlueSky Raden Saleh, Jakarta, ini menghadirkan narasumber dari pemerintah, asosiasi energi panas bumi, kalangan industri, serta akademisi.
Diskusi tersebut menjadi ruang dialog bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami secara lebih komprehensif posisi energi panas bumi dalam agenda transisi energi nasional, sekaligus menelaah dampaknya terhadap pembangunan daerah dan lingkungan.
Perwakilan Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Budi Hardyanto, menjelaskan bahwa pengembangan geothermal merupakan bagian dari strategi pemerintah menuju target net zero emission pada tahun 2060.
Menurutnya, kebijakan tersebut telah tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) serta Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).
Dalam peta jalan menuju 2060, kontribusi energi panas bumi ditargetkan mencapai sekitar 23 gigawatt, sementara kapasitas terpasang saat ini masih berada di kisaran 2,8 gigawatt.
“Karena itu pemerintah terus membuka wilayah kerja panas bumi di berbagai daerah melalui mekanisme lelang maupun penugasan kepada BUMN,” ujar Budi.
Salah satu wilayah yang tengah dikembangkan adalah kawasan panas bumi Telaga Rano, Halmahera Barat. Pemerintah sebelumnya juga telah memberikan penugasan kepada PT Geo Dipa Energi dan PT Sarana Multi Infrastruktur untuk melakukan eksplorasi panas bumi di Desa Idamdehe, Kecamatan Jailolo.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar