”KONI” BERDAMPAK MENDORONG PARIWISATA OLAHRAGA (SPORT TOURSM) UNTUK PERGERAKAN EKONOMI MALUKU UTARA
- calendar_month Ming, 2 Nov 2025
- visibility 268
- comment 0 komentar

Foto penulis : Sunaidin Ode Mulae, Dosen Antropologi Pariwisata Unkhair dan Pengurus KONI Maluku Utara 2025–2029, menilai sport tourism berpotensi menggerakkan ekonomi daerah.| Sumber foto : Istimewa
Pendahuluan
Pada tanggal 8 Oktober 1938 KONI dibentuk dengan nama Ikatan Sport Indonesia (ISI) oleh Sutardjo Kartohadikusumo sebagai ketua ISI melalui musyawarah beberapa organisasi keolahragaan seperti PSSI, Pelti, dan PBKSI (sekarang Perbasi). Pada 15 Oktober 1934 ISI menggelar Pekan Olahraga di Surakarta, sekaligus menjadi hari berdirinya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). ISI dibentuk oleh beberapa organisasi olahraga yaitu Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Perserikatan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) dan Perserikatan Bola Keranjang Seluruh Indonesia (PBKSI) yang sekarang dikenal sebagai Persatuan Bola basket seluruh Indonesia (Perbasi). Saat didirkan ISI memiliki tujuan sebagai sarana perjuangan bangsa Indonesia agar dihargai pemerintah kolonial Belanda, memperbaiki dan memperkuat organisasi olahraga yang telah ada sebelumnya, serta sebagai alat pendidikan nasional yang dapat menyehatkan jiwa bangsa Indonesia. Pada tanggal 15-22 Oktober 1938, ISI menggelar perdana Pekan Olahraga ISI di Surakarta sekaligus menjadi momentum perjuangan bangsa Indonesia melalui olahraga dan sebagai hari berdirinya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pada tahun 2005 pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Melakukan reorganisasi KONI menjadi Komite Olahraga Nasional (KON) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). KONI melakukan pembinaan dalam negeri dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON), sementara KOI melakukan kegiatan pengiriman atlet ke luar negeri dan penyelenggaraan pekan olahraga Internasional di Indonesia.
Visi KONI adalah Menjadikan Indonesia sebagai kekuatan olahraga dunia melalui pembinaan atlet yang berkelanjutan. Misi KONI adalah Meningkatkan kualitas pembinaan atlet nasional. Menyelenggarakan kompetisi olahraga tingkat nasional dan internasional. Mendorong inovasi dan profesional dalam dunia olahraga. Memperluas kolaborasi dengan sektor publik swasta.
Atlet KONI yang mencetak sejarah Indonesia yang meraih prestasi yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia, dari angkat besi, bulu tangkis, dan lain-lain telah banyak sejak didirikan organisasi ini. Atlet KONI diantaranya yang sudah mengharumkan Indonesia di kancah Internasional banyak yang lahir dari atlet tenis,tinju, sepak bola, renang, dan lain-lain sangat banyak. Mereka telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi di kancah prestasi dunia menjadi patriot olahraga yang tanpa lelah demi merah putih berkibar di dunia Internasional. Kegiatan keolahragaan menciptakan fisik yang kuat dan jiwa yang kuat pada setiap manusia. Olahraga menjadi suatu aktifitas keseharian manusia di bumi ini. Tanpa olahraga, manusia menjadi tidak sehat fisiknya dan juga jiwanya. Semangat KONI adalah menjadi patriot olahraga sebagaimana mars KONI yang selalu dijadikan spirit keolahragaan kepada setiap pengurus KONI pada semua tingkatan. Komite Olahraga Nasional Indonesla (KONI) adalah organisasi keolahragaan di Indonesia yang berwenang dan bertanggung jawab mengelola, membina, mengembangkan, serta mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga prestasi setiap anggota di Indonesia.
- Penulis: Sunaidin Ode Mulae Dosen Antropologi Pariwisata Unkhair Pengurus KONI Maluku Utara 2025-2029
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar