GP Ansor Tidore Tutup 2025 dengan Rapat Evaluasi dan Dorong Penguatan Koperasi Merah Putih
- calendar_month Kam, 25 Des 2025
- visibility 336
- comment 0 komentar

Pengurus GP Ansor Kota Tidore Kepulauan menggelar rapat evaluasi akhir tahun 2025 di Basecamp Sudut Literasi, Desa Garajou, Kecamatan Oba Utara, sekaligus membahas penguatan ekonomi desa dan tindak lanjut program strategis organisasi. Sumber: Istimewa
Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan menutup akhir tahun 2025 dengan menggelar rapat pengurus di Basecamp Sudut Literasi, Desa Garajou, Kecamatan Oba Utara, Kamis (25/12/2025). Rapat ini difokuskan pada evaluasi kinerja organisasi selama satu tahun kepengurusan serta tindak lanjut pokok-pokok pikiran strategis dari sembilan kader terbaik pasca Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) V.
Ketua GP Ansor Kota Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, menyampaikan bahwa Desember 2025 menandai satu tahun masa kepemimpinannya. Ia menegaskan komitmen organisasi untuk menuntaskan program yang belum selesai dan mempercepat langkah strategis pada awal 2026.
“Seluruh pokok pikiran strategis dari kader PKL V akan menjadi langkah cepat dan tegas yang kami selesaikan pada bulan pertama tahun 2026,” ujar Jafar.
Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat Pelatihan Kader Dasar (PKD) III kepada peserta yang dinyatakan lulus. Selanjutnya, digelar Dialog Humanis bertema Penguatan Ekonomi Desa, Mewujudkan Kemandirian Rakyat.
Dalam dialog tersebut, Jafar menyoroti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan 80.000 Koperasi Merah Putih. Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan visi GP Ansor dalam penguatan ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.
Ia meminta Pemerintah Kota Tidore Kepulauan segera mengambil langkah konkret dalam pengembangan koperasi di desa dan kelurahan, serta mengevaluasi dinas terkait. Jafar menekankan perlunya kolaborasi antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
“Kritik terhadap Koperasi Desa Merah Putih bukan penolakan, tetapi upaya meluruskan agar benar-benar menopang ekonomi daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) Kota Tidore Kepulauan, Alfarisi Kadir, berharap koperasi yang telah dibentuk mampu menjadi penopang ekonomi daerah dan tidak dikuasai oleh kepentingan segelintir pihak.
“Koperasi Merah Putih harus dikelola secara profesional dan berpihak pada masyarakat desa agar mampu mewujudkan kemandirian ekonomi pada 2026,” pungkas Alfarisi.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: Noke

Saat ini belum ada komentar