Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » JAGA BUMI » Diskusi SEMAINDO Bahas Geothermal Halmahera Barat: Potensi Energi Bersih dan Isu Keadilan Ekologis

Diskusi SEMAINDO Bahas Geothermal Halmahera Barat: Potensi Energi Bersih dan Isu Keadilan Ekologis

  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Julfi Hadi, menilai bahwa panas bumi merupakan salah satu kekuatan energi strategis yang dimiliki Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara vulkanik memiliki potensi panas bumi yang sangat besar.

“Jika negara di Timur Tengah memiliki minyak sebagai energi utamanya, maka Indonesia memiliki panas bumi sebagai energi khasnya,” ujarnya.

Menurut Julfi, pengembangan panas bumi di Indonesia telah berlangsung lebih dari 40 tahun dengan kapasitas sekitar 2.600 megawatt, sehingga berbagai risiko teknis dalam pengembangan dan operasionalnya telah banyak dipelajari dan dapat dikelola dengan baik.

Ia juga menekankan bahwa geothermal tidak hanya memberikan manfaat dalam penyediaan energi nasional, tetapi juga berpotensi mendorong ekonomi masyarakat lokal. Sebagai contoh, di kawasan Kamojang, panas dari uap geothermal dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi seperti pengeringan hasil pertanian.

Sementara itu, Direktur Utama PT Talaga Rano Geotermal, Remi Harimanda, menjelaskan bahwa geothermal merupakan salah satu sumber energi bersih yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam mendukung transisi energi menuju masa depan rendah karbon.

Menurutnya, sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi bekerja dengan siklus tertutup, di mana fluida panas yang digunakan untuk menghasilkan listrik akan dikembalikan kembali ke dalam bumi melalui sumur injeksi.

“Tidak ada fluida geothermal yang dibuang ke lingkungan. Sistem ini dirancang agar prosesnya berlangsung berkelanjutan dengan dampak lingkungan yang minimal,” jelasnya.

Remi juga memaparkan bahwa potensi panas bumi di Provinsi Maluku Utara diperkirakan mencapai sekitar 800 megawatt, dengan beberapa lokasi potensial seperti Hamiding, Jailolo, dan Telaga Rano. Khusus kawasan Telaga Rano, proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi diperkirakan memiliki kapasitas sekitar 40 megawatt.

Namun demikian, pandangan kritis terhadap pengembangan geothermal juga disampaikan oleh akademisi Riki F. Ibrahim, dosen Program Magister Energi Terbarukan di Universitas Darma Persada.

Menurutnya, proyek geothermal di Halmahera Barat tidak boleh mengorbankan masyarakat adat maupun ekosistem lokal.

Ia mengingatkan bahwa sejak 2019 sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa telah menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi dampak proyek terhadap sektor pertanian, perikanan, serta ruang-ruang sakral budaya masyarakat setempat.

Riki juga menyoroti paradoks dalam kebijakan transisi energi di Indonesia. Menurutnya, pemanfaatan potensi panas bumi nasional masih berada di kisaran sekitar 10 persen dari total potensi yang ada.

Ia bahkan menyebut fenomena tersebut sebagai bentuk green colonialism, yakni ketika proyek energi hijau dipromosikan sebagai solusi perubahan iklim namun berpotensi menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat lokal.

Dalam perspektif hukum, ia mengingatkan bahwa regulasi seperti Undang-Undang Panas Bumi Tahun 2014 serta sejumlah aturan turunannya membuka peluang pengembangan panas bumi di kawasan tertentu, termasuk kawasan konservasi.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sdapen: Perjalanan Seorang Rapper Maluku yang Mengukir Jejak di Dunia Hip-Hop dan Kreativitas Visual

    Sdapen: Perjalanan Seorang Rapper Maluku yang Mengukir Jejak di Dunia Hip-Hop dan Kreativitas Visual

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Foto : Istimewa Lingkungan yang Membentuk Semangat Hip-Hop Bagi Sdapen, kecintaannya pada dunia hip-hop lahir secara alami. Lingkungan tempat tinggalnya yang mayoritas dihuni anak muda dengan minat besar pada rap, dance, dan grafiti membuat hip-hop menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya. “Saya mulai tertarik dan ikut terjun ke dunia hip-hop sejak SMP kelas 2, sekitar […]

  • Ilustrasi foto : Ai

    Pisau Bermata Dua Media Sosial: Antara Promosi dan Ancaman “Viral” bagi UMKM

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Andika Putra Pratama Mahasiswa S1 Manajemen
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Media sosial kini bertransformasi menjadi panggung utama bagi pelaku usaha kecil. Dari warung makan sederhana hingga bisnis rumahan, platform digital menawarkan solusi promosi yang murah dengan jangkauan tanpa batas. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko besar yang sering kali diabaikan: risiko menjadi viral karena kesalahan. Di era yang serba cepat ini, satu kekhilafan kecil […]

  • Generasi Muda NU Dampingi Dinas Pertanian Maluku Utara Distribusikan 60 Saset Benih Cabai Rawit

    Generasi Muda NU Dampingi Dinas Pertanian Maluku Utara Distribusikan 60 Saset Benih Cabai Rawit

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sumber foto : Istimewa

  • Menyerukan Keadilan untuk Masyarakat Adat: Sikap Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta

    Menyerukan Keadilan untuk Masyarakat Adat: Sikap Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 889
    • 0Komentar

    Balengko Space – Yogyakarta, (23 Mei 2025) Mahasiswa Halmahera Timur yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta menyampaikan pernyataan sikap terkait penahanan 11 warga masyarakat adat Maba, Desa Sangaji, Kabupaten Halmahera Timur. Mereka mengajak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk meninjau kembali proses hukum yang sedang berjalan serta memastikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat. Diketahui […]

  • Pelantikan Sarbin Sehe sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara: Awal Pengabdian untuk Masyarakat dan Perubahan

    Pelantikan Sarbin Sehe sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara: Awal Pengabdian untuk Masyarakat dan Perubahan

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 627
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Jakarta, 20 Februari 2025 – Setelah pelantikan serentak kepala daerah di Indonesia, Sarbin Sehe resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara mendampingi Gubernur Sherly Tjoanda. Upacara pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (20/2) pukul 10.00 WIB. Dalam wawancara usai pelantikan, Sarbin Sehe mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan. […]

  • Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    Ketika Adzan Bersahut di Negeri Konflik: Makna Ramadhan Bagi Dunia Islam Yang Terbelah

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Bayangkan sebuah kota yang setiap senjanya dipenuhi gema adzan, tetapi di saat yang sama langitnya diterangi bukan oleh cahaya magrib, melainkan kilatan ledakan. Analogi ini bukan sekadar retorika puitis, melainkan realitas yang masih terjadi di sejumlah wilayah dunia Islam. 

expand_less