Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Fatayat NU Tidore: Kasus Remaja Oba Utara hingga Musisi Lokal Bukti Kekerasan Seksual Kian Mengkhawatirkan

Fatayat NU Tidore: Kasus Remaja Oba Utara hingga Musisi Lokal Bukti Kekerasan Seksual Kian Mengkhawatirkan

  • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
  • visibility 1.493
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Komitmen Fatayat NU

Astuti menegaskan, Fatayat NU Kota Tidore Kepulauan siap memerangi semua bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sikap ini sejalan dengan agenda nasional Pengurus Pusat Fatayat NU yang fokus pada dua isu besar: pemberdayaan perempuan dan perlindungan perempuan-anak.

Ia menambahkan, polisi sudah menangani kasus tersebut. Korban juga mendapat pendampingan dari Dinas P2KBP3A. “Kami akan segera melakukan audiensi dengan P2KBP3A agar pendampingan berjalan maksimal. Korban harus punya keberanian dan kekuatan hukum untuk menghadapi proses ini,” katanya.

Fatayat NU meminta kepolisian bertindak transparan dan menegakkan hukum tanpa intervensi pihak manapun. “Kami ingin pelaku dihukum sesuai pasal yang berlaku. Tidak boleh ada perlakuan khusus,” tegas Astuti.

Soroti Kasus Pelecehan Verbal

Selain kasus di Oba Utara, Fatayat NU juga menyoroti dugaan pelecehan verbal oleh seorang musisi lokal berinisial B terhadap penjual tato temporer. Kasus itu sempat viral di media sosial.

“Bahasa yang melecehkan perempuan tidak bisa dianggap wajar. Kekerasan seksual tidak hanya fisik, tetapi juga verbal. Kondisi ini menunjukkan kita sedang darurat kekerasan seksual,” ujar Astuti.

Seruan untuk Perempuan dan Masyarakat

Astuti mengajak perempuan di Tidore dan Maluku Utara untuk berani melapor jika mengalami kekerasan. Ia juga mendorong masyarakat agar tidak menormalisasi kekerasan dalam bentuk apapun.

“Korban sering memilih diam, dan itu membuat pelaku merasa aman. Karena itu, keberanian untuk bersuara sangat penting,” tutup Astuti.**(Red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesehatan sebagai Pondasi Kebangkitan Bangsa  Dari Boedi Oetomo ke Tantangan Abad 21

    Kesehatan sebagai Pondasi Kebangkitan Bangsa Dari Boedi Oetomo ke Tantangan Abad 21

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Ariyo Dermawan
    • visibility 1.199
    • 0Komentar

    Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebuah tonggak penting dalam sejarah perjuangan kita menuju kemerdekaan. Tanggal ini merujuk pada berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, organisasi modern pertama yang menjadi simbol awal tumbuhnya kesadaran nasional di kalangan anak bangsa. Namun, tahukah kita bahwa Boedi Oetomo lahir dari rahim dunia kesehatan? […]

  • Organda Morotai Tolak Kenaikan Dexlite

    Tolak Kenaikan Dexlite, Organda Morotai Gelar Hearing di DPRD: Ancam Mogok Massal 7 Hari

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 341
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Gelombang protes akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai menyasar sektor transportasi di daerah. Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Kabupaten Pulau Morotai menggelar aksi konvoi dan hearing di Kantor DPRD Pulau Morotai, Senin (11/5/2026). Aksi ini dipicu oleh kenaikan harga […]

  • Obat langka RSUD Jailolo

    Dasril Usman Dorong Pansus untuk Evaluasi Layanan dan Obat di RSUD Jailolo

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Jailolo (BALENGKO) – Persoalan ketersediaan obat di RSUD Jailolo kembali menuai sorotan tajam. Di tengah klaim peningkatan pendapatan rumah sakit, pelayanan justru dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan, terutama terkait kelangkaan obat. Anggota DPRD, Dasril Usman, mengkritik keras penjelasan Direktur RSUD Jailolo yang dinilai tidak transparan dan cenderung menutupi persoalan mendasar. Ia menyoroti adanya ketidaksesuaian dalam […]

  • Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    Nelayan dan Petani di Tengah Gempuran Industri: Menakar Keadilan Sosial di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 957
    • 0Komentar

    Maluku Utara negeri di pingran bibir pasifik diberkahi laut dan tanah yang subur, namun ironis terbesar hari ini di depan mata bukanlah kemiskinan, kelaparan, melainkan penghiyanatan terhadap sumber daya penghidupan kita. Atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi, kebijakan publik telah mengadaikan hak-hak nelayan dan petani kepada korporasi tambang yang rakus dan acuh terhadap keadilan ekologi.  […]

  • Kejutan dari Timur! Malut United Tundukkan Persib dan Meroket di Klasemen Liga 1 Indonesia

    Kejutan dari Timur! Malut United Tundukkan Persib dan Meroket di Klasemen Liga 1 Indonesia

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 670
    • 0Komentar

    Ternate, 2 Mei 2025 – Malut United kembali membuktikan ketangguhannya di Liga 1 Indonesia. Bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Kie Raha, Laskar Kie Raha sukses mengalahkan Persib Bandung dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 13 pertandingan sekaligus memperkuat posisi mereka di klasmen atas liga 1 Indonesia. Sejak menit […]

  • Massa PMII DIY membakar ban di depan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah.

    “Jaga Nyala!” PMII DIY Gelar Aksi Solidaritas

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 742
    • 0Komentar

    Ketua Umum PMII Cabang Sleman, Muhammad Yusuf Ridlo, menegaskan bahwa aksi tersebut menjadi respons langsung terhadap kondisi sosial politik di tingkat lokal maupun nasional.“Aksi hari ini mencerminkan sikap kita terhadap kondisi akhir-akhir ini yang sudah keterlaluan. Kita tidak bisa mentoleransi banyak hal, baik dari sisi pemerintahan, eksekutif, yudikatif, maupun aparat. Mereka sudah melakukan banyak tindakan […]

expand_less