IAIN-KAN KAMI, UIN-KAN KAMI
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut. Source : Istimewa
Masih segar dalam ingatan saya ketika menghadiri buka puasa bersama yang dilaksanakan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara. Gubernur Maluku Utara dalam sambutannya, bahwa realitas Maluku Utara hari ini digempur habis-habisan oleh dunia industri, banyak sekali perusahaan yang bergerak dalam dunia pertambangan di Maluku Utara—katakanlah PT. IWIP, PT. HARITA, PT. ANTAM dan masih banyak perusahaan yang lainnya. Industri ini sangat membutuhkan putra-putri Maluku Utara yang memiliki sumber daya manusia—SDM di bidang ilmu pertambangan, ilmu kimia dan ilmu umum lainnya.
Oleh karena itu, menurut Gubernur Maluku Utara agar kampus-kampus dapat mengevaluasi program studinya yang dianggap tidak lagi relevan dengan kondisi Maluku Utara. Artinya, bahwa di kampus itu harus membuka program studiyang sangat relevan dengan dunia industri saat ini. Katakanlah kampus umum Universitas Khairun Ternate, Universitas Muhammadiyah, dan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, pastilah menyediakan program studinya yang sangat relevan dengan dunia industri sebagaimana yang dijelaskan oleh Gubernur Maluku Utara. Lalu bagaimana dengan kampus IAIN Ternate? Sangat tidak mungkin akan membuka program studi pertambangan,saintek, dan sosial karena memang ruang lingkupnya terbatas untuk itu. oleh karena itu, peningkatan status dan kualitas menjadi lembaga perguruan tinggi keagamaan yang lebih inklusif dengan membuka fakultas umum—Santek—Sosial di bawah bendera UIN Ternate.
UIN-kan kami, sebagai transformasi “mindset” dan sarana secara otomatis akan terjadinya tuntutan perubahan cara berpikir Civitas Akademika, niscaya peningkatan proyek sarana prasarana dilakukan, serta niscaya pengembangan kualitas dosen dan penelitian agar lebih berdaya saing dengan kampus UNKHAIR, UMMU, dan UNUTARA di Provinsi Maluku Utara. Dengan UIN-kan kami, diharapkan mampu memadukan antara ilmu agama dan sains umum—integration of knowledge, sehingga lulusan UIN Ternate tidak hanya religius tetapi juga kompeten di bidang sains—umum, sekaligus menghilangkan stigma kesan lulusan yang terpinggirkan—termarjinalkan di dunia industri. UIN-kan kami, menjadi angin segar bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, karena dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sumbangan peradaban Islam Moloku Kie Raha serta meningkatkan daya saing pendidikan tinggi ditingkat Nasional. UIN-kan kamidianggap sebagai langkah penting dalam modernisasi pendidikan tinggi keagamaan Islam di Provinsi Maluku Utara yang memiliki “novelty akdemik” yang sangat berbeda dengan kampus umum di daerah ini. Ahlan Wa Sahlan—Selamat datang Rektor baru IAIN Ternate, IAIN-kan kami, UIN-kan kami. Wallahu ‘alam Bishshawab.
- Penulis: Fahrul Abd Muid
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar