Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Filosofi Idul Fithri: Mengembalikan Jati Diri Manusia

Filosofi Idul Fithri: Mengembalikan Jati Diri Manusia

  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Setiap kali kita merayakan hari raya ‘Idul Fitri, kita selalu dituntut untuk merenungkan dan menghayati pesan-pesan moral—al-mawaa’izh al-akhlaaqiyyah yang terkandung dalam Idul Fitri itu. Pesan-pesan itu sesungguhnya dapat ditelusuri lewat kata ‘Idul Fitri itu sendiri. ‘Idul Fitri adalah kata majemuk—tarkib al-idhafi yang terdiri dari kata ‘id dan al-fitr. Kata ‘id semula berasal dari kata ‘aud, yang berarti kembali. Hari raya disebut ‘id karena ia kembali dalam setiap tahun menemui kita. Sementara kata ‘al-fithr’ atau ‘al-fithra’h adalah sifat dasar asal kejadian bagi setiap makhluk. Maka apabila disebutkan fithrah manusia, hal itu berarti sifat-sifat dasar manusia ketika ia pertama kali diciptakan, sebelum ia tercemar oleh sifat-sifat lain setelah ia hidup di dunia ini. Maka ‘Idul Fitri dapat berarti kembalinya manusia kepada sifat-sifat aslinya ketika ia diciptakan pertama kali oleh Allah Swt—setiap anak manusia yang baru dilahirkan pasti dirinya dalam keadaan suci—fithrah yang membuat dirinya sebagai penganut agama tertentu adalah kedua orang tuanya. Dan itulah kehendak Allah Swt—Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kini, apakah sifat-sifat asli manusia ketika ia diciptakan pertama kali itu masih bertahan dalam dirinya? Berikut ini akan dicoba diketengahkan sifat-sifat tersebut sebelum hal itu dicemari oleh sifat-sifat lain setelah manusia itu bergumul dengan kehidupan dunia. Dengan demikian, sejatinya manusia dapat mendeteksi dirinya, sejauh mana ia mampu mengembalikan dirinya kepada karakteristik dasar itu sehingga ia kembali menjadi manusia yang memiliki karakter manusia seperti pertama kali ia diciptakan oleh Allah Swt. Maka ada beberapa sifat dasar manusia, yang pertama adalah manusia diciptakan semata-mata sebagai pengabdi Allah Swt, dalam Surah al-Dzaariyaat ayat 56, Allah Swt berifrman, “dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali hanyalah agar mereka mengabdi kepada-Ku”. Mengabdi kepada Allah Swt adalah taat kepada-Nya dan tidak taat kepada selain-Nya. Taat kepada Allah Swt ini merupakan perwujudan dari-pada iman manusia kepada-Nya, karena pada dasarnya makhluk yang bernama manusia itu sejak semula telah beriman kepada Allah Swt. Allah pernah menanyakan kepada ruh-ruh manusia, “bukankah Aku ini Tuhanmu semua? Mereka menjawab, “betul, Engkau Tuhan kami, dan kami menjadi saksi”. (rujuk QS. al-‘araf, 172). Tidak ada satu manusia pun di atas dunia ini yang tidak mengakui bahwa pencipta dunia ini adalah Allah Swt—manusia bukan makhluk atheis—ketidakpercayaan pada keberadaan Tuhan. Bahkan orang-orang musyrik pun apabila ditanyakan kepada mereka, siapa yang menciptakan langit dan dunia ini semuanya, mereka akan menjawab bahwa yang mencipatakan seluruhnya itu adalah Allah Swt. (rujuk QS. Luqman, 25). Ini artinya bahwa watak dasar manusia itu adalah beriman dan ia diciptakan sebagai makhluk yang beribadah kepada Allah Swt. Namun kenapa ada manusia-manusia yang tidak loyal kepada Allah Swt, padahal ia telah memiliki potensi atau benih sebagai makhluk yang beriman?

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oleh: Sahabuddin Lumbessy (Ketua PC IKA PMII Kepulauan Sula)

    Konsolidasi Jam’iyah Nahdlatul Ulama untuk Sula Bermartabat

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Sahabuddin Lumbessy (Ketua PC IKA PMII Kepulauan Sula)
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Memperkuat sistem pengelolaan Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) di daerah merupakan ikhtiar strategis untuk mewujudkan cita-cita luhur para pendiri NU. Dalam perjalanan panjang organisasi, NU telah melalui berbagai dinamika yang justru menempa dirinya menjadi organisasi keagamaan yang kuat, adaptif, dan memiliki basis jamaah terbesar di Indonesia. Data tahun 2019 mencatat jumlah anggota NU mencapai 91,2 juta […]

  • Kadis Lingkungan Hidup Ternate Sambut Inisiatif Containder untuk Atasi Masalah Sampah di Kota Ternate

    Kadis Lingkungan Hidup Ternate Sambut Inisiatif Containder untuk Atasi Masalah Sampah di Kota Ternate

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 679
    • 0Komentar

    Dok. Balengko Space Ternate, (1/2/25) – Setelah pertemuan yang produktif dengan Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda, perwakilan dari Containder langsung menuju Kota Ternate. Mereka melakukan identifikasi mendalam mengenai permasalahan sampah yang ada. Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari langkah yang sebelumnya dilakukan oleh Chiko Molle, yang beberapa minggu lalu meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota […]

  • (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023

    Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
    • visibility 467
    • 0Komentar

    “Era Baru PMII”, yang ditandai dengan perubahan dalam arsitektur organisasi, strategi pergerakan, dan orientasi kebijakan organisasi, tampaknya masih jauh dari kenyataan dalam proses pembentukan kader saat ini. Dalam kenyataannya, sistem kaderisasi PMII masih terhambat oleh pendekatan konvensional yang mengarah dari puncak struktur ke bawah, yang lebih berfokus pada kepatuhan terhadap hierarki organisasi. Pendekatan ini gagal […]

  • Source : Getty Image

    ISRAEL-PALESTINA TERCIPTA DARI TANAH SENGKETA

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Apakah konflik antara orang-orang yahudi Israel dengan orang-orang arab palestina adalah konflik agama atau hanya rebutan tanah sengketa saja? Dengan pendekatan historis dapat kita temukan jawaban yang sebenarnya atas pertanyaan tersebut. Dulu, pendiri Koloseum di Romawi bernama Vespasianus yang sekaligus menjabat sebagai Walikota Romawi. Pada tahun 1979 Koloseum ini berhasil diresmikan oleh anaknya Vespasianus bernama […]

  • USHP Fakultas Hukum Universitas Janabadra Luncurkan Living Law, Program Baru Berbasis Praktik Sosial

    USHP Fakultas Hukum Universitas Janabadra Luncurkan Living Law, Program Baru Berbasis Praktik Sosial

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Unit Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta, tengah merancang program inovatif bertajuk Living Law sebagai langkah penguatan peran organisasi dalam dinamika akademik dan sosial kampus. Program ini diinisiasi untuk menegaskan bahwa hukum perdata tidak hanya dipahami secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga dihidupkan melalui praktik sosial, ruang diskusi […]

  • LBH Ansor Ternate Soroti Pemasangan Plang Polda Malut di Ubo-Ubo, Minta Proses Dialog Dikedepankan

    LBH Ansor Ternate Soroti Pemasangan Plang Polda Malut di Ubo-Ubo, Minta Proses Dialog Dikedepankan

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 888
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate | 24 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyampaikan keprihatinan atas langkah Polda Maluku Utara dalam perkara pertanahan di Kelurahan Ubo-Ubo, Kecamatan Ternate Selatan, terutama terkait pemasangan plang peringatan hukum yang ditujukan kepada warga. Plang tersebut mencantumkan pasal-pasal pidana seperti Pasal 385 KUHP tentang penyerobotan tanah, Pasal 167 […]

expand_less